
Yin Wushuang dalam hal makanan ia tidak terlalu pemilih, tetapi ia sangat terbiasa dengan makanan pedas.
Pada saat Jun Shangxie membawakannya bubur dan menaruhnya di atas meja, mata Yin Wushuang meliriknya.
Ia juga tidak mengerti kenapa Jun Shangxie begitu peduli kepadanya, padahal menurutnya luka-luka yang ada ditubuhnya itu hanyalah luka kecil.
"Kenapa kamu begitu baik padaku?" Kamu sudah bersedia membawaku dan menemaniku di rumah sakit ini?" Tanya Yin Wushuang.
"Karena saya kasihan melihatmu terluka seperti itu, saya tidak tega jika harus membiarkanmu sendiri disini." Jawab Jun Shangxie.
Mendengar jawaban itu, Yin Wushuang hanya menatapnya sekilas.
Jawaban dari Jun Shangxie seperti mengandung maksud lain.
Jun Shangxie kemudian duduk di depannya dan menatapnya dengan serius, kemudian ia dengan penasaran bertanya, "Kenapa?"
Hari ini Jun Shangxie tidak menggunakan pakaian tentaranya, tapi mengenakan jas hitam.
Sehingga hari ini ia terlihat tidak terlalu gagah seperti biasanya, tapi ia terlihat elegan.
Jika dalam medan perang Jun Shangxie adalah seorang pahlawan, maka hari ini dia adalah pahlawan bagi Yin Wushuang.
Yin Wushuang menutup matanya tidak lama kemudian....
Jun Shangxie sudah duduk di depannya.
Saat ini Yin Wushuang teringat seorang kakek yang pernah bercerita padanya.
Kemudian Yin Wushuang menatapnya dengan serius dan berkata, "Kamu menginginkanku?"
Apakah segala tindakan dan ucapan dari laki-laki ini sebenarnya mempunyai maksud lain?
Jun Shangxie yang mendengar pertanyaan dari Yin Wushuang itu justru kaget dan seketika ia langsung tertawa.
Mendengar tawaan dari Jun Shangxie, Yin Wushuang pun kini mengerti apa maksudnya
"Tidak, itu nanti, sebelumnya saya berbuat macam-macam padamu saya ingin mendapatkan hatimu terlebih dahulu."
"Dengan membantuku terus menerus?" Yin Wushuang menatap Jun Shangxie dengan serius.
"Iya." Jawab Jun Shangxie.
Yin Wushuang saat ini tidak tahu harus menjawab apa lagi, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Jun Shangxie menatapnya dan terlihat dari matanya ia sedang berbohong, lalu Jun Shangxie pun berkata, "Jangan membohongi dirimu sendiri!"
"Saya sama sekali tidak berbohong." Yin Wushuang menjawabnya sambil memakan bubur yang diberikan kepadanya.
"Terus kenapa kamu tidak berani menatapku?"
"Apa kamu takut saya akan memakanmu jika kamu menatapku?" Tanya Jun Shangxie untuk mencairkan suasana yang mulai menegang.
"Kenapa kamu menginginkan hatiku?" Tanya Yin Wushuang
"Karena saya menyukaimu."
"Kenapa kamu menyukaiku?"
Jun Shangxie dengan berani mengungkapkan perasaannya terhadap Yin Wushuang, "Setelah mengenalmu aku sadar bahwa kamu perempuan yang berbeda dengan perempuan lainnya, kamu sangat tangguh, kuat dan pintar, aku sangat mengagumimu, sehingga aku jatuh cinta padamu."
"Tapi kamu tidak pernah membuatku terharu." Saat itu Yin Wushuang baru berani menatapnya.
Setelah berkata seperti itu, Yin Wushuang kembali membuang wajahnya dan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.
"Ohhh gitu...." Jun Shangxie menaikkan alisnya dan mendekatinya.
"Kalau.... begini bagaimana?"
Tidak lama kemudian, Tuan Muda Jun berdiri lalu sedikit menundukkan badannya mendekati Yin Wushuang, lalu ia mencium bibir Yin Wushuang.
Seseorang yang belum terlalu kenal dengannya tiba-tiba berani menciumnya
Ciumannya itu hanya berlangsung selama 2 detik.
Yin Wushuang tidak menyangka Jun Shangxie berani melakukan hal semacam itu padanya.
Yin Wushuang saat ini sudah sangat kesal dan marah, ia mengepalkan tangannya dan menampar keras wajah Jun Shangxie.
Jun Shangxie sama sekali tidak menghindari tamparannya.
Jun Shangxie hanya mundur 2 langkah dan terus menatapnya sambil tersenyum.
Tamparan tadi membuat bibirnya terluka, Jun Shangxie membersihkan darahnya dan merasa sangat puas kemudian ia pun berkata, "Bagaimana, Yin Wushuang? Apa kamu sudah terharu?"
...πΉπΈπβ€ππΈπΉ...