Ratu Kembali Ke Sekolah

Ratu Kembali Ke Sekolah
173. Pedang Ada Ditangannya!


Pada pukul 10 malam Yin Wushuang hampir tiba di Gunung Lishan, selama di perjalanan menuju Gunung Lishan ia bisa melihat sebuah tempat yang terpencil, letaknya ada di belakang Gunung, tempat tersebut sama persis seperti apa yang dikatakan oleh Yin Xue'er.


Ketika Yin Wushuang baru saja hendak menggunakan kekuatannya, tiba-tiba Mo Baobao merasakan sesuatu, kemudian ia pun berkata pada Yin Wushuang.


[Tuan, tunggu sebentar.]


"Ada apa?"


[Di belakang Gunung seperti menyimpan sesuatu yang aneh, dan saya merasakan ada energi yang sangat kuat.]


Energi yang kuat?


Yin Wushuang tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Padahal saat Mo Er dan Mo Si menyerangnya, Mo Baobao tidak pernah mengatakan 'energi kuat' padanya.


[Tuan, Baobao merasa Yin Xue'er kali ini sangat marah padamu, cepat atau lambat ia pasti akan membuat Yin Wuchen terluka, ini sangat berbahaya, lagi pula....]


"Lagi pula di sini bekas kuburan, energi negatif sangat kuat di sini, bisa mempengaruhi kekuatanku, begitu maksudmu?"


Karena arwah-arwah orang yang telah meninggal yang di kubur di sini pasti menyukai orang sepertimu. Mereka akan menyerap energimu lalu memurnikannya untuk menjadi energi iblis.


Kondisi kesehatan Yin Wushuang saat ini masih belum benar-benar membaik, luka yang ada di punggungnya karena dipukul oleh Mo Er itu kini masih belum pulih sepenuhnya.


Yin Wushuang melihat bulan purnama yang sedang bersinar terang di langit, kemudian ia mengedipkan matanya dengan tajam sembari berkata, "Tidak peduli seberapa bahayanya lahan kosong yang ada di sekitar Gunung Lishan itu. Aku juga tidak peduli seberapa kuat energi yang Mo Baobao katakan itu, asalkan Wuchen berada di sana, aku pasti akan menolongnya dengan sekuat tenagaku!"


Yin Wushuang melanjutkan perjalanannya naik ke atas Gunung Lishan.


Setelah sampai di puncak Gunung, Yin Wushuang melihat ke bawah dan langsung melihat keberadaan adiknya Wuchen.


Yin Wuchen terbaring lemah dan hanya terdiam diatas ranjang rumah sakit.


"Wuchen!" Yin Wushuang berteriak memanggilnya.


Angin malam berhembus dari atas Gunung, dedaunan terbang mengenai wajahnya, sehingga pipinya sedikit tergores.


Yin Wushuang mengerutkan keningnya dan terus menatap ke bawah.


Mendengar teriakan Yin Wushuang, Yin Xue'er pun langsung menggunakan speaker berteriak kepadanya, "Yin Wushuang, aku tahu kamu ada di sekitar sini!"


Suara yang keras itu terdengar hingga ke atas Gunung.


Seketika Yin Wushuang pun langsung mencari sumber asal suara itu dan ternyata....


Yin Xue'er saat ini sedang berada di kerumunan rerumputan.


"Yin Wuchen ada di tengah-tengah sana, kamu tidak ingin pergi ke sana untuk melihat dan menemuinya?" Yin Xue'er tertawa dan bertanya, "Kamu tidak lihat oksigennya sudah mau habis, apakah kamu tidak mau menggantinya? Kalau dibiarkan begitu, tidak lama lagi ia pasti akan masuk neraka!"


"Yin Xue'er, apa tujuanmu?" dari atas tebing Yin Wushuang bertanya dengan suara yang dingin.


"Heyy, ternyata kamu di atas sana."


Yin Xue'er menggunakan lampu senter menyinarinya.


"Tujuan? Apa maksud kakak? Aku tidak bermaksud apa-apa, aku ini orang yang baik hati bahkan sudah menyiapkan oksigen yang baru untuk Wuchen, sudah ada di dalam kotak itu!"


Di samping ranjang Yin Wuchen memang terdapat sebuah kotak.


Tanpa sempat menjawabnya Yin Wushuang melihat ke bawah, kemudian ia pun melihat ada orang yang jumlahnya kurang lebih sekitar 30 orang berkumpul di dekat sana!


30 orang!


Di tangan mereka juga memegang senjata hitam!


Kakak Chen merebut speakernya, sambil berteriak ia berkata, "Yin Wushuang, aku tahu kamu punya kemampuan terbang dan menempel di dinding. Tapi saat ini kamu hanya punya 2 pilihan, pilihan yang pertama yaitu kamu masih punya waktu untuk meninggalkan tempat ini tapi adikmu akan mati di sini atau pilihan kedua yaitu kamu turun ke bawah Gunung dan mengganti oksigen adikmu, kamu hanya punya waktu 10 menit untuk berpikir!"


Dari kedua pilihan itu, ia hanya boleh memilih satu!


Kemudian Yin Wushuang tersenyum, sudut bibirnya tampak sedikit naik, lalu ia membuka telapak tangan kanannya seketika pedang miliknya itu muncul.


Karena jarak Yin Wushuang sangat jauh sehingga mereka tidak tahu kalau Yin Wushuang mengeluarkan pedang tersebut dari mana. Yang jelas pedang itu tampak sangat tajam dan berkilau, seperti bintang utara yang bersinar terang di langit malam yang gelap.


...πŸŒΉπŸŒΈπŸ’•β€πŸ’•πŸŒΈπŸŒΉ...