
Tepat pukul 7 malam, Yin Wushuang pun tiba di Kota Gangcheng.
Di dalam stasiun banyak orang yang berlalu lalang, ada yang baru pulang dan ada orang yang mengantar.
Di keramaian ini Yin Wushuang pun melihat wajah yang tak asing baginya, orang itu adalah Yin Sen.
Yin Sen menjadi pengemis di sini, mungkin tempat ini sangat cocok untuk dirinya untuk mendapatkan uang.
Saat Yin Sen melihat Yin Wushuang, Yin Sen berusaha untuk kabur dari hadapan Yin Wushuang.
Yin Wushuang tidak memperdulikannya, lalu pergi meninggalkannya. Kemudian Yin Wushuang pun pergi ke sebuah toko musik dan membeli sebuah kecapi seharga 4000 yuan.
Yin Wushuang mencari sebuah tempat terpencil dan diam-diam memasukkan kecapinya ke dalam cincin phoenik ungu kuno, lalu Yin Wushuang pergi lagi ke toko komputer dan membeli peralatan yang dibutuhkan.
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Yin Wushuang membeli barang yang sangat berkualitas, ia telah menggunakan uang yang diberikan oleh Kakek Mo Jin sebesar 100.000 yuan.
Setelah makan malam, Yin Wushuang pun pulang ke apartemennya.
Saat Yin Wushuang melewati sebuah gang, Yin Wushuang mendengar ada suara yang sedang membentak, "Dasar Si Tua Jelek! Sudah mengemis seharian cuma dapat segini? Ini hanya cukup untuk hidup semalam saja!"
Laki-laki yang mengenakan celana panjang sobek-sobek itu berkata, "Uang-uang ini akan saya gunakan untuk mengobati penyakit saya, tunggu sampai saya sembuh, saya...."
Itu adalah suara Yin Sen.
Yin Wushuang bergumam dalam hatinya, "Sehari bisa bertemu dia kali dengannya, ini bukan kebetulan lagi."
Yin Sen berdiri dengan pelan-pelan, "Meskipun sikap saya tidak baik pada mereka, tapi saya sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk pengobatan Yin Wuchen, saya tidak tahu bahwa Zhang Meili ternyata telah mengurangi biaya pengobatan Yin Wuchen, jadi walaupun saya sangat-sangat membutuhkan uang, saya tidak bisa menyekap Yin Wuchen!"
Preman itu saat mendengar ucapan Yin Sen merasa tidak senang dan kemudian ia pun menendangnya lagi, "Bodoh! Kamu mau jadi pahlawan kesiangan? Apakah kamu pikir sikapmu selama ini pada mereka berdua tidak diketahui oleh orang-orang dari Gangcheng?"
Yin Sen memegang perutnya karena merasa kesakitan.
Saat melihat Yin Sen, preman itu ingin menendangnya lagi.
Tapi tidak disangka saat tendangan itu belum mengenai Yin Sen, tiba-tiba ada tangan yang memegang pundak preman itu, preman itu seketika berteriak, "Siapa? Mau cari mati?"
Preman bertato itu berteriak saat melihat Yin Wushuang, tanpa ia sadari ia pun terjatuh ke dalam tong sampah.
Yin Wushuang dengan sengaja menendang tong sampah itu, tubuh preman bertato itu pun berguling di dalam tong sampah.
Karena sadar ada yang menyelamatkannya, Yin Sen kemudian mengangkat kepalanya dan mengucapkan terima kasih pada Yin Wushuang, "Terima kasih.... Yin Wushuang?"
Orang itu beneran Yin Wushuang?
Yin Wushuang tidak menjawab ucapan Yin Sen, ia membalikkan tubuhnya dan ingin segera pergi.
"Yin Wushuang, tunggu sebentar!" Yin Sen sampai menahan sakit perutnya dan kemudian berlari mendekati Yin Wushuang.
Karena Yin Sen jarang mandi sehingga bau aroma tubuhnya sangat menyengat, Yin Sen yang dulu kini sudah berubah.
...πΉπΈπβ€ππΈπΉ...