
Mereka mengeluarkan uang 100 yuan dan menaruhnya diatas meja.
Mata Yin Wushuang menatap dingin, iblis ini ternyata memiliki keberanian untuk memegang tangannya!
Yin Wushuang sudah mengerti bahwa 2 iblis ini pasti ingin menipu kemudian menjebak dirinya.
Ingin memakanku!
Jangan harap!
Tiba-tiba Yin Wushuang menarik perhatian penumpang lain di dalam kereta.
"Hei, apa yang terjadi?"
"Sepertinya kedua laki-laki itu telah menyakiti gadis itu sehingga mereka dipukuli...."
"Kedua laki-laki itu bajunya jadul banget ya? Seperti baju-baju yang biasa dipakai dalam film-film jaman dulu."
"Mungkin karena mereka miskin!"
Mendengar ejekan kerumunan orang-orang yang ada di dalam kereta, seketika wajah Mo Si penuh amarah, dan tangannya dikepal, sehingga dari tatapan matanya ia menunjukkan wujud aslinya.
Mo Er pun segera menenangkannya, "Tenang, tenang, jangan lupa tujuan kedatangan kita kesini!"
Mo Si mendengus, lalu melepaskan pegangan tangannya dengan Mo Er, dan duduk kembali.
Setelah bergegas ke Kota Gangcheng semalam, mereka tidak menemukan jejak di Gunung Lishan, sehingga mereka berencana pergi ke Kota untuk mencarinya.
"Saudara kedua! perempuan berambut kuning ini telah meremehkanku, saya akan memberi pelajaran untuknya!"
"Kekuatan spiritual yang ada di dalam tubuhnya terlihat murni, sepertinya tidak mudah ditaklukkan."
"Mungkin karena badannya bagus saja, kau lihat saja di sekitar badannya tidak menunjukkan kekuatannya berarti dia hanya manusia biasa!"
"Kamu... ya sudah kalau begitu saya harap kamu tidak akan berbuat sesuatu yang merugikan kita."
Mo Er memandang Yin Wushuang, mereka berkomunikasi satu sama lain di dalam hatinya.
Mereka tidak tahu bahwa cincin phoenix ungu kuno dapat menutupi kultivasi yang ada pada Yin Wushuang, kecuali Yin Wushuang secara terbuka memperlihatkan kekuatannya, jika tidak maka kekuatan spiritualnya itu tidak akan kelihatan bahkan ketika Kaisar Langit datang juga tidak dapat melihat bahwa dia adalah seorang yang mempunyai kekuatan spiritual.
π
Setelah Yin Wushuang keluar dari kereta, kemana pun ia pergi, kedua iblis itu terus mengikutinya.
Yin Wushuang berpikir dalam benaknya, "Sepertinya saya tidak boleh langsung menjenguk Yin Wuchen."
Ia berjalan tanpa tujuan, ia hanya mengikuti kakinya melangkah, kemudian ia pun memasuki jalan sempit yang panjang dan ternyata itu adalah jalan buntu.
Itu adalah gang kecil yang berada diantara gedung-gedung tinggi, dengan tumpukan sampah di sudut-sudutnya.
Mo Er dan Mo Si saling memandang dan masih terus melangkahkan kakinya mengikuti Yin Wushuang, dan mereka sepertinya tampak sangat senang.
Tikkk....Tikk....Tikk.... (bunyi tetesan air).
Tetesan air yang dihasilkan dari AC di lantai atas menetes dari langit dan terciprat ke tanah, dan suara tetesan air itu terdengar sangat jelas di tengah suasana sunyi di gang buntu.
Sambil melihat dinding yang terhalang di depannya, Yin Wushuang menyentuh dagunya dab berkata, "Ehmm....Jalan buntu?"
Mereka tertawa di belakang Yin Wushuang. Pakaian Mo Si beterbangan sendiri padahal tidak ada angin, dan matanya hitam, "Ya, jalan buntu! Hidupmu juga akan berakhir disini!"
Mata Mo Er juga menjadi hitam.
Mereka masing-masing berdiri di kiri dan kanan Yin Wushuang, mereka pun menutup jalan buntu yang sempit itu.
Mo Si memegang pisau dan di dalam pisau itu sudah ada ilmu sihirnya, Yin Wushuang tahu bahwa jika pisau itu menusuknya, pasti akan sangat sakit dan mungkin ia akan meninggal seketika.
Mo Er juga memegang pisau yang panjang, dan pisau itu juga memiliki ilmu sihir didalamnya.
Yin Wushuang berbalik badan dan menghadapi kedua pria iblis itu, saat itu cincin phoenix ungu kuno mengeluarkan cahaya.
"Loh, kenapa? Bukannya kamu tadi sombong sekali ketika di kereta tadi? Kamu takut ya?" Mo Si lalu mengambil kedua pisau itu dan memainkannya.
"Atau begini saja, karena menurutku kamu adalah barang yang bagus, bagaimana kalau kamu ikut kami saja menjadi iblis?"
Mo Er menjilat-jilat pisaunya, dan matanya penuh dengan energi hitam.
Di dalam cincin phoenix ungu kuno, Mo Baobao berbicara dengan nada yang sepertinya sangat khawatir.
[Tuan, apakah anda benar-benar ingin melawan mereka dia lawan satu?]
...πΉπΈπβ€ππΈπΉ...