
Malam yang indah disertai kelap-kelio lampu rumah penduduk.
Dimalam ini, wajah Yin Wushuang terlihat sangat pucat.
Sementara Monster Kayu yang ada di dalam cincin phoenix ungu kuno itu juga terbaring lemah.
Karena saat ia menaklukkan tanaman-tanaman itu, ia telah melampaui batas kekuatannya.
Mo Ying sebenarnya sangat sulit ditaklukkan.
Saat perjamuan itu, jika ia membunuh keluarga Mo, mereka pun juga tidak akan mendapatkan keuntungan dari kematiannya.
Lagi pula Yin Wushuang juga masih belum terlalu kuat untuk menghadapi lawan setingkat keluarga Mo, tapi jika ada kesempatan lagi mungkin bisa jadi ia akan melawannya.
Yin Wushuang sangat yakin dalam setiap keputusan yang diambilnya.
Ia masih belum menyelamatkan adiknya Yin Wuchen, jadi dia harus menjadi lebih kuat!
π
Pada saat yang sama di sebuah bukit di luar Kota Gangcheng, di sana tidak ada kehidupan, suasananya juga sangat gelap dan masih belum ada lampu penerangan.
Di dalam sebuah goa yang ada di tengah hutan, ada sebuah rak yang berisi kerangka tengkorak yang tertata rapi di sana.
Di dalam goa itu terdengar suara, "Ketua, hari ini saya keluar mengecek lentera roh dan menemukan bahwa Chu Xiong telah meninggal!"
"Apa? Chu Xiong meninggal? Bukannya dia adalah seorang Menteri Pendidikan di Kota Gangcheng? Beberapa waktu yang lalu saja ia masih sempat berbincang-bincang soal jurusnya yang sudah hampir mencapai kesempurnaan.
"Entahlah, buktinya lenteranya sudah mati."
Laki-laki yang duduk di atas itu menampakkan wajahnya yang sangat mengerikan, ia mempunyai gigi taring yang panjang, dikepalanya juga ada dua tanduk yang menjulang ke atas, tatapan matanya sangat seram.
"Chu Xiong sungguh tidak berguna!"
Ketika mendengarkannya membentak, semua orang yang ada di sana pun langsung berdiri.
"Jangan marah ketua!"
Laki-laki yang berada di bawah itu pun memberikan hormat padanya.
Mendengar perkataan Ketua itu, hantu-hantu yang sedang terbang itu juga merasa kaget.
Mereka pun berlutut di hadapan ketuanya dan berkata, "Jangan marah Tuanku!"
"Untungnya, dia tak membuat keributan di Sheng Xianming. Jika ia, aku akan menghancurkan tulangnya dan akan menghancurkan jiwanya juga, sehingga dia tidak bisa hidup lagi selamanya."
"Betul ketua!"
Setelah beberapa saat, tuan itu berkata, "Chu Xiong memang bodoh, tetapi ia juga salah satu muridku. Kalian berdua pergi ke Gangcheng untuk mencari tahu masalah ini. Cari tahu siapa yang membunuh Chu Xiong, aku akan membalasnya 10 kali lipat! Kalau tidak mereka akan menertawakan kaum kita!"
"Laksanakan."
π
Sementara di rumah keluarga Yin....
Mayat Zhang Meili yang masih terbaring di dalam peti mati yang di letakkan di ruang tamu itu, kini baju yang ia kenalan telah rusak dan rambutnya juga sudah mulai berantakan.
Melihat jenazah ibunya itu Yin Xue'er menjadi ketakutan dan bersembunyi di sudut ruangan sambil membungkukkan badannya memeluk diri sendiri!
Wajah Yin Xue'er sudah sangat pucat karena ketakutan, lalu ia berkata, "Ibu, maafkan aku! Aku tak sengaja melukaimu, pasti ibu akan memaafkanku kan?"
Wushhhh.... (suara angin pun bertiup).
Angin dari luar rumahnya tiba-tiba meniup masuk ke dalam ruang tamu. Uang kertas putih yang ada di dalam ruangan itu pun terbang dan mengenai wajah jenazah Zhang Meili.
Yin Xue'er semakin ketakutan dan ia pun menangis, "Ibu, maafkan aku! Aku telah bersalah! aku salah!"
Yin Xue'er kemudian mengambil HPnya dan menelpon Yan Ziye, saat terhubung ia menangis dan berkata, "Ziye, bisakah kamu datang ke rumahku sekarang, aku sangat takut...."
Yan Ziye terdian dan teringat ucapan ayahnya untuk menjaga jarak dengan Yin Xue'er, lalu ia pun menjawab, "Maaf Xue'er, saat ini saya tidak bisa keluar dari rumah."
Tut...tut...tut...
Teleponnya telah dimatikan.
...πΉπΈπβ€ππΈπΉ...