Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
84. sampai di rumah


setelah meminta ijin sama bu tri untuk pulang kampung, kini aku sudah berada di dalam bus untuk menuju kampung ku.


ibuk maaaf kan aku jika aku membuat malu ibuk, aku akan segera memberes kan masalah ini buk, ibuk tidak perlu khawatir lagi, dan kamu sella kamu akan merasakan apa yang aku rasakan. batin ku.


maaf kan aku ya allah jika di saat bulan puasa ini aku menyimpan dendam, aku sudah sudah tidak tahan dengan sikap nya sella, hanya dengan cara ini aku bisa menghentikan sella.


setelah sampai di rumah aku di sambut antusias sama ibuk, mbak mia dan andre.


" tia kamu apa kabar nak.?


" tia baik baik saja kok buk.


" ibuk bagai mana kabar nya.?


" ibuk juga baik baik saja.!


kelihatan sekali kalau ibuk mencemas kan aku, mungkin mbak mia sudah menceritakan semua nya sama ibuk,


" buk maaf kan tia ya sudah membuat malu ibuk.?


" ibuk tidak apa apa tia, justru ibuk khawatir sama kamu apa kamu yakin akan baik baik saja jika sudah mendengar nya sendiri.


" aku yakin buk aku akan baik baik saja, ibuk tenang saja aku akan segera menyelesai kan masalah ini.


" ya sudah kmu istirahat dulu pasti capek kan.?


" iya buk "


aku baik baik saja karena aku sudah mendapat kekuatan dari mas soni untuk membungkam mulut nya sella.


setelah sore hari nya aku pun keluar rumah untuk melihat lihat sekitar rumah, dan saat aku lagi melihat tanaman ibuk ada ibu ibu lewat dan langsung menghakimi ku.


" hei..perempuan hina ngapain kamu masih menginjakan kaki di kampung ini.?kamu itu sudah mencemar kan nama kampung kami tahu tidak, kamu itu pantas nya di usir dari kampung sini.


" maaf ibuk saya ada salah apa ya sama ibuk,? kenapa ibuk menuduh saya perempuan hina.? jawab ku tenang.


" ingat buk bulan puasa, jangan marah marah nanti puasa nya batal lho.!


" kamu mau nyeramahin saya, harus nya kamu itu sadar diri perbaiki diri kamu jangan sok ceramahin saya.


aku berusaha sabar, aku tidak mau terpancing emosi gara gara omongan ibu ibu itu, tunggu saat nya nanti buk, aku akan membuktikan kepada kalian semua siapa yang benar dan siapa yang salah,


sabar ku juga ada batas nya karena aku juga hanya manusia biasa, di saat aku sudah tidak bisa bertahan dengan kesabaran ku, aku akan menunjukan kepada kalian bahwa orang yang selama ini hanya diam di saat kalian hina, kali ini dia akan melawan kalian semua. batin ku.


" tia..


" eh..iya buk, jawab ku kaget tiba tiba ibuk menegur ku.


" tia jangan dengar kan kata kata mereka ya.


" iya buk tia tidak akan terpengaruh sama omongan orang orang kok.


" ya sudah masuk sana sudah sore.!


" iya buk," aku langaung bergegas masuk kerumah.


aku harus bisa menahan emosi, aku tidak boleh emosi nelawan mereka nanti malah di kira nya aku benar benar melakukan apa yang mereka tuduh kan.


sabar tia sabar ingat bulan puasa tidak boleh marah marah, batin ku sambil mengelus dada.


apa kah mereka tidak sadar ya kalau mereka juga punya anak, jika masalah yang menimpa ku saat ini suatu saat akan menimpa anak anak mereka juga, apah mereka akan baik baik saja, aah..biar lah itu urusan mereka aku tidak peduli.aku menggelengkan kepala.


.


.


.


.