
aku tidak peduli soal biaya, yang penting listrik nya segera terpasang, aku semakin geram dengan ulah pak darso dan istri nya, jangan mentang mentang mereka kaya terus seenak nya, aku ingin tahu sampai kapan kekayaan yang mereka miliki akan bertahan.kesal ku.
" permisi bu inem! ucap mbak mia.
" eh..mia ada apa?
" begini buk saya mau memasang listrik, tapi mau pasang kabel nya lewat jalur pusat bu inem!.
" oh..boleh mia! tapi kenapa lewat rumah saya? kan rumah bu darsi lebih dekat?
" bu darsi dan suami nya tidak memperboleh kan bu!
bu inem memang orang yang baik, dari dulu dia yang selalu membantu saat kami sedang susah.
" apa""" tidak boleh, bener bener keterlaluan bu darsi dan suami nya, geram bu inem. ya sudah mia tidak apa apa ambil dari rumah saya saja, kapan kamu akan pasang listrik nya?
" sekarang buk karena petugas nya sudah di rumah.
akhir nya listrik nya di pasang lewat rumah bu inem, meskipun jauh tidak apa apa lah, yang penting listrik nya bisa terpasang.
setelah beberapa jam memasang listrik, kini sudah selesai dan aku sudah membayar para petugas yang memasang listrik, semua sudut yang memerlukan lampu sudah di pasang.
aku memandangi listrik yang sudah terpasang, tanpa terasa air mata ku mentes, akhir nya impian ku terwujud, aku segera menyeka air mata ku, aku tidak boleh sedih, batin ku
meskipun harus ada drama perdebatan dengan tetangga, tidak apa lah yang penting aku sudah bisa mewujud kan impian ku, untuk membelikan ibuk listrik, agar ibuk tidak lagi menyalur listrik dari tetangga.
" tia kenapa uang kamu kamu habis kan buat beli listrik? tanya ibuk.
" tidak apa apa buk! yang penting sekarang kita sudah punya listrik sendiri.
" uang nya jangan di habis kan tia di tabung!
" iya buk tia kan masih kerja!
'' iya tia'' tapi kamu juga harus menabung!
" iya buk tia pasti nabung kok.
karena aku pergi nya lama tanpa mengabari yang di rumah, gak nyangka ternyata sekarang andre sudah lulus sekolah, banyak sekali momen bersama keluarga yang terlewat kan, tapi terbayar sudah dengan impian aku yang sudah tercapai.
" andre kamu gak melanjut kan sekolah?
" tidak mbak aku mau bekerja saja!
" lha..kok malah cari kerja ndre?
" iya mbak aku juga pengen kerja supaya punya penghasilan sendiri, seperti mbak tia!"
aku senang dengar cerita kalau andre yang mau mandiri, tapi sayang juga tidak mau melanjut kan sekolah, yah.. mau bagai mana lagi orang nya tidak mau sekolah ..terserah andre saja lah toh andre juga yang menjalani.
" memang nya kamu mau kerja di mana ndre?
" belum tahu mbak!" yah..untuk sementara bantu bantu ibuk di kebun lah mbak! dari pada di rumah juga nggak ngapa ngapain.
" iya terserah kamu saja ndre! yang penting kalau nanti dapat kerjaan harus bener bener di teliti dulu, jangan asal terima saja.ucap ku menasehati.
" iya mbak itu pasti, aku kan juga belajar dari pengalaman mbak tia!, hehe..
ternyata andre diam diam juga belajar dari pengalaman kerja ku, yah..bisa di bilang pengalaman buruk lah. karena itu lah aku selalu menasehati andre.
.
.
.