
setelah keluar dari rumah mbak rina, aku di antar pulang sama mas dio, saat perjalanan pulang aku aku masih memikir kan uang aku yang belum di kasih sama mbak rina.
'' mas dio?
" iya tia!
" mas terus bagai mana uang aku yang belum di kasih, apa nanti aku harus kesana lagi minta uang?
" tidak perlu ke sana lagi tia! tidak mungkin akan di kasih, biarkan saja uang itu di makan sama mereka, mereka itu sengaja mengulur waktu supaya kamu itu kembali bekerja sama dia, dengan menahan uang kamu dia akan memanfaat kan kamu, aku sudah hafal dengan orang orang seperti itu, jelas mas dio panjang lebar.
" ya sudah lah mas rugi aku bekerja selama ini, ucap ku lesu.
"ihklas kan saja tia nanti kamu akan dapat ganti nya yang lebih dari itu.
sambil jalan pulang ke rumah aku dan mas dio mengobrol di jalan.yang kita omongin masih seputar uang aku yang tidak kembali, untung nya mas dio orang nya bijak sana, bisa memberi kan pengertian sama aku, akhir nya aku bisa tenang dan mencoba mengihklas kan nya.
setelah sampai di rumah ibu bertanya kenapa aku pulang sama mas dio.
" lho tia kok sama dio?
" iya buk aku berhenti kerja!
" kenapa tia?
ibu pasti bertanya tanya kalau aku berhenti kerja.
" pekerjaan nya tia itu sangat berat bulek, makanya aku suruh dia berhenti kerja! mas dio yang menjawab.
karena aku bingung juga harus cerita apa, aku bekerja selama dua bulan tapi pulang tidak membawa uang, walaupun ibuk tidak pernah minta uang, tapi aku tidak enak sama ibu.
" memang nya tia kerja apa dio?
aku tidak menyahut, karena semua sudah di katakan sama mas dio, mau ngomong apa lagi, mas dio memang begitu, kalau keluarga nya ada yang di tindas dia memang selalu yang terdepan.
mungkin kalau kejadian beberapa bulan yang lalu, saat aku di curigai majikan karena aku cantik, lalu di pindah ke orang lain yang ringan tangan, kalau mas dio tau dia pasti sangat marah,
mas dio memang dekat sama ibuk sejak kecil, dan mas dio hanya dua bersaudara kakak nya juga laki laki, karena itu lah mas dio selalu melindungi keponakan nya, karena mas dio juga tidak punya saudara perempuan.
'' kalau pekerjaan kamu begitu berat kenapa kamu bertahan tia? tanya ibu.
" karena kan tanggung buk! aku bertahan selama dua bulan aku pikir supaya dapat uang, gak tau nya malah kayak gini!
" tidak apa apa tia ikhas kan saja uang yang tidak di berikan itu, uang bisa di cari lagi, yang penting kamu tidak apa apa! ucap ibu.
" iya bu"
" dio kok kamu bisa tau kalau tia pekerjaan nya sangat berat? tanya ibu.
ibu juga penasaran kenapa malah mas dio yang tahu, sedang kan ibuk nya tidak tahu.
" kemarin waktu ada acara di rumah ibuk aku ngobrol sama tia bulek, dan tia yang cerita semuanya!
" Oohh"
.
.
.