
Sebelum bel berbunyi anak anak masih asik bermain dihalaman sekolah ada yang ke kantin, ada yang bermain bola bekel.
'' Hai..Tia main bola bekel yuk?'' ajak Stela
'' Maaf Stel aku tidak punya bola bekel.
'' Pake punya ku aja Tia ini aku ada dua.
'' Baik lah terimakasih ya Stela.
'' Iya Tia sama sama.
Hanya Stela lah temen di sekoalah yang tidak pernah memandang rendah diriku.
Banyak temen sekolah yang tidak suka karena aku miskin, hanya Stela lah teman aku satu satu nya di sekolah.
'' Hei..Tia kamu tidak pernah ganti baju.? sudah kumuh begitu masih di pake,? ucap Crisa mencemooh.
Itu lah Crisa temen sekolah ku yang paling tidak suka sama aku, karena dia anak orang kaya di kelas ku.
Aku selalu diam kalau dia menghina ku, karena memang kenyataan nya aku tidak punya baju sragam yang lain.
'' Hei..Tia kamu gak denger saya tanya?'' tanya Crisa dengan akuh nya.
'' Iya Crisa saya tidak punya sragam yang lain cuma ini yang saya punya, jawab ku.
'' Patas tidak pernah ganti baju lusuh kayak gitu masih di pake, oh..iya kamu kan orang miskin ya.? mana bisa beli baju baru oops, kata cris sambil menutup mulut nya seolah dia tidak sengaja mengucap kan nya.
Itu lah hinaan dari Crisa dan teman teman nya, yang selalu aku dapat kan setiap hari di sekolah, walaupun di hina teman teman setiap hari,aku selalu diam, karena membalas pun percuma aku tidak punya apa apa.
'' Hei..Tia sepatu kamu sudah bolong gitu masih di pake ga ada yang lain apa?'' tanya Stefi.
'' Oh.ya Tia di rumah aku banyak sepatu bekas aku tuh kalau kamu mau ambil aja gratis ko, dari pada beli baru kamu kan sudah pasti tidak mampu, hahaha..tawa Stefi.
Stefi tidak pernah berniat membantu ku tapi dia cuma mau menghinaku.
Aku selalu diam tidak pernah membalas kata kata mereka.yang penting aku bisa sekolah dan pihak sekolah pun tidak pernah mempermasalah kan soal apa yang aku pakai, itu saja yang ada dalam fikiran ku.
Kenapa mereka selalu merendah kan aku, apa salah ku sama mereka?'' salah kah aku menjadi orang miskin?''kalau bisa memilih aku juga tidak mau menjadi orang yang miskin, ucap ku dalam hati dengan wajah yang sedih.
Apakah orang miskin itu sangat hina di mata orang orang sehingga semua orang menghina ku?''
Aku merasa sedih jika memikir kan hinaan dari teman teman, apakah sehina itu aku di mata mereka, sehingga aku tidak pantas di jadikan teman, hanya sekedar dekat saja mereka tidak mau.
Kadang aku merasa tidak percaya diri, melihat teman teman memakai sragam bagus sepatu bagus, aahh sudah lah buat apa aku mikirin mereka, aku menyadar kan diri ku sendiri, bersyukur sudah bisa sekolah tanpa memikir kan biaya.
Aku pun masih sering berkhayal, kapan yaa.. aku bisa seperti mereka?, bisa beli sepatu baru, baju baru, bisa punya sepeda, dan punya uang saku setiap ke sekolah, fikir ku dalam hati.
''
.
.
.
.teman teman semua minta kritik dan saran nya ya karena saya baru belajar menulis.
TERIMAKASIH🙏🙏😊