Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
74. di permalukan di pasar


setelah sampai di pasar aku langsung menuju penjual sayuran, aku langsung berkeliling pasar, untuk membeli apa saja yang ada di dalam daftar belanjaan, tak lupa aku juga membeli lauk,


seperti ayam, daging sapi dan ikan laut.


nah ini ada cabe dan sayur yang masih segar segar beli di sini saja lah.


" buk beli cabe nya sekilo ya.?


" iya mbak" jawab ibu ibu penjual sayur.


" sama tomat nya juga sekilo buk.!


" apa lagi mbak.?


" ini buk, aku menyodor kan sayuran yang sudah aku pilih ada, brokoli, wortel, kubis, jagung manis dan lain lain.


beli sayur sudah.! sekarang beli daging dulu deh.


" pak daging satu kilo berapa pak.?


" seratus ribu mbak.!


" gak bisa kurang ya apak.?


" gak bisa mbak sudah segitu harga nya.


" ya sudah dua kilo ya pak.


sayur sudah, daging sudah, ikan sudah, sekarang apa lagi yang belum yah..?mmm ahh..iya ayam nya belum.


aku bergegas menuju ke penjual daging ayam, berat juga ternyata belanjaan nya, aku titip ke mas soni dulu deh.


lalu aku keluar dari pasar dan mencari mas soni, ternyata mas soni parkir nya juga tidak jauh dari area pasar, jadi gampang mencari nya.


" mas soni..! mas aku titip belanjaan dulu ya.?


" mau kemana lagi.?


" beli ayam mas betar doang kok.!


" ya sudah cepetan ya.?


aku langsung berlari masuk kedalam pasar lagi, dan menuju ke penjual ayam,


saat aku ingin membayar ayam nya tiba tiba ada orang yang mengenal ku.


" hei...kamu tia kan..?


" iya" aku aku menoleh ternyata yang bertanya adalah sella.


sella adalah anak tetangga di kampung, dia orang yang sering menghina ku.


" hmm..iya sel, jawab ku seramah mungkin.


tumben tumbenya sella sok ramah sama aku apa dia sudah insaf ya..?


" oh..iya tia kamu kesini sama siapa.?


" aku sama majikan aku sel.


" oh..kirain sama laki laki simpanan kamu, ucap sella lantang.


deg..deg..perasaan ini sudah nggak enak.


aku tahu sella sengaja mengencang kan suara nya agar di dengar sama orang orang.


" maksud kamu apa sella..?


" alahh gak usah ngelak kamu tia, kamu itu pake guna guna kan supaya semua laki laki itu suka sama kamu.?


" aku tidak seperti yang kamu tuduh kan sella.!apa kamu punya bukti kalau aku memakai guna guna.?


" bukti nya para cowok di kampung semua pada melirik mu.tidak mungkin kalau kamu tidak pake guna guna. secara kan kamu orang miskin. ucap nya lantang.


" hai..semuanya yang ada di sini lihat perempuan miskin ini, asal kalian tahu ya dia itu memakai guna guna supaya bisa memikat para laki laki, hati hati kalin semua sama perempuan ini, ucap sella dengan lantang.


aku sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, aku menunduk karena air mata ku sudah tidak bisa di tahan, aku menjawab pun tidak ada guna nya, karena sella pintar sekali berbicara.


" kalian semua jangan percaya sama mulut perempuan ular itu, tiba tiba soni datang ikut bicara.


itu kan mas soni ngapain masuk kedalam.? batin ku.


" hei..kamu siapa.? jangan ikut campur urusan ku. ucap sella.


" kamu yang jangan ikut campur urusan saya.! nenunjuk sella.


" oh..atau jangan jangan kamu laki laki simpanan nya tia juga ya.


" jaga bicara kamu, aku bisa menuntut mu atas pencemaran nama baik.


asal kalian semua tahu, perempuan ini adalah perempuan baik baik dia bekerja bersama keluarga saya sudah dua tahun, jadi saya lebih tahu siapa perempuan ini, dia tidak seperti yang di tuduh kan sama perempuan ular itu, ucap soni menekan kan.


" tia ayok kita pulang gak ada gunanya kamu berdebat sama wanita ular.


mas soni langsung menyeret ku keluar dari dalam pasar, aku masih menunduk malu karena banyak orang yang menonton aku bertengkar sama sella.


.


.


.