
Pagi ini aku memasak untuk sarapan lebih banyak karena penghuni rumah nya bertambah, pagi ini aku memasak sendirian, biasanya ada bu Tri yang selalu bantuin, mungkin bu Tri capek karena semalam pulangnya sudah larut malam dari acara kantor.
Selesai memasak aku menata masakan di meja makan, setelah nya aku membangun kan anak anak untuk bersiap ke sekolah.
' Alif, Alin bangun yuk, sudah siang nanti sekolah nya telat lho..!! ucapku membangun kan Alif dan Alin.
' Iya mbak,'' ucap Alif dan Alin langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berganti pakaian sragam sekolah, aku mengajak anak anak sarapan terlebih dahulu.
' Alif mau sarapan pakai apa.? tanyaku.
' Pakai telur mata sapi saja mbak, jawab Alif.
' Kalau Alin mau pakai apa.?
' Aku juga sama mbak, jawab Alin.
' Oke,, jawabku, langsung menyiap kan sarapan untuk anak anak.
Selesai anak anak sarapan aku mengatar nya ke sekolah, semua penghuni rumah belum pada bangun, hanya pak dodo saja yang sudah bangun dan sudah berangkat ke kantor.
Sesampai nya di rumah ternyata semua sudah pada bangun, dan sedang sarapan di meja makan, aku langsung ke belakang menjemur pakaian yang sudah aku cuci tadi pagi, samar samar aku mendengar bu Ida dan yang lainnya lagi mengobrol di meja makan.
' Masakan nya enak banget, siapa yang masak ini semua Tri.?? tanya bu Ida.
' Oh..yang masak ini semua Tia mbak, jawab bu Tri.
' Mmm,'' enak banget ini Tri, ucap bu Ida sambil mengunyah makanan nya. semoga saja aku segera mendapat kan menantu yang pintar memasak seperti Tia. ucap bu Ida senang.
' Uhuk...uhuk..,Soni kesedak mendengar ucapan ibu nya.
' Pelan pelan Soni kalau makan. ucap bu Tri.
' Iya tante,'' jawab Soni.
' Kapan aku akan mengendong cucu seperti kamu ya Tri.?? padahal aku lebih tua dari kamu tapi kamu sudah punya dua cucu, ucap bu Ida.lesu.
' Sabar mbak mungkin anak mbak belum ketemu sama jodohnya, atau mungkin mbak Ida ada kriteria menantu yang seperti apa begitu.?? tanya bu Tri.
' Kalau aku sih yang penting baik Tri, tidak masalah mau dari kalangan apa pun itu. ucap bu Ida.
Selesai menjemur pakaian aku membersih kan rumah menyapu dan mengepel lantai, mengelap meja dan kaca yang kotor. lalu aku membersih kan meja makan, karena bu Tri dan yang lainya sudah selesai makan, aku membawa piring piring kotor ke belakang, saat aku mencuci piring tiba tiba ada yang datang mengagetkan ku.
' Eh..mas Doni,, ada kok mas sebentar ya aku buatin. ucapku.
' Jangan panggil mas dong, panggil Doni saja oke..aku buat sendiri saja kopi nya, mbak lanjut kan saja mencuci piring nya.
' Itu kopi dan gula nya ada di sana, aku menunjuk di mana letak kopi dan gula.
' Mbak Tia sudah lama kerja di sini.?? tanya Doni.
' Sudah mas,'' sudah hampir tiga tahun. jawabku.
' Jangan panggil mas, Doni saja berasa tua aku.ucap Doni kesal.
' Oke,'' ucap ku sambil membulat kan jari.
Ternyata mas Doni orang nya juga ramah, dari kemarin datang hanya sesekali saja bicara, aku kira orang nya arogan dan tidak mau mengenal orang kampung.
' Sudah lama juga ternyata ya mbak.??
' Iya mas,'' jawabku.
' Hoe..lama banget sih bikin kopi nya.?? ucap mas Soni tiba tiba datang ke dapur
' Baru juga di bikin gak sabaran banget sih, ucap Doni.
' Mas Soni mau kopi juga, tanya ku.
' Oohh..jadi kamu lama di dapur karena ingin menggoda Tia, tanya mas Soni sambil menoyor kepala Doni.
' Mas cemburu ya..?? goda Doni.
' Siapa juga yang cemburu, aku tuh dari tadi nungguin kamu bikin kopi. ucap mas Soni salah tingkah.
' Mbak Tia terimakasih ya kopi nya, enak banget lho mbak, nanti kalau aku sudah balik jakarta aku bakalan kangen sama kopi buatan mbak Tia. ucap Doni menggoda mas Soni.
padal kopi yang membuat Doni sendiri tapi keran ingin menggoda mas Soni, Doni mengaku kalau kopi yang ia buat itu adalah bikinan aku. batinku tertawa sendiri. melihat kejahilan kakak beradik itu.
.
.
.