MENUJU KESUKSESAN

MENUJU KESUKSESAN
19


Rusdi dan max hanya diam ketakutan melihat bagai mana alex dan zeyn menghajar ketiga orang itu, mereka tau kemampuan tiga orang anggota elang hitam yang mereka sewa tidaklah lemah tapi tiffin dan zeyn mampu menghajar mereka.


Tiffin kembali melihat ketiga orang tadi.


“Malam besok aku akan bertamu kemarkas kalian, jangan lupa siapkan hidangan untuk menyambut kedatangan ku”… kata tiffin


Setelah itu tiffin dan zeyn menghampiri ketrin dan kedua orang tuanya yang masih terkejut melihat tiffin dan zeyn berkelahi tadi.


“Apakah kalian tidak apa apa, ayo kita keluar dari sini”… kata tiffin menyadarkan mereka bertiga.


“Ayo ayo”… kata daniel


Merekapun keluar dari rumah itu, setelah sampai diluar daniel menelphon supirnya untuk menjemput mereka karna tiffin membawa lamborghini yang hanya bisa membawa dua orang saja, setelah beberapa saat menunggu akhirnya supir danielpun sampai, mereka segera pulang kerumah ketrin.


Setelah sampai dirumah ketrin mereka berkumpul di ruang tamu.


“Ketrin ayo bantu mama buatkan minum untuk mereka”… kata zulfa mamanya ketrin


“Kue juga tante”… celetuk zeyn


Mendengar permintaan zeyn tiffin memukul kepala zeyn.


“Jangan didengarkan tante”… kata tiffin terlihat malu


“Tidak apa apa, tante akan buatkan sekalian nanti”… kata mamanya ketrin


‘Wleek’ zeyn menjulurkan lidahnya ke tiffin


“Terima kasih tante”… kata zeyn


hanya mengangguk, ketrin dan mamanya pun meninggalkan mereka bertiga menuju kedapur.


“Terima kasih nak tiffin dan juga nak zeyn telah menyelamatkan kami sekaligus membatalkan pernikahan ketrin dengan max, aku tidak tahu betapa bersalahnya aku kalau ketrin menikah dengan max”… kata daniel


“Tidak usah sungkan om”… kata tiffin


“Tidak masalah om, menyelamatkan kaka ipar itu kewajiban iya kan kak”… kata zeyn


Tiffin hanya menyumpah zeyn dalam hatinya mendengar kata dari zeyn.


“Ohiya bagaimana cara kalian tahu kalau kami diculik dan dan tahu keberadaan kami”… tanya daniel penasaran


Tiffin pun menceritakan semuanya tanpa menutup nutupinya.


“Begitulah ceritanya om”… kata tiffin


“Aku baru ingat kalau kau ini pengusaha muda”… kata daniel


Sedangkan didapur ketrin dan mamanya menyiapkan minuman dan kue kering.


“Kenapa putri mama diam saja dari tadi”… tanya mamanya


“Ah tidak apa apa ma”… kata ketrin


“Putri mama sepertinya menyukai tiffin, Mama liat dari matamu yang menatap tiffin, apakah benar kata mama”


“Apakah mama menyukai tiffin”… tanya ketrin balik


“Tiffin anak yang baik dia juga kuat, jadi kalau kamu bersama dia mama nggak akan kawatir”


“Oh iya maaf ayahmu ya, karna pernah memaksamu menikah denga max”… kata mamanya ketrin


“Iya ma aku tau ayah tidak ada pilihan lain”


Setelah minuman dan kue keringnya siap merekapun mengantarkannya ke ruang tamu.


Setelah beberpa saat mengobrol tiffin dan zeyn berpamitan untuk pulang kerumah.


Sedangakan dikediaman rusdi.


“Ayah harus mebalas kejadian ini”… kata max yang kesal


“Ini semua karna kamu yang memaksa menikah dengan perumpuan itu, kamu akan ayah kirim keamerika untuk kuliah disana”… kata rusdi


“Tapi yah”


“Tidak ada tapi tapian kamu terlalu sudah terlalu dimanjakan ayah”


Max pun pergi kemarnya meninggalkan ayahnya.


“Adam”… panggi rusdi keasistenya


“Iya tuan”… jawab adam


“Kamu selidiki anak tadi, aku yakin ada yang membantunya, tidak mungkin dia secepat itu dia tahu kalau kita telah menculik mereka”… kata rusdi


“Baik tuan saya akan selidiki, tapi tuan saya baru ingat kalau anak itu pernah tuan tabrak dijalan”… kata adam


“Aku baru ingat, kalau orang itu adalah asisten orang yang penah menabrak aku waktu itu”… kata tiffin mengingat orang itu


“Apakah dia asistenya ayah max, kalau benar berarti ayahnya max yang menabrak aku waktu itu, menarik menarik”


Tiffin pun mengeluarkan hpnya ingin mengirim pesan kepada rolan untuk mencari informasi tentang rusdi, setelah selesai mengirim pesan diapun beristirahat.


Besoknya dia terbangun dipagi hari dan melakukan aktivitas seperti biasanya, saat sedang berolahraga hp tiffin berdering, dan yang menelphonya adalah ketrin.


“Halo fin kamu dimana, aku dirumahmu tapi kata tetangga disini kamu sudah pindah”… kata ketrin


“Ahh aku lupa memberi tahu kalau aku sudah pindah, rumahku sekarang berada di villa goldstar no 1” … kata tiffin


“Aku akan kesana”… kata ketrin


Tiffinpun menyudahi olahraganya dan dia pun mandi membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi satpam memberitahunya lewat telphon kalau ada wanita yang ingin menemuinya tiffin tau itu pasti ketrin jadi dia mnturuh satpam membiarkan ketrin masuk.


“Bi apakah bibi tau dimana tiffin, saya temanya bi”… tanya ketrin melihat pembatntu rumah tangga disana


“Oh temanya tuan muda, tuan muda kayaknya dikamarnya non, apakah mau saya panggilkan”… tanya bi sri


“Tidak perlu bi biar saya saja menemuinya, dimana kamarnya bi”… tanya ketrin


“Dilantai dua non di kamar utama, non pakai lift kalau mau naik keatas”… kata bi sri memberi tahu


Ketrin pun berjalan menunu kamar tiffin, tidak henti hentinya dia menatap kesekelilingnya dengan kagum, dia bukanya orang miskin tapi rumah ini memang sangat mewah bagi siapa saja yang melihatnya.


Ketrin pun sampai depan pintu kamar tiffin dia tahu karna pintunya terlihat lebih besar dari pada yang lain, ketrin pun langsung masuk kedalam dan mereka berdua sama sama terkejut karna tiffin masih memakai handuk dipinggangnya.


“Aaaa, mata ku ternodai”… teriak ketrin sambil membalikan badannya


Sedangkan tiffin langsung lari masuk kedalam walk in closet untuk memakai pakaian, setelah selesai memakai pakainya ia pun keluar.


“Kok nggak ketuk pintu dulu kalau masuk”… kata tiffin


“Maaf, aku kan ngga tau kalau kamu habis mandi”… kata ketrin


“Nih makanan masakan mama”… kata ketrin menyerahkan rantang makanan


“Kan meja makanya dibawah”… kata tiffin


“Iya juga ya kenapa aku malah membawanya dikamar”


“Atau kau sengaja membawanya kesini biar bisa makan berduan dengan ku”… kata tiffin menggoda ketrin


“Sembarangan, siapa juga yang mau makan berduan dengan mu, ohiya dimana adikmu”… tanya ketrin


“Untuk apa kamu mencari dia”


“Ya mau ngajak makan lah masak mau ngajak pacaran”


“Ohh jadi kau menyukai adik ku”


“Kamu emang suka sembarang bicara ya, tapi boleh juga sih dia kan tampan tidak seperti kakanya hahaha”… kata ketrin


“Kalau kau suka adikku sana keluar dari kamarku, kamar adiku ada disebalah”… kata tiffin terlihat cemburu


“Bercanda aja kali, gita aja marah”… kata ketrin


“Sebantar lagi mungkin dia akan pulang sekolah”… kata tiffin


Ketrin pun duduk meletakan rantang makananya di meja lalu dia duduk dikasur tiffin, sedangkan tiffin masih berdiri didepan pinti walk in closed.


“Aku tidak menyangka kamu bisa sekaya ini, apa rahasia mu sampai bisa seperti sekarang”… tanya ketrin


“Tidak ada, aku hanya beruntung saja”… jawab tiffin


“Pasti sekarang banyak wanita yang mendekatimukan, apakah kamu sudah memiliki pacar”… tanya ketrin


“Sekarang belum ada, apakah kamu mau jadi pacarku”… kata tiffin santai


“Kamu menembak aku fin”… tanya ketrin


“Iya”… jawab tiffin singkat


“Hmh, nggak ada romantis romantisnya”… kata ketrin memalingkan wajahnya


Tiffin pun menghampiri ketrin dan memegang kepala ketrin biar menatap kearahnya.


“Aku serius ket mau kah kamu menjadi pacarku”…kata tiffin


Ketrin hanya menganggu sebagai jawabanya, tiffin pun mendekatkan wajahnya kearah ketrin, saat bibir mereka hampir bertemu


‘Ceklekk’


“OMG, aku nggak liat”… kata zeyn membalikan badanya setelah membuka pintu kamar tiffin