MENUJU KESUKSESAN

MENUJU KESUKSESAN
17


“Malam ini aku akan mengatur strategi untuk penyerangan yang akan kita lakukan dua hari lagi”… kata zeyn to the poin


“Aku akan membagikan tugas kalian masing masing”… lanju tiffin


Mereka berenam fokus mendengar kan perintah dari tiffin.


“Pertama aku akan memberi tugas kepada ayub sebagai ketua manajemen yang memegang kendali bisnis tiger, aku memintamu untuk mengacaukan bisnis elang hitam selama 2 hari”… kata tiffin sambil melihat kearah ayub


“Rolan kamu bantu ayub mengacaukan bisnis mereka”


“Jordan aku mau kamu membeli senjata sebanyak mungkin, menggunakan koneksimu yang luas aku yakin kamu bisa mengatasinya, berapapun harganya beli saja”


“Lalu untuk sisanya nanti akan kuberi tahu saat penyerangan”


“Baiklah selesai sampai disini saja”


Sepanjang penjelasan tiffin tadi tidak ada yang berani memotong penjelasanya, mereka mendengarkan dengan hikmat perintah dari tiffin.


“Ohiya aku akan memberikan pil kepada kalian, pil ini berfungsi memperkuat fisik dan jiwa kalian, caranya kalian larutkan pil ini kedalam bak mandi dan berendamlah didalamnya selama satu jam, ingat harus satu jam”… kata tiffin sambil membagikan kemereka berenam


“Terima kasih bos besar”… kata mereka serempak


Setelah selesai rapat tiffin segera pulang kerumah karna sudah jam 12 malam, ia pun sampah dirumah dan hendak menuju kekamarnya saat melewati kamar zeyn ia mendengar suara, karna penasaran tiffin pun memebuka pintu kamar zeyn.


“Kamu masih berlatih zeyn, sudah kubilang jangan terlalu memaksakan diri”… kata tiffin menasehi zeyn


“Maaf kak, aku hanya ingin cepat menjadi kuat biar bisa kakak andalkan, aku tidak mau cuman menjadi beban kakak, kalau aku kuat aku bisa melindungi kakak”… kata zeyn terlihat sedih


Tiffin terharu mendengar kata yang keluar dari mulut anak remaja yang berumur 12 tahun.


“Kakak tidak merasa kamu jadi beban zeyn, sekarang istirahat lah besok kamu sekolah kan”… kata tiffin


“Iya kak”


Tiffin pun meninggalkan zeyn dari kamarnya, ia masuk kemarnya untuk beristirahat, kesokan harinya tiffin terbangun mendengar telphonnya berdering.


“Halo ket kenapa kamu menelphon ku pagi pagi begini”… kata tiffin terdengar masih mengantuk


“Kamu baru bangun fin, sudah jam berapa ini”… kata ketrin


“Ini baru jam enam pagi”


“Sudalah, aku menelphon mu karna ingin memberitahu kabar gembira, ayahku sudah melunasi hutangnya ke om rusdi”…kata ketrin


“Terus kenapa?”… tanya tiffin polos


“Karna hutang ayah ku lunas pernikahanku dengan max batal, apa kau tidak bahagia”


“Aku bahagia kalau kau juga bahagia”


Mereka berdua terus mengobrol, setelah selesai mengobrol tiffin mandi membersihkan tubuhnya lalu dia turun kebawah hendak sarapan.


“Sudah sarapan zeyn”… kata tiffin melihat zeyn duduk dimeja makan


“Kakak tidak melihat aku sedang apa”


“Kak sepulang sekolah bisakah kakak mengajariku ilmu tapak suci aku masih kurang paham”… mohon zeyn


“Iya kakak akan mengajari nanti sepulang sekolah”


Mereka pun melanjutkan sarapan, setelah selesai sarapan zeyn berangkat sekolah sedangkan tiffin keruang kerjanya.


Ditempat lain, dirumah yang besar dan mewah.


“Kenapa ayah membiarkan penikahan ku dengan ketrin batal yah”… kata max terlihat kesal


“Dasar anak ini, masih banyak wanita lain yang lebih cantik kenapa harus dia”… kata rusdi ayahnya max


“Aku hanya menginginkan dia yah, kalau ayah tidak menikahkan aku dengan ketrin, aku akan pergi dari rumah ini”… ancam max


“Baiklah baiklah ayah akan mengurusnya”


Rusdi pun mengambil handphonnya hendak menghubungi seseorang.


“Aku ada tugas untukmu”… kata rusdi keseseorang ditelphon


Kembali kekediaman tiffin, terlihat tiffin sedang sibuk didepan laptopnya, iya melihat kejam dinding dan terlihat sudah pukul 3 sore sebentar lagi zeyn akan pulang, iya pun keluar dari ruang kerjanya, saat keluar iya melihat zeyn yang baru pulang sekolah.


“Kak apakah sekarang kakak jadi melatihku”… tanya zeyn


“Iya jadi, kamu ganti bajumu dulu, kakak menunggmu dihalaman belakang”


Tiffin pun menunggu zeyn dihalaman belakang, setelah beberapa saat menunggu, zyen pun datang menghampirinya.


“Kakak akan membimbingmu, sekarang majulah serang kakak dengan seluruh kemampuan mu”… kata tiffin


Zeyn pun langsung maju dan melayang tinju kerah tiffin terlihat tinjuan yang cepat dilayangkan oleh zeyn, tapi tiffin dengan mudah menghindari tinju itu dan menendang paha zeyn.


“Buka sedikit kakimu saat melayangkan tinju”… saran tiffin


Melihat tinju nya melesat dengan cepat zeyn melayangkan tendangan balasan kearah tiffin, lagi lagi tiffin dengan mudah menghindarinya.


Melihat serangan keduanya juga gagal, zeyn menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada, lalu zeyn seperti mengumpulkan energi ke tangan sebelah kananya, setelah itu dia mengarahkan telapak tanganya yang dipenuhi energi kepada tiffin.


‘Shusss’


terlihat energi yang berbentuk telapak tangan mengarah kepada tiffin. Tiffin yang melihat zeyn mampu menguasai ilmu tapak suci dengan cepat ia bergerak menghindar dari serangan itu.


‘Duarr’


Terdengar ledakaan dari serangan zeyn yang berhasil dihindari tiffin, akibat dari serangan itu beberapa pohon ditaman belakang rumah mereka rubuh.


“Bagus, kamu sudah menguasi ilmu tapak suci walaupun belum sepenuhnya, tapi sudah sangat hebat mampu menguasainya hanya dalam sehari saja”… puji tiffin sambil menepuk pundak zeyn


“Bagaimana dengan kerusakan ini kak”… tanya zeyn sedikit merasa bersalah


“Biar tukang kebun yang mengurusnya, ayo masuk kedalam sudah cukup latihanya, kakak sudah lapar”… kata tiffin