
Setelah sampai dirumahnya tiffan merebahkan tubuhnya dikasur untuk beristirahat.
“Sistem buka profil ku”… kata tiffin
‘(NAMA : FIENNES TIFFIN)’
‘(UMUR : 16 TAHUN)’
‘(STATUS : PELAJAR-PENGUSAHA-PEMIMPIN TIGER)’
‘(KECERDASAN : 8/10)’
‘(KEKUATAN : 10/10)’
‘(SKIL : - MEMASAK - DEWA BISNIS - DEWA BARBAR)’
(ASET : - VOLKSWAGEN - KAWASAKI NINJA H2 - LAMBORGHINI VENENO - VILLA GOLDSTAR 1)’
‘(POIN : 1200 POIN)’
Setelah melihat profilnya tiffin pun tidur, dia bangun sekitar jam 6 pagi untuk bersiap-siap kesekolah. tiffin berangkat sekolah jam 7 pagi.
Setelah sampai dikelas tiffin mencari keberadaan ketrin, dia penasaran biasanya ketrin selalu menghubungi dirinya kalau absen dikelas, kemarin dia absen dikelas karna terlambat bangun tapi ketrin tidak menghubunginya.
“Intan apakah kau melihat ketrin”… tanya tiffin ketemen satu kelasnya
“Tidak dari kemarin dia tidak masuk kelas”
“Ohiya makasih”
Tiffin heran tidak biasanya ketrin absen, karna ketrin adalah salah satu murid teladan disekolah itu.
“Nanti sepulang sekolah aku akan menghubunginya”… kata tiffin
Bel pun berbunyi pertanda pembelajaran akan dimulai, semua siswa/i memasuki kelasnya masing-masing.
“Selamat pagi anak-anak”… kata guru tiffin
“Selamat pagi pak”… jawab serentak mereka
“Sebelum memulai pelajaran bapak akan mengingat kan kalian lagi hari ini adalah hari terakhir kita belajar karna 4 hari lagi akan diadakanya ujian kelulusan kalian, jangan lupa belajar yang rajin kalau ingin lulus”… kata guru mereka
“Iya pak”… jawab mereka hampir serentak
“Astga aku hampir melupakan ini karna terlalu sibuk”… kata tiffin dalam hati
Tiffin memang sudah kelas 3 SMA walaupun umurnya masih 16 tahun tapi karna kecerdasanya dia lompat kelas.
Akhirnya pembelajaran mereka pun selesai, tiffin menuju keparkiran motornya, saat sudah mau menyalakan motornya tiffin didatangi max dan temanya.
“Hey tiffin apkah kau sudah tau”… kata max
“Cih kau sudah melupakanya tapi kau masih mengungkitanya aku jadi tidak mood memberitahu mu berita yang akan mengejutakanmu”
“Ayo guys kita cabut”… kata max keteman-temanya
“Ada apa dengan dia, aneh”… kata tiffin bingung
Sebelum pulang dia menelpon ketrin mau menanyakan kenapa dia tidak turun sekolah kemarin dan hari ini. Telphone pun terhubung
“Halo ketrin kamu dimana”… tanya tiffin
“Ti ffin hiks hiks hiks”… jawab ketrin sambil menangis
“Kamu kenapa ket, kenapa kamu menangis”… tanya tiffin penasaran
“Bi sa kah kita ber temu fin aku ingin bi cara”… kata ketrin terisak
“Baiklah dimana kita bertemu”
“Di ta man dekat ru mah ku”
“Aku berangkat sekarang”
Tiffin pun tidak jadi pulang dia langsung tancap gas menuju taman dekat rumah ketrin, setelah sampai dia melihat ketrin duduk bangku taman bawah pohon rindang, tiffin pun menghampirinya.
“Kamu kenapa ket cerita sama aku”… kata tiffin sambil memegang pundak ketrin
“Ti ffin hiks hiks hiks”… kata ketrin sambil terisak
“Sudah tenangkan dulu dirimu baru kamu mulai bercerita”
Ketrinpun memeluk tiffin, setelah merasa tenang ketrin melepas pelukanya dan mulai bercerita.
“Setelah aku lulus aku akan dinikahkan dengan max, aku dipaksa nikah karna ayahnya max meminta untuk menikahkan aku dengan max, ayahku tidak bisa menolak karna iya memiliki hutang yang besar keayahnya max”… jelas ketrin
“Oh jadi ini berita yang akan mengejutkan aku, pantas saja max terlihat bahagia”… kata max dalam hati
“Apakah kamu terpaksa”
“Aku sangat terpaksa fin aku tidak suka dengan max karna kelakuanya aku juga belum siap nikah, aku masih mempunya mimpi yang belum kuraih”
“Aku akan membantumu membantalkan pernikahan itu”
“Sudahlah fin tidak usah menghiburku, mungkin ini memang sudah takdirku”
“Aku serius akan membantumu, kamu tidak percaya dengan ku”
“Bukanya aku tidak mempercayaimu, aku tahu kondisimu, dan hutang ayahku sangat besar”
ketrin pun kembali kerumahnya, dan tiffan masih duduk disana memikirkan cara bagaimana membantu ketrin.