
“Bisakah kau jelaskan apa itu pil penguat tubuh dan buku latihan tapak suci”
(Pil penguat tubuh berfungsi memperkuat fisik dan jiwa penggunanya cara penggunaanya adalah dengan memasukan pil kedalam air, setelah itu pengguna bisa merendam tububnya menggunakan air yang telah dilaruti pil tersebut selama 1 jam)
(Buku latihan tapak suci berisi ilmu beladiri tingkat tingga yang kekuatanya hampir sebanding dengan skil tuan yaitu skil dewa barbar tuan)
“Berpa harga kedua barang itu”
(Untuk satu pil berharga 20 poin sedangkan buku latihan tapak suci berharga 100 poin)
“Aku membeli 7 pil dan satu buku latihan tapak suci”
(Pembelian berhasil poin tuan dikurangi 240 poin)
“Aku akan memberikan pil itu kepada jordan dan lima ketua ditiger”
Setelah selesai mendapatkan barang yang dibutuhkanya tiffin pun beristirahat.
Keesokan harinya tiffin terbangun sekitar jm 9 pagi dia menikmati tidurnya tadi malam, tiffin pun turun kelantai bawah menggunakan lift, setelah sampai dibawah tiffin menuju meja makan untuk sarapan.
“Pagi bik, apakah zeyn sudah berangkat sekolah bik”… tanya tiffin kepembantu barunya
“Sudah tuan, pagi tadi den zeyn sudah berangkat sekolah diantar mang ujang tuan, silahkan tuan sarapan dulu”… kata bik sri
“Terima kasih bik”… kata tiffin
Setelah selesai sarapan tiffin naik lagi keatas menuju ruang kerjanya hendak mengurus perusahaanya, tiffin bekerja hanya dirumah saja, sedangkan yang mewakilinya bertemu dengan klien adalah jesica.
Tiffin sengaja menyembunyikan identitasnya karna dia takut pembunuh orang tuanya akan tau dirinya dan mengincarnya.
Ya tiffin sudah tau penyebab kematian orang tuanya berkat bantuan rolan yang meretas cctv disekitar kejadian meninggalnya orang tua tiffin, tapi tiffin belum tahu apa penyebab orang tuanya dibunuh dan siapa yang membunuh orang tuanya, tiffin masih belum mengetahuinya.
Jadi langkah terbaik adalah memyembunyikan identitasnya dulu sambil mencari informasi lebih lengkap tentang pembunuhan orang tuanya.
Sudah berjam jam tiffin duduk diruang kerjanya, dia hanya keluar saat makan siang dan kini jam sudah menunjukan pukul 03:00.
Zeyn sudah pulang dari sekolahnya, dia naik langsung naik menggunakan lift lalu masuk keruang kerja milik tiffin.
“Kak apakah kakak didalam”… tanya zeyn
“Iya masuk saja zeyn”… sahut tiffin
Zeyn masuk kedalam ruangan itu dan nampak tiffin yang masih fokus menghap laptonya. Setelah beberapa saat tiffin menutup laptopnya dan berbalik melihat kearah zeyn.
“Kamu baru pulang zeyn”… tanya tiffin
“Iya kak, kapan kita akan mulai latihan beladiri kak”… tanya zeyn to the poin
“Kamu tunggu dikamarmu dan isi bak mandi mu dengan air hangat, kamu jangan mandi dulu tunggu kakak menyusul kesana”… perintah tiffin
Zeyn bingung kenapa dia disuruh mengisi bak mandi tapi tidak disuruh mandi, zeyn tidak mau mempertanyakan perintah kakaknya dia langsung keluar menuju kekamarnya.
Zeyn pun mengisi bak mandinya dengan air hangat sesuai perintah kakaknya, setelah terisi penuh dia menunggu kakaknya di sofa dekat kasur, sambil melihat pemandangan dari arah kaca kamarnya.
Akhirnya tiffin pun masuk kedalam kamar zeyn dan langsung menuju kamar mandi zeyn, zeyn mengikuti kakaknya.
“Pil apa yang kakak masukan kedalam bak mandi?”… tanya zeyn yang melihat tiffin melarutkan pil kedalam bak mandinya
“Pil ini akan memperkuat tubuh dan jiwamu, kamu harus berendam didalam bak ini selama sejam”… jelas tiffin
Zeyn pun masuk kedalam bak mandi tersebut, lama kelamaan zeyn merasakan sakit ditubuhnya, zeyn pun tidak tahan dan mulai berteriak kesakitan.
“Sistem apa yang terjadi kepada adikku”… tanya tiffin dalam pikiranya
(Itu adalah proses penguatan tubuh dan jiwa adik tuan, suruh adik tuan untuk bertahan, sedikit lagi dia akan berhasil menguatkan tubuh dan jiwanya)
Mendengar itu tiffin menyuruh adiknya untuk bertahan sebentar lagi dan terus menyemangati zeyn.
Satu jam pun berlalu, zeyn keluar dari bak mandi tersebut, baru saja keluar zeyn langsung terjatuh tidak sadarkan diri, melihat itu tiffin mengangkatnya dan membaringkanya dikasur.
Setelah beberpa saat zeyn tersadar.
“Kau tidak apa apa zeyn”… tanya tiffin melihat zeyn yang sudah sadarkan diri
“Aku tidak apa apa kak, tubuh ku terasa lebih ringat dan kuat, pil tadi berhasil kak”… kata zeyn bangun dari kasurnya dan melompat lompat diatas kasur
“Iya iya, tu burung mu hampir terbang karna kau lompat lompat”… kata tiffin memberitahu zeyn
Zeyn pun segera berlari kearah ruang bajunya untuk memakai baju, setelah selesai memakai baju zeyn pun keluar dari ruangan tadi.
“Kenapa kakak membiarkan aku telanjang” tanya zeyn terlihat malu
“Gak usah malu kita sama sama punya hahaha”… jawab tiffin santai
“Ini buku latihan yang harus kamu pelajari, pelajarilah disore hari aku akan memantau perkembangan mu”… kata tiffin sambil menyerahkan buku latihan tapak suci ke zeyn
Setelah selesai dengan zeyn tiffin keluar dari kamar zeyn dan masuk kedalam kamarnya hendak beristirahat karna seharian dia dukduk diruang kerjanya sambil menatap laptonya berjam jam.
Malam harinya tiffin berencana mengunjungi markas tiger untuk memberikan mereka pil dan juga mengatur strategi untuk penyerangan yang akan mereka lakukan dua hari lagi. Tiffin pun menghubungi jordan.
“Halo jordan, aku akan kemarkas sebentar lagi kumpulkan para ketua masing-masing kelompok, aku ingin membahas strategi kita nanti”… kata tiffin
“Baik bos kami akan menunggu bos dimarkas”… kata jordan
Setelah mematikan telphon tiffin bersiap-siap pergi kemarkas tiger, dia kekamar zeyn dulu untuk memberi tahu kalau dia akan keluar.
“Zeyn kakak akan keluar sebentar ada urusan penting, kamu jangan begadang jangan terlalu keras berlatih ilmu tapak suci”…. Kata tiffin melihat zeyn yang sedang berlatih dikamarnya.
“Baik kak”… jawab zeyn
Tiffin pun mengendari motornya, dia malas mengendarai mobil lambonya karna malas terjebak macet.
Setelah sampai dimarkas tiger, tiffin disambut anggota tiger yang bertugas menjaga gerbang markas.
“Selamat datang bos besar”… kata penjaga itu membukakan gerbang
“Bos jordan dan para ketua sudah menunggu tuan diruang rapat bos”… kata penjaga itu lagi memberitahu.
“Baiklah, aku akan masuk”
Setelah mmemarkirkan motornya tiffin langsung masuk kedalam ruang rapat besar, terlihat didalamnya sudah ada jordan, jack, rolan, ayub, yahya dan juga yongli
“Selamat malam semuanya”… kata tiffin menyapa mereka semua
“Selamat malam bos besar”… jawab mereka serempak
“Malam ini aku akan mengatur strategi untuk penyerangan yang akan kita lakukan dua hari lagi”… kata zeyn to the poin
“Aku akan membagikan tugas kalian masing masing”… lanju tiffin