Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 90


Hari hari Ray habis kan waktunya untuk terus bersama Yara, jalan jalan, bercumbu, atau bahkan sekedar menyiram bunga bersama sang kekasih yang tidak tau apa apa itu


Dan malam ini adalah penutup hari terakhir kerna Ray akan mulai berangkat besok ke italia


Ray menarik napas nya penjang sebelum pamit dengan Yara


"Yara" Panggil Ray pelan


"Ada apa kak?"


"Besok kaka akan kembali ke itali untuk waktu yang panjang" Ucap nya, Raut wajah Yara seketika berubah menjadi sedih


"Berapa lama?"


"Emm belum pasti, tapi kaka akan mengabari mu nanti setelah semuanya jelas ok"


"Yara ikut kak"


"Tidak bisa sayang, selama kaka pergi kau tinggallah bersama Agha ok"


"Tidak mau, jangan pergi lama lama" Yara menangis ia tidak mau berpisah lama lama dengan Ray lagi, sudah cukup ia terpisah dengan Ray selama 10 tahun dari kecil hingga remaja


Ray menangkup wajah basah Yara serta menatap lekat matanya "Dengar, kaka pergi juga demi masa depan kita demi hidup normal demi keamanan mu dan juga kebahagiaan mu. Mengertilah sayang tolong bersabar dan ingat lah kaka akan terus hidup di hati mu" Sakit, Ray merasa hati nya remuk air mata nya begitu deras tak kalah deras dengan air mata Yara


Yara terisak mendekap tubuh sang cinta "Apa yang sebenarnya terjadi kak? kenapa kaka terlihat hancur seperti ini? " Tanya Yara kerna tidak biasanya Ray menangis sampai seperti ini, pasti Ray memiliki masalah yang berat, itulah yang Yara pikirkan


"Hanya pekerjaan yang memakan waktu yang panjang, bukan apa apa. Kaka hanya tidak kuat berjauhan dengan mu terlalu lama" Elak Ray sambil menciumi wajah gadis nya


"Jadi berapa lama Yara harus menunggu?"


"2 tahun"


"Itu terlalu lama tapi baiklah Yara akan menunggu kaka, jadi kaka harus terus menghubungi Yara dan juga jangan pernah melirik gadis lain"


"Kaka tidak akan pernah melirik gadis lain, tapi sepertinya kaka tidak bisa menghubungi mu setiap saat kau tau pekerjaan kaka sangat berbahaya kan? HP bisa saja di hack oleh orang, itu tidak aman Yara"


"Yara mengerti, kaka harus pulang hidup hidup dan kita bersama kembali seperti yang kaka bilang tadi, hidup dengan normal"


Ray hanya tersenyum sambil mengangguk "Maafkan kaka Yara, kaka tidak janji untuk bisa kembali pada mu. Tapi kaka akan berusaha semaksimal mungkin" Ucap nya dalam hati




Pagi pukul sembilan, Ray sudah di bandara bersama Agha dan Yara yang mengantar kepergian nya. Sebelumnya Ray sudah pamit dengan Calvin dan Reva dengan beralasan tentu nya, Orang tua tirinya sebenarnya ingin ikut mengantar kebandara hanya saja Calvin ada meeting serta Reva yang tengah demam di rumah



Suara pemberitahuan bahwa penerbangan pesawat yang akan Ray naiki akan segera berangkat membuat Yara semakin mengeratkan pelukan nya



"Yara" Panggil Ray lembut guna menenangkan gadis yang sudah banjir air mata itu



"Kaka Yara rasanya tidak rela"




Yara akhirnya melepaskan dekapan nya beralih mendongakkan kepala menatap Ray yang mata nya juga sembab



Cup"



Satu kecupan dengan sedikit \*\*\*\*\*\*\* terjadi begitu saja.



Agha langsung mengalihkan perhatian nya kerna sebenarnya ia juga ikut menangis dan membiarkan sepasang kekasih di depan nya melakukan yang mereka mau untuk terakhir kali nya



"Jadi lah gadis baik, turuti perkataan kaka mu ok" Pringat Ray mengelus surai Yara



"Kaka jaga diri baik baik di sana"



"Tentu saja"



Agha pun mendekat "Ku mohon segeralah kembali" Ucap Agha penuh maksud, yang hanya Ray dan dirinya saja yang mengerti



Ray tersenyum tipis hal itu hanya membuat Agha sedikit ragu.



"Moco jaga Yara untuk ku ya" Ucap nya mengelus kucing nya sebelum akhirnya pergi



Kini Ray sudah berada dalam pesawat nya, lihat lah mata Yara yang tidak melepas pandangan nya dari pesawat itu bahkan setelah lepas landas sekalipun



Ray melihat dari jendela gadis nya yang cantik entah kapan ia bisa melihat sosok itu "Sayang aku akan kembali, tunggulah aku" Gumam nya sambil menghapus air mata



**Tbc**.



Btw senin, yok vote😭