Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 54


Yara terbangun dari tidur nya, ia duduk sambil meregangkan tubuh nya ke kiri dan ke kanan. Atensi Yara teralihkan pada selembar kertas Yang ada di atas meja samping Moco duduk


"Surat?"


*Yara kau tetap lah di sini, Maya sudah datang jadi jangan keluar. Untuk sementara kau makan makanan instan dulu ya, itu sudah kaka letakkan di dalam lemari warna coklat berserta cemilan mu*


"Ck untung di sini ada toilet" Gumam Yara setelah membaca surat tersebut


Yara pergi mengecek pintu untuk memastikan apakah pintu itu di kunci dari luar oleh Ray. Ternyata benar dugaan Yara, Ray mengunci nya di sini


"Pfft ahahahaha" Tiba tiba Yara tertawa memegang perut nya yang terasa sakit, entah apa yang membuat nya seperti itu, dia terlihat aneh.




Drttt.. drttt..drttt



Hp Ray berbunyi di kala ia baru saja hendak tidur bersama Maya



"Siapa Ray?" Tanya Maya



"Aku angkat telpon dulu" Ray pergi ke luar menjauhi Maya hingga membuat gadis itu curiga



"Apa perlu keluar?" Gumam nya, Pikiran Ray berselingkuh mulai terngiang di otak nya. Padahal hal itu sempat hilang saat menginjakkan kaki di rumah ini



Sedangkan Ray menampakkan raut kesal berbicara dengan orang di seberang sana



"Apa kau tidak bisa mengatasi nya sendiri?" Tegas Ray mengeraskan rahang nya



"*Kalau aku bisa aku tidak akan meminta bantuan mu, tolong lah aku sedang di kepung FBI. sebentar lagi pasti aku akan tertangkap*"



"Bagaimana bisa FBI sampai ke sini? sialan apa yang kau lakukan! Sudah berapa orang yang tertangkap?"



"*7 orang. Kau tau polisi detektif yang bernama Agha? dia benar benar sialan!! semua ini terjadi kernanya. Hei breng\*sek! berhenti bertanya. Sisanya aku serahkan pada mu*"



TUT



Panggilan pun terputus, Ray menghempaskan HP ke dinding hingga hancur



"F\*ck! kenapa mereka datang ke negara ini tidak bilang bilang pada ku dulu" Umpat nya sambil mengacak acak rambutnya



"Ray ada apa?" Ujar Maya keluar dari kamar kerna mendengar suara benda yang di lempar



"Maya aku pergi ke luar dulu, kau tunggulah di sini"



"Apa? Kau gila meninggal kan ku sendiri di tempat yang seperti ini?!" Marah Maya tidak terima




"Ray aku ikut" Pintanya ketika melihat Ray sudah keluar dari kamar



"Tidak bisa" Ray langsung pergi meninggalkan Maya yang mematung di tempat



Maya sangat ketakutan bahkan ia sampai menangis, cepat cepat ia mengunci pintu seperti apa yang Ray katakan



"Tau gini aku tak akan ingin ke sini" Tangis nya, beranjak ia menuju kamar untuk menutupi dirinya dengan selimut ketika melihat gelap nya malam di luar sana



**Beberapa menit kemudian**..



"Maayaaaaa~



Terdengar suara perempuan di balik pintu kamar itu, Maya ketakutan setengah mati sambil menangis di balik selimut nya



" *Siapa itu? Hantu? aku salah dengar kan*?" Ucap Maya dalam hati dengan tubuh yang langsung terasa panas dingin



"Ahahahaha Maya kau di dalam?"



Lagi lagi terdengar suara



"Aku tau kau di dalam, ayo buka pintunya mari temani aku"



"SIAPA KAU?" Teriak Maya, jantung nya seakan mau lepas



"Aku Yara, ayo buka pintunya"



"*Yara? Yara kan sudah mati.apa itu hantu Yara? tidak ini pasti cuman* *mimpi*"



TAR TAR TAR



"BUKA PINTUNYA!" Teriak Yara dengan menggedor pintu itu kencang, bahkan sangat brutal



"TOLOOONG" Teriak Maya yang terdengar dari kamar sana membuat Yara menyeringai senang.



**Tbc**.