
Di sini lah sekarang mereka berada, di rumah mama dan papa Calvin yang menyambut baik kepulangan mereka.
"Kau sebenarnya ke mana kenapa tidak bisa di hubungi sama sekali?" Tanya Calvin
"Maaf pah sebenarnya Ray mencari keberadaan papa kandung Ray" Tipu Ray beralasan, tidak mungkin kan dia mengatakan yang sebenarnya?
(Mari ber flasback sebelum Agha, Ray dan Yara menginjak rumah ini)
FLASHBACK
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi? kenapa selama setahun lima bulan ini baru datang kembali?" Tanya Agha setelah tadi mereka berdiam diaman selama 10 menit
Ray tersenyum, ia tau akan mendapat pertanyaan seperti ini dari Agha. Sempat sebelum nya Yara bertanya tapi Ray mengatakan akan menjelaskan semua nya bersama Agha juga
Ray menceritakan bagaimana dia berjuang menentang para petinggi hingga akhirnya hampir mati tenggelam di danau
"Saat aku tersadar ternyata aku sudah terbaring di rumah sakit California, Papa ku yang menyelamatkan ku dari maut itu. Aku sangat beruntung" Jawab Ray
Yara menatap Ray dengan nanar kebanggaan, sebeharga itu kah dirinya, hingga Ray mengorbankan nyawa nya sendiri?
"Jadi kenapa tidak langsung pulang saja?" Tanya Agha kembali
"Kau pikir aku tidak punya cidera?! aku harus mengikuti terapi selama setahun agar bisa berjalan kembali seperti semula, apa kau ingin aku langsung pulang lalu minta bantuan mu setiap kali mau mandi atau pun ber@k!?"
"Najis! gw tendang lo ke juruang biar terbang sekalian ke nereka"
"Gw hantuin lo, biar mati sama sama kita berjalan ke neraka"
"Tempat gw di surga btw" Balas Agha tak mau kalah
"Mimpi!"
"Kenapa mimpi? aku kan orang baik gak kaya kamu yang bunuh orang sana sini"
"Para pendeta, biksu dan ustadz aja belum tentu masuk surga, lah elu yang mulut nya sering memaki dan berahlak sialan bisa apa?"
"K@mpret!"
"Muka lu mirip pangsit rebus" Balas Ray
"Mata lo, mirip mata ikan asin" _Agha
"Dasar kucing datang bulan" _Ray
BAK
BAK
Makian demi makian berubah jadi saling tinju dan menendang hingga terguling guling di lantai
Yara hanya terdiam menyaksikan tingkah kekanak-kanakan mereka. Hingga setelah membiarkan 15 menit, Yara pun membuka suara
"Jadi kak Ray, sisa lima bulan nya lagi kaka kemana? bukan kah kaka sempat menolong ku saat di hutan?"
Pertanyaan Yara membuat mereka bedua terdiam, Ray lupa belum menjelaskan semuanya begitu juga dengan Agha yang melupakan kalau daftar pertanyaan nya masih panjang
Mereka berdua kembali duduk di sofa dengan penampilan yang sangat berantakan
"Ehem" Dehem Agha
"Kaka datang menolong mu kerna mendengar berita kau hilang, dasar Agha tidak berguna"
"Kaparat kau, aku kecelakaan sialan!"
"Sudah cukup jangan berdebat lagi, ok kak Ray lanjut" Pinta Yara
"Kaka memilih pergi kerna harus ada yang di selesai kan antara ayah dan anak, dan sedikit menghabiskan waktu bersamanya"
FLASHBACK End
"Syukur lah kau sudah bertemu dengan papa mu Ray, papa juga ikut senang. Jadi bagaimana kabar nya?" Tanya Calvin
"Dia baik pah"
"Bagus lah, jadi bagaimana dengan kuliah mu? kau sudah lama meninggalkan nya"
"Akan Ray lanjutkan"
Ray sendiri rupanya mengambil jurusan penerbangan, ia ingin menjadi pilot sejak lama. Sekarang ia sudah terbebas dari segala belenggu membuat nya yakin bahwa ia bisa mewujudkan mimpinya sejak kecil.
Tbc.
Babang Ray rupanya mau jadi pilot gais (≧∇≦)/