Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 68


Tiga hari sudah sejak hari itu, Calvin masih tetap bekerja dengan jabatan yang sama seperti sebelum nya. ia bersyukur tentang hal itu, setidaknya Teon tidak membawa urusan pribadi di kantornya


Tiga hari ini juga Ray tidak berhenti datang ke kamar Yara diam diam untuk sekedar menginap, bahkan ia tidak pergi ke kampus dan memilih mengusik Yara


"Kenapa kaka terus datang sih?"


"Itu lebih baik kan dari pada aku membawa mu kembali ke hutan lagi, mau?"


"ENGGAK!" Jawab Yara cepat


"Yaudah terima saja kehadiran ku di sini"




Sore pukul 16.00 Yara bersiap pergi ke mall bersama Reva



Yara masuk ke kamar orang tua nya, terlihat lah Reva yang tengah bersolek di depan cermin "Mah sudah siap?" Tanya nya, sang mama pun tersenyum lalu berdiri dari kursinya



"Putih lagi?" Heran Reva melihat dress yang Yara pakai. Putrinya bungsu nya itu terlampau sering memakai pakaian berwarna putih



"Hehe iya mah" Yara cengengesan



"Di lemari mu juga penuh dengan warna putih, nanti kita beli baju warna lain ya?"



"Boleh, tapi warna merah. Sekalian Yara pingin cari baju untuk moco, iyakan moco?"



"Meong" Sahut Moco, Perlu di ingat kalau Moco selalu berada di samping Yara kemanapun gadis itu pergi



"Kucing putih, dress putih, kulit juga hampir sama dengan warna baju, kau seperti siluman rubah Yara"



"Huh syukurlah" Jawab Yara



"Syukurlah?" Reva menyertingit, apa yang membuat Yara bersyukur di katai siluman oleh nya



"Setidaknya tidak hantu mah, udah ah ayok berangkat" Tawar Yara lalu melangkah keluar duluan



"Siapa yang mengatai putri cantik ku hantu?"



Kini Reva dan Yara ada di dalam mobil yang di setir oleh pak sopir



Ting"




"*Kau ke mall kan? tolong belikan kaka piyama dan \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* nanti kaka ganti uang nya*"



^^^"*Pakaian kaka ke mana*?^^^


" *Lupa bawa*"



^^^"*Kenapa kaka malah menjadi penunggu kamar ku*? "^^^


^^^"*Ada mama, nanti dia curiga kalau Yara beli celana \*alam cowok*"^^^



"*Bilang saja kau lagi pingin makai celana \*alam cowok*"



^^^"*GILA! Yaudah Yara belikan, apa lagi*? "^^^



"*Kond\*m*"



^^^"*WHAT!, Kaka masih main dengan ja\*l\*ng*?"^^^



"*Enggak, tapi untuk main dengan mu nantik malam*"



^^^"*F\*CK AKU GAK MAU! candaan mu tidak lucu*"^^^



Begitulah isi chatan antara Yara dan Ray. Wajah Yara merona dengan terus menggerutu pelan membuat Reva keheranan, ada apa dengan putrinya?



"Ada apa Yara?" Tanya Reva



"Emm gak mah, ini game nya nyebelin banget" Alasan Yara, oh lihat lah gadis ini dia terus terusan berbohong dari keluarga nya demi si bajingan Ray



Keluarga nya ya percaya percaya saja, mereka melupakan fakta selama tiga tahun ini Yara tumbuh di lingkungan yang berbeda. Andai saja mereka tau kalau tangan putrinya sudah kotor mengambil nyawa seseorang, atau mengetahui hobby nya menganggap organ adalah dekorasi yang indah? entah apa reaksi mereka



Di sisi lain, Ray terguling guling geli setelah usai nya mengobrol dengan Yara lewat chat. Bahkan tawanya cukup besar tak perduli di mana sekarang ia berada, apa dia tidak takut ketahuan? pria itu tidak takut apapun apalagi dengan segala kecerdasan dan kelicikan nya



"Dia tidak menganggap ku bercandakan? aku benar benar serius" Gumam nya sambil melihat bekas chat.



**Tbc**.