
Seminggu kemudian, dan selama itu tak pernah Yara tidur sama Ray seranjang kerna ada pengawas galak bernama Agha yang selalu di tengah tengah mereka di saat sedang berduaan
Sebenarnya Yara juga jarang menghabiskan waktu dengan Ray, pria itu sepertinya sedang sibuk di tambah ia sering berbicara dengan Calvin di ruang kerja papa nya itu entah apa yang mereka bicarakan
"Kak Ray" Panggil nya ketika tak sengaja melihat Ray ingin pergi ke luar lagi
"Ada apa?" Tanya Ray
"Kaka mau ke mana?"
"Biasalah, kampus"
"Kaka sering mencueki ku akhir akhir ini"
"Benarkah? maafkan kaka Yara tapi kaka benar benar sibuk mengejar ketertinggalan, yasudah kaka pergi dulu ya"
Ray pun pergi, Yara hanya memandang punggung sang kekasih yang semakin jauh. Yara tak ambil pusing, lagian apa yang di katakan Ray benar juga. Untuk saat ini pendidikan sangat penting bagi Ray apalagi dia banyak tertinggal
Puk~
Sebuah tangan menepuk bahu Yara dari belakang, Yara pun berbalik untuk mengetahui siapa pelaku nya
"Ngapain melamun?" Tanya Agha
"Siapa yang melamun?"
"Poppy dan Gilang nanti sore Ke sini"
Mata Yara membulat lucu, ia senang kerna sebentar lagi bertemu keponakan perempuan nya yang hampir berusia 2 tahun
Pukul 06.00 Pagi
Yara terbangun di kejutkan oleh Reva dan Poppy yang berisik sekali di depan lemari pakaian milik Yara, entah apa yang mereka lakukan tapi tampak nya mereka berdebat soal pakaian
"Mama, kaka, apa yang kalian lakukan?"
"Sudah bangun rupanya kau, ayo cepat mandi sana kami akan mendandani mu. Sebentar lagi pak Red datang" Jawab Reva
"Pak Red?" Yara linglung, mungkin efek baru bangun tidur
"Iya, papa nya Ray. Pak lamuel Rederick, panggilan nya Red kan?"
"Terus kenapa aku harus di dandani"
Mata Yara terbuka sempurna, kejutan apa lagi ini? ia sama sekali tidak tahu tentang hal ini. Tapi sepertinya Reva dan Poppy tidak tau kalau Yara sendiri sebenarnya tidak tau apa pun mengenai lamaran
"S-sekarang kak Ray mana?"
"Jemput papa nya di bandara lah" ini Poppy yang jawab
Yara bingung sekarang bahkan detak jantung nya terasa ia dengar sendiri di kuping sangking gugup nya, ia sama sekali belum menyiapkan mental, ini sangat tiba tiba menurut nya
"*Dasar kak Ray kurang ajar, kenapa dia tidak bilang bilang pada ku. Astaga jantung ku rasanya ingin meledak, Tuhan tolong selamatkan jantung ku*" Ucap Yara dalam hati
"Apa yang kau tunggu Yara, kenapa masih berdiam di atas kasur? cepatlah mandi"
Kerna kaget, Yara reflek berdiri dan langsung berlari ke kamar mandi. Lihatlah wajah yang ia sembunyikan memarah merona padahal ini hanyalah sekedar lamaran dan perkenalan untuk menentukan tanggal pernikahan
"Ada apa dengan nya mah?" Tanya Poppy
"Tidak tau, kau tau Poppy mama benar benar terkejut saat Ray mengakui perasaan nya pada Yara di hadapan mama papa"
"Emang dia bilang apa mah?"
"Dia bilang ingin melamar Yara kerna mereka saling mencintai"
"Apa Ray sudah tau kau kalau Yara tidak pera-
"Dia sudah tau dan dia menerima nya" Potong Reva cepat sebelum Poppy menyelesaikan perkataan nya.
Tbc.
*Buk Reva gak tau aja siapa yang udah ambil kegadisan Yara 😒*