Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 55


Adegan kekerasan 18+ ⚠⚠⚠


Kreeeeek"


"Halo" Ucap Yara sambil membuka pintu kamar



Entah bagaimana caranya, kini Yara berhasil masuk dengan menyeret sebuah kapak besar yang ia dapatkan di ruang persenjataan Ray


"KYAAAA!" Teriak Maya melihat sosok Yara bergaun hitam dengan heels tinggi tampak nyata di depan nya, begitu cantik tapi juga menyeramkan


"K-kau bagaimana bisa ada di sini?" Ucap Maya gemetar


"Untuk mengambil organ mu tentunya" Balas Yara menyeringai


"Kau sudah mati! tidak mungkin kau ada di sini"


"Nyatanya aku di sini"


"Ja-jauhkan benda itu! mau apa kau" Tunjuk Maya pada kapak yang di seret Yara


"Salahkan kak Ray kerna membawa mu ke sini, aku hanya ingin mempraktikkan apa yang ku pelajari dari pria itu. kau mau kan jadi kelinci percobaan ku?"


"Tidak! Kau pasti hanya ilusi, apa salah ku pada mu? tolong pergilah. Kau jin yang menyamar jadi Yara kan?" Tangis Maya, dia bahkan sampai berlutut di kaki Yara memohon pengampunan


Yara tersenyum tipis, lalu ia mengangkat tinggi tinggi kapak itu untuk bersiap menebas Maya di bawahnya yang tengah bersujud


TRAK"


"AHHHHHHK" Teriak Maya, kini punggung nya telah tembus oleh kapak. Berguling guling kesakitan masih dalam keadaan hidup dan terus mengatakan kata sakit


"SAKIT.. SAKIT! SAKIT INI SAKIT" Apa kalian pernah melihat ayam di sembelih? seperti itulah Maya sekarang


"Aku akan memberitahu mu suatu rahasia sebelum kau mati, Pacar mu yang bernama Ray itu adalah seorang pembunuh yang selama ini di cari polisi" Ujar Yara santai sambil berjalan mendekati Maya yang jaraknya sedikit jauh kerna terus berguling guling


"Berhentilah berteriak dan dengarkan lah aku" Ucap Yara kerna merasa Maya tidak memperdulikan perkataan nya. Wajar saja sih, kan Maya lagi sibuk dengan rasa sakit nya


Tiga kali ayunan kapak ke arah leher Maya hingga akhirnya putus dan area sekitar nya di banjiri noda merah. "Berterima kasihlah pada ku kerna mengakhiri hidup mu dengan cepat, setidaknya kau tidak perlu merasa tersiksa lebih lama" Ujar Yara kemudian dia tertawa, maksudnya tertawa sambil menangis kerna air matanya keluar begitu deras padahal mulut nya mengeluarkan suara tawa yang keras



Yara menyeret tubuh Maya hingga meninggalkan bekas di lantai. Di bawanya jasad itu ke depan pintu untuk menyambut kepulangan Ray nanti, tidak lupa juga kepala nya di gantung untuk suprise


"Kak Ray lihatlah pacar mu baik sekali, bahkan ia menunggumu di depan pintu walaupun sudah mati. Kak Maya sangat romantis bukan?"


"Pasti kak Ray akan menangis kencang nanti, ahahah rasakan penderitaan nya kak Ray. Sekarang aku sudah tidak perduli lagi dengan nyawa ku setidaknya dendam ku terbalaskan sebelum mati" Yara pergi ke kamarnya untuk mandi


Setelah selesai Mandi dan bersih dari noda noda merah, Yara kembali memakai dress putih seperti biasanya. Dengan langkah berani dan penuh percaya diri ia keluar dari rumah itu dengan membawa Moco di gendongan nya, Yara tidak tega meninggalkan Moco sendiri ia sudah terbiasa dengan keberadaan kucing itu


"Moco sepertinya aku akan di bunuh kak Ray nanti, jadi apa salahnya kita coba dulu kabur iyakan?"


"Meong" Sahut Moco


"Aku hanya punya dua pilihan dan satu kemustahilan. Pertama aku akan mati di hutan, kedua aku akan mati di tangan kak ray. Dan kemustahilan nya adalah aku bisa melewati hutan dan kita bisa hidup bebas" Girang Yara, kemudian ia melangkah lebih jauh tanpa ketakutan, ia sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi padanya.


Tbc


Gamina Bab kaki ini?


Memuaskan?


Atau mengerikan?


Tuh yang minta Yara untuk balas dendam, nikmat bukan cara Yara balas dendam😂


"Mata di balas mata


Nyawa di balas nyawa" Kata Yara