
Yara melamun menatap banyak nya bintang di langit sambil duduk di jendela nya, sudah lima bulan berlalu sejak kejadian kematian Ruby
Yara merasa ada yang janggal, kenapa ayah nya Ruby yang merupakan pemimpin mafia tidak datang memburunya juga. Bukan kah seharusnya mereka menyalahkan Yara atas kematian putrinya?
"Yara" Panggil Agha
Yara pun menoleh melihat kaka nya yang berada di dekat pintu
"Ada apa kak?" Tanya nya
"Sudah sangat malam, tidurlah"
"Iya sebentar lagi"
California
Seorang pria tengah termenung dengan sinar matahari yang begitu cerah di luar sana
"Ray" Panggil seorang pria
"Iya pah"
"Kenapa kau sering melamun hmm? kalau rindu padanya temui saja"
Ya, yang berbicara dengan Ray adalah papa nya yang bernama Lemuel Rederick atau yang biasa di kenal dengan nama Red
Singkat cerita Red ternyata adalah anak dari pemimpin mafia di California yang organisasi nya di kenal dengan nama M5-12, Kerna kakek Ray meninggal maka dari itu Red menggantikan nya
Red lah yang menyelamatkan Ray saat tenggelam di danau saat itu, ia memang ingin bertemu putranya setelah berhasil mendapatkan informasi
Alasan kenapa Yara tidak di incar lagi itu kerna Red mendatangi Benvelio ke Italia 5 bulan yang lalu setelah kematian Ruby dan memberikan 2 pilihan, berperang atau melepaskan. Ben yang menyadari dampak buruk jikalau bereperang pun memilih melepaskan
Ok balik lagi ke Ray..
Kini sepasang ayah dan anak yang sesungguhnya itu tengah duduk berdua sambil nyantai menikmati hembusan angin
"Jemput dia" Suruh Red lagi
"Pah Ray tidak ada niat untuk meneruskan gelar mu nanti"
Tatapan Red tampak terkejut, mata nya membola menatap dingin nya sang putra yang menginginkan hal yang tak ia harapkan
"Kenapa?"
"Ray ingin hidup normal bersama Yara, hidup di rumah sederhana dan memiliki anak. Hal itu mudah saja di dapatkan orang lain tapi kenapa aku begitu susah untuk mewujudkan itu bahkan sampai mempertaruhkan nyawa ku sendiri, aku ingin istri dan anak ku kelak hidup dengan nyaman, hanya itu dan cukup itu"
Jawaban Ray membuat Red ragu sekaligus iba, keinginan anak nya itu sangat sederhana bagi orang lain tapi tidak dengan Ray yang kesulitan untuk mendapatkan nya
"Terus siapa yang akan melanjutkan gelar papa jika papa meninggal nanti Ray?"
"Untuk apa di lanjutkan? lebih baik di akhiri dan nikmati masa tua papa dengan bersantai, tobat pah mumpung masih hidup"
Sontak Red tertawa "Kau ini, pergilah Ray temui cinta mu sebelum ia menemukan orang lain untuk menggantikan posisi mu di hati nya"
"Bagaimana dengan papa apa papa ingin ikut juga? kita bisa hidup bersama dengan apa adanya, papa di rumah saja bersama Yara biar Ray yang cari kerja, masakan Yara enak banget loh pah"
"Gadis itu hebat sekali"
"Apanya? masakan nya pah?"
"Bukan itu, tapi dia berhasil mengubah singa tunduk padanya"
"Jadi bagaimana?"
"Kau pergilah sendiri, kau masih bisa mengepak kan sayap mu sedangkan papa sudah tidak bisa lagi, papa sudah terikat dengan posisi ini hingga mati nanti sama seperti kakek mu"
Nanar Red berkilauan dengan air yang menggenang di sana, tidak di pungkiri ia iri dengan Ray yang menyadari arti kebahagiaan lebih dulu sehingga putra nya itu masih sempat untuk berbelok arah, Red sudah terikat dengan status nya sekarang ia sudah tak bisa mengubah nya lagi.
Tbc.