Kekuatan Di Luar Tembok Keraton

Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Warok Bandring Saloka IV


Di saat kedua lawannya masih terdiam karena terkejut dan juga sedang mengatur pernafasannya, Lintang Rahina berniat mengakhiri pertarungan dengan jurus berikutnya 'Surya Anala Maruta'.


Pendaran sinar putih pada kerisnya semakin terang, sehingga wujud kerisnya sudah tidak terlihat lagi.


Lintang mengayunkan kerisnya memutar setengah lingkaran, sehingga menimbulkan pusaran angin sebesar tubuh orang dewasa. Bukan pusaran angin biasa tetapi angin yang sangat panas. Pusaran angin berhawa panas itu makin lama makin besar, sehingga besarnya mencapai sebesar rumah dan tingginya mencapai dua puluh meteran.


Lintang akan melepaskan jurusnya, ketika tiba tiba terdengar suara tertawa dan teriakan yang sangat keras, bahkan sempat menggoyahkan konsentrasi Lintang Rahina.


"Ha ha ha ha ha.........!!!"


"Siapa yang berani berani mencari masalah di tempat ini !!!"


Sosok tinggi besar berjubah hitam, rambut gondrong sudah berwarna putih semua, tiba tiba sudah berdiri di depan Ki Bandring Ayun dan Ki Bandring udek.


"Kakang !!!" teriak Ki Bandring Ayun dan Ki Bandring Udek bersamaan.


Dialah Warok Bandring Saloka atau Ki Bandring Saloka. Kedatangannya tepat saat Lintang hendak mengakhiri perlawanan Ki Bandring Ayun dan Ki Bandring Udek. Selamatlah nyawa mereka.


Ki Bandring Ayun dan Ki Bandring Udek yang sebelumnya sudah merasa gentar menghadapi Lintang Rahina, muncul kembali keberaniannya melihat kakak seperguruannya berada di dekatnya.


Sebenarnya mereka hendak bertanya tanya tentang hasil pertapaan Warok Bandring Saloka. Tetapi, karena ada hal.yang lebih mendesak, mereka menahannya.


"Kakang, dia pemuda yang melukai adi Banding Ratri, Klika Saloka, dan murid murid lainnya. Dan yang menggagalkan pencarian tujuh perawan dan tujuh perjaka," kata Bandring Ayun.


"Hemmm....Hanya bocah kemaren sore, kalian tidak bisa membereskannya," bentak Warok Bandring Saloka.


"Hati hati kakang.Kemampuannya sangat tinggi, jangan tertipu penampilan mudanya " Ki Bandring Udek mengingatkan.


"Heiii bocah !!! Siapa kamu dan apa maksudmu membuat kekacauan di sini !!" tanya Warok Bandring Saloka kepada Lintang.


Dengan tanpa mengendurkan konsentrasi dan posisi siap menyerangnya, Lintang menjawab, "Aku Lintang Rahina. Tujuanku ingin menghentikan kejahatan yang diperbuat murid murid padepokan ini, yang sangat meresahkan penduduk," jawab Lintang Rahina.


"Ha ha ha ha ha........Lakukan kalau kau merasa mampu bocah," kata Warok Bandring Salok lagi.


"Aku sudah mengingatkanmu. Jangan salahkan aku, kalau aku berlaku keras kepada kalian," jawab Lintang Rahina.


Lintang menambah aliran tenaga dalam pada kerisnya, sehingga menjadi lebih terang lagi pendaran sinar putih yang dikeluarkan.


Dengan menggerakkan keris memutar setengah lingkaran, muncul lagi pusaran angin berhawa panas. Pusaran angin itu semakin membesar lagi hingga mencapai ukuran sebesar rumah.


Dengan berteriak, Lintang Rahina melenting setinggi tiga meter, Lintang Rahina melesat maju menyerang, "Surya Anala Maruta !!!"


Sebelum Lintang Rahina sampai di dekat Warok Bandring Saloka, pusaran angin berhawa panas itu menghujam terlebih dahulu mengarah pada posisi Warok Bandring Saloka.


Warok Bandring Saloka mengeluarkan tali pinggang sebesar pergelangan tangan, sepanjang tiga meter. Tali yang terlilit di pinggangnya itu biasanya disebut kolor.


Ujungnya dipegang dengan tangan kiri, jarak semeter lagi dipegang dengan tangan kanan. Tangan kanannya memutar mutar tali kolor tersebut, sehingga sisanya sepanjang dua meter membentuk lingkaran berdiameter empat meter.


Terdengar suara bergemuruh yang ditimbulkan oleh putaran kolor itu.


"Wer wer werrrrr......"


Secepat kilat, terjadi benturan antara energi angin berhawa panas yang keluar dari keris Lintang Rahina, dengan pusaran dari gerakan kolor Warok Bandring Saloka yang diputar dengan sangat cepat.


"Blar blarr blarrr !!!"


Warok Bandring Saloka terdorong mundur selangkah dengan telapak kaki melesak masuk ke tanah sampai se mata kaki. Wajah, dada dan kedua lengannya menjadi berwarna semburat merah.


Sementara Lintang Rahina terdorong melayang kebelakang lagi sejauh tiga meter.


Selain itu, benturan dua energi itu menimbulkan gelombang kejut di sekelilingnya, sehingga menghempaskan semua yang ada di sekitar pertarungan.


Bahkan Ki Bandring Ayun dan Ki Bandring Udek sampai terlempar sejauh lima meter dari posisinya berdiri, dengan sekujur tubuh bagian depan menjadi berwarna kemerah merahan, diakibatkan dadi hawa panas yang keluar dari keris Lintang Rahina.


Warok Bandring Saloka menjadi marah, merasa dipecundangi seorang anak kemaren sore yang belum dikenalnya.


"Ini saat yang tepat untuk menjajal ilmu ciptaanku yang baru," kata Warok Bandring Saloka dalam hati.


Seluruh kulit tubuhnya perlahan lahan berubah menjadi merah. Matanya menjadi hitam kelam. Kuku kuku kedua tangannya memanjang sampai dengan dua puluh centimeter dan berwarna hitam mengkilat. Ketika meringis, gigi giginya tampak jadi hitam semua dan juga berwarna hitam, dan berubah menjadi lancip seperti gigi gergaji.


Itulah awalan dari jurus 'Cakar Iblis' yang terdiri dari beberapa perubahan jurus.


"Cakar Penghancur Gunung !!!" Dengan berteriak Warok Bandring Saloka meloncat seperti katak. Entah kapan meloncatnya, tiba tiba saja sudah sampai di depan Lintang Rahina. Kemudian kedua cakarnya secara bergantian menyerang ke beberapa bagian vital tubuh Lintang. Menyerang muka, leher, lengan, perut, bahkan kadang mengarah ke alat vital Lintang Rahina dan bagian tubuh yang lain dengan gerakan yang sangat cepat.


Di setiap ayunan kedua tangannya keluar bau yang sangat amis.


Lintang yang tidak sempat menghindar, berusaha menangkis setiap serangan Warok Bandring Saloka.


Plak plakk plakkk !!!


Tranggg tranggg !!!


Sungguh keji ilmu baru Warok Bandring Saloka. Setiap serangannya selalu mengarah je bagian bagian tubuh yang vital.


Dalam menangkis setiap serangan Warok Bandring Saloka, Lintang merasakan kalau kedua tangannya sedikit bergetar. Maka dalam menangkis, Lintang Rahina berusaha mencari peluang untuk balas menyerang.


Diam diam Warok Bandring Saloka terkejut sekaligus kagum. Lawannya masih sangat muda, tetapi sudah bisa mengimbangi kecepatannya, mengimbangi tenaga dalamnya.


Hingga suatu saat, Lintang melihat pertahanan sebelah kiri Warok Bandring Saloka agak terbuka.


Segera Lintang menambah kecepatan geraknya, dan dengan cepat keris Lintang Rahina menggores dada dan lengan atas.


Trang tranggg trang !!!


Srettt srettt !!!


Dalam sekejap Lintang Rahina dan Warok Bandring Saloka, bertukar serangan dan saling mengenai lawan masing masing.


Lintang Rahina dan Warok Bandring Saloka sama sama meloncat mundur.


Tampak punggung Lintang Rahina memerah dan membentuk garis memanjang. Dan sesaat kemudian warnanya berubah menjadi hitam.


Lintang merasakan agak nyeri di punggungnya.


Demikian juga Warok Bandring Saloka. Dada dan lengan atasnya yang terkena sabetan keris Lintang terasa panas dan perih.


Lintang memulai menyerang lagi. Kecepatan dan tenaga dalamnya ditambah lagi. Serangan keris dan pukulan tapak Lintang Rahina saling bergantian mengarah ke bagian bagian tubuh Warok Bandring Saloka.


Warok Bandring Saloka juga sudah mulai merasakan nyeri di dadanya. Dia beberapa kali terkena pukulan tapak Lintang Rahina. Nafasnya mulai memburu.


Hingga suatu saat, serangan Lintang Rahina dan Warok Bandring Saloka berbenturan.


Blammmmm ....!!!


Kedua tubuh sama sama terlempar ke belakang.


---------o0o---------


Para pembaca yang terhormat dan saya banggakan.


Author mohon maaf yang sebesar besarnya bila update chapternya belum bisa teratur dan rutin.


Dan juga, cerita ini sedang dalam pengajuan kontrak karya, mohon doa nya pembaca semua, semoga cerita ini segera di review dan segera lolos kontrak karya.


Cerita ini akan dibagi beberapa seri. Untuk seri pertama ini, mengisahkan Lintang Rahina, sebagai salah satu yang terkuat, di luar kekuatan kekuatan di lingkungan kerajaan/kraton.


Seri berikutnya, tentang pertemuan Lintang Rahina dengan puncak puncak kekuatan lainnya.


Sekiranya berkenan, mohon dukungannya juga dalam bentuk like, vote dan koment nya. Dan tidak lupa author selalu menunggu saran dan kritiknya untuk menuju penyajian author yang lebih baik lagi.


Atas kesabaran pembaca menunggu update chapter dan atas segala dukungan pembaca semua selama ini, author mengucapkan banyak terimakasih.


\_\_\_ 0 \_\_\_