Ips 1 Vs Ipa 1

Ips 1 Vs Ipa 1
episode 85


mendengar itu semua membua mereka kompak berteriak


" apa " ucap mereka semua


Kevin :" kalian semua gak denger gue minta tolong dengan sangat untuk dorong mobilnya karena kehabisan bensin "


Vina :" gue denger kok gue gak budeg dan gak punya masalah pendengaran gue cuma memastikan yang bener aja kita di suruh dorong mobil yang ada nanti gue keringetan "


Kevin :" gak perlu dipastikan lagi karena perkataan gue ini bener sekarang ayo kita dorong mobilnya biar cepet dapet bensin karena hari udah sore jalanan keburu gelap "


Caca :" Lo siapa hah berani nyuruh nyuruh gue dorong mobil ah atau gini aja gue punya ide kalian para laki laki dorong mobilnya kita para cewek jalan gitu "


Rendi :" saran gue kita semua dorong mobilnya rame rame atau secara bergantian biar cepet sampe udah kalian tenang aja nanti sampai rumah bapak negara traktir deh"


Julian :" bener ya jangan traktir air putih doang tapi ada nasi gitu , sama lauk "


varo :" sama kopi gorengan juga sabi "


Rendi :" siap kalian tunggu aja sekarang kita dorong mobilnya ikut aba aba 1 2 3 dorong secara perlahan mobil itu berjalan .


mobil itu terus di dorong oleh mereka sementara di belakang ada seseorang yang sedang di papah siapa lagi kalau bukan evan yang kehabisan tenaga karena mabuk


Riko :" dasar payah , naik mobil ginian aja mabuk laki bukan sih Lo ".


Evan :" lakilah tapi emang gue baru pertama kali naik mobil beginian mana anginnya kencang banget bikin gue kembung dan mabuk "


setengah jam kemudian ahirnya perjuangan anak ipa 1 dan ips 1 membuahkan hasil mereka ahirnya menemukan tempat yang menjual bahan bakar .


Sinta :" ya dong kapan lagi gitu gue lihat tuan muda julian mau dorong dorong mobil kan biasanya dia bakal marah marah dan suruh orang untuk kirim mobil atau motornya "


Dimas :" oh ya kalau cerita perdana seorang Muhammad Julian Sanjaya dorong mobil udah ada dalam buku sejarah kasih tau gue ya biar gue baca nanti gue bintang lima deh "


mendengar candan sepasang nama tokoh penting di Ramayana yaitu Rama dan Sinta membuat Julian kesal sementara yang lain hanya tertawa hanya satu orang sepertinya yang tidak tertawa siapa lagi kalau bukan Evan dia dari tadi sibuk memijat kepalanya yang pusing .


pukul setengah tujuh malam akhirnya mereka telah sampai di rumah Rendi yang dulu beruntung mamanya sedang menyusul papa mereka yang ada di luar negri kalau tidak bisa bisa mereka mengetahui rahasia besar yaitu tentang setatus Rendi elena dan Aldo rlen yang sudah menikah


ruang tamu rumah Aldo sangat ramai mereka memakan nasi goreng yang di buat oleh elena dan dibantu beberapa orang segelas teh hangat juga menghangatkan badan mereka dan tak lupa gorengan yang Rendi beli dari tukang gorengan depan komplek


varo :" oh iya rendi gimana kita jadi cek cctv sama perekam perekam yang udah kita pada "


Rendi :" gimana kalau besok aja kalian semua pasti capek kan belum lagi pusing mikirin misteri di sekolah jadi untuk hari ini kita nikmatin nasi goreng kopi teh sama gorengan yang ada di sini atau mau acara seru karena bapak negara punya sepiker baru "


Kevin :" gimana kalau kita dandutan aja setuju udah lama nih gue gak goyang sambil nyawer "


Udin :" bagus tuh habis makan kita dandutan sampai pagi "


Vina :" what dangdut gak ada lagu lain gitu misal pop , Inggris , atau apa "


Riko :" dangdut gak buruk buruk amat kok dengerin pasti Lo suka ".


varo :" dangdut Mulu tobat Napa gimana kalau kita salawatan aja pikiran mumet hati galau sholawat meluncur "


" setuju " ucap mereka semua