Ips 1 Vs Ipa 1

Ips 1 Vs Ipa 1
episode 27


dengan kesal elena pergi meninggalkan kantin dan menuju kelas .


Rendi :" ibu negara jangan kayak minyak Bimoli dong nanti nggak cantik lagi "


elena :" Bimoli "


Rendi :" iya bibir monyong lima senti "


elena :" enggak lucu bapak negara bikin tambah kesel aja deh "


Rendi :" kesel kenapa sih marah marah Mulu nggak jelas "


"itu gara gara anak IPA 1" ucap elena sambil berjalan mendahului Rendi . namun langkah nya terhenti saat Rendi bilang rok nya ada kayak darah .


Rendi :" ibu negara ibu negara terluka kok rok nya ada darah . mana yang sakit " ucap Rendi dengan nada hawatir .


mendengar ucapan Rendi elena melihat kebelakang dan benar saja ada darah tapi bukan darah terluka tapi darah tamu bulananya .


elena :" pantas aja dari tadi bawanya emosi , bapak negara gimana ini "


Rendi :" gimana apanya yuk ke UKS ubatin luka kamu "


elena :" bapak negara ini bukan darah terluka tapi ini darah datang bulan "


Rendi :" ibu negara ini masih siang mana ada bulan terus bulanya datang nya gimana dari langit aku juga mau ketemu bulanya dong "


elena :" aduh bapak negara bukan bulan yang ada di langit itu loh halangan solat ngerti kan "


Rendi :" oh yang itu kirain apa "


elena :" bapak negara mau nggak bantuin ibu negara "


Rendi :" apapun untuk ibu negara "


elena :" gimana ni caranya mau ke toilet malu dilihat banyak orang "


Rendi :" bapak negara gendong aja ya pasti gak kelihatan banyak orang "


Rendi pun mengendong elena sampai toilet untung sudah bel jadi tidak ada yang melihat tapi tidak untuk anak anak ips satu karena jam kos mereka ada di luar sambil menunggu bapak ibu negara mereka tapi yang di tunggu sedang berduan .


akhirnya Rendi sampai di toilet dan berapa menit kemudian elena keluar kembali .


elena :" anu bapak negara tolong beliin pembalut dong pliss"


Rendi :" ha pembalut yaudah tunggu sini bapak negara beliin " dengan berat hati Rendi pergi membeli pembalut di warung mbok Siti , Rendi harus memanjat tembok , megendap ngendap dari para guru " jika bukan karena ibu negara tak mau aku beli pembalut dan harus memanjat tembok " gerutu Rendi akhirnya sampai juga di warung mbok Siti .


Rendi ;" mbok Siti , mbok Siti "


mbak Siti :" eh den Rendi tumben sendirian aja yang lain kemana "


Rendi :" yang lain di kelas mbok , ini Rendi kesini mau beli sesuatu "


mbok Siti :" mau beli apa den Rendi "


Rendi :" anu mbok mau beli pembalut "


mbok Siti :" pembalut buat siapa den Rendi "


Rendi :" itu mbok buat ibu negara "


mbok Siti :" oh non elena mau yang apa atu yang siang atau malam , yang ada sayapnya apa enggak "


Rendi :" aduh mbok terserah deh Rendi mana ngerti begituan "


mbok Siti :" yaudah ni pesenan ya "


Rendi :" semua berapa mbok "


mbok Siti :" RP .10 000 aja den "


" ini mbok uang nya makasih " sambil berlari takut elena menunggu namun saat berlari Rendi malah menabrak Aldo dan elen yang dari ruang OSIS , hingga barang yang dibawa jatuh dan membuat elen dan Aldo melihatnya .


elen :" ren kamu ngapain beli pembalut "


Aldo :" Lo ngapain bawa pembalut segalak elo datang bulan "


Rendi :" sembarangan kalau ngomong ini buat elena kasian dia rok nya tadi ada darahnya , " tanpa menungu komentar dari Aldo dan elen Rendi berlari meninggalkan mereka dan menuju toilet .


Rendi :" ibu negara , ibu negara ini barangnya maaf lama "


elena :" makasih bapak negara " sambil berlari masuk ke dalam toilet .