
jika semua orang sedang panik maka tidak dengan Rendi dan elena sekarang sedang akan ikut balapan .
elena :" semangat bapak negara semoga menang balapanya "
Rendi :" siap ibu negara dan makasih semangatnya "
seorang wanita cantik maju ketengah area balap dan dalam hitungan ketiga suara pluit terdengar menandakan balapan dimulai Rendi pun melajukan kecepatannya di atas rata rata usahanya berbuah manis Rendi memenangkan balapan dan mendapat uang satu juta ,
elena :" selamat bapak negara sekarang ibu negara yang beraksi "
Rendi :" semangat ibu negara bapak negara mendukungmu " elena maju menaiki motornya tak lupa semangat dari para pendukung jagoan masing masing , dalam hitungan ketiga suara peluit kembali terdengar menandakan balapan dimulai sama seperti Rendi elena melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata rata meninggalkan lawan yang jauh di belakang dan elena pun keluar sebagai pemenang balapan dan mendapat hadiah sejumlah uang satu juta rupiah .
elena :" bapak negara ibu negara juga menang lomba "
Rendi :" selamatya ibu negara ku dan ini sebagian hadiah dari lombanya buat ibu negara "
elena :" kok dikasih ibu negara kan ibu negara juga dapet tadi dari balapan "
Rendi :" ini uang buat nafkah dari bapak negara maaf ya cuma sedikit bapak negara janji bakal kerja keras buat cari uang "
elena :" banyak atau sedikit aku terima kok bapak negara karena kerja keras dari bapak negara sendiri yang buat ibu negara Banga "
Rendi :" gak usah puji puji jadi terbang ni bapak negara "
elana :" yaudah pulang yuk sebelum pada tau kita pergi dan pulang pagi "
akhirnya setelah balapan yang menyenangkan Rendi dan elena sampai gerbang depan rumah meraka masuk memanjat agar dapat membuka pintu pager yang sudah terkunci setelah berhasil mereka menuntun motor mereka dan menyimpannya di garasi perjuangan mereka belum berakhir mereka harus masuk lewat jendela dan megendap ngendap seperti maling padahal ini rumah mereka sendiri setelah berhasil masuk lewat jendela mereka bejalan menuju kamar , untung lampu sudah dimatikan jadi gak bakal ketahuan
Rendi :" aman ibu negara ayo masuk " baru beberapa langkah mereka masuk rumah mereka dikejutkan dengan lampu ruangan yang tiba tiba menyala . Rendi dan elena sudah seperti maling yang ketahuan mencuri perasan takut , tegang bercampur jadi satu keringat dingin sudah membasahi meraka rasa senang karena memenangkan balapan pun hilang berganti dengan rasa takut itulah yang dirasakan mereka ,
Aldo :" dari mana aja kalian berdua "
elen :" ditanya kalian dari mana malah balik tanya tau gak kita tu khawatir sama kalian udah pergi gak pamit tau nggak sekarang udah jam berapa ini udah jam 2 pagi "
elena :" maaf kak elen bang Aldo "
Rendi :" kita dari balapan motor dan kalian tau nggak "
elena :" kita menang dan dapet duit lagi entar kita traktir deh "
elen Aldo :" apa ikut balapan, siapa yang ikut Rendi apa elena "
elena :" aku sama Rendi "
Rendi :" udah marah marah nya entar kita traktir deh hadiah dari balapan lumayan "
Aldo :" ini bukan masalah traktiran Karana kalian menang balapan "
Rendi elena :" terus apa bang "
elen :" kalian itu baru aja nikah tadi siang masak malemnya udah balapan aja "
elena :" apa hubungannya nikah sama balapan "
Rendi :" iya bingung aku jadinya ke intinya aja "
Aldo :" kalau kalian kenapa kenapa gimana terus kalau mama tahu gimana "
Rendi elena :" tinggal nggak usah kasih tau mama gitu aja repot dan kita juga gak kenapa Napa buktinya kita pulang " selemah mengucapkan itu Rendi dan elena menuju kamar meninggalkan elen dan Aldo yang masih bengong