Dua Penguasa II

Dua Penguasa II
Bab514. Sundaland


"Hui Ya, siapa pemimpin di sini? Kenapa kau memerintahku?" Sorot mata Kuo Tie tajam pada wanita tersebut.


"Huh! Jika kau tidak memiliki keberuntungan mendapatkan Alat setengah Dewa, apakah Kaisar akan memilihmu sebagai pemimpin, kekuatanmu lebih lemah dariku!" Wanita itu mendengus.


Hui Ya, dia adalah salah satu Dewa Sejati wanita dari Tanah Suci Beladiri, Hui Ya terkenal karena dia berada di peringkat nomor empat dalam Dewa Sejati terkuat Tanah Suci Beladiri, dia hanya dibawah Kuo Tie yang berada di peringkat ketiga. Namun, wanita itu tidak takut sedikitpun pada Kuo Tie, hanya waspada dengan senjata yang dimiliki oleh Kuo Tie yang merupakan Alat setengah Dewa! Entah dari mana Kuo Tie mendapatkan Alat setengah Dewa tersebut, tidak ada yang mengetahuinya, tetapi ketika Alat setengah Dewa hendak direbut secara paksa oleh Dewa Sejati terkuat di Tanah Suci Beladiri yaitu sang Kaisar. Alat setengah Dewa itu menyerang sang Kaisar dan kembali pada tangan Kuo Tie, yang lebih menakutkan adalah ketika Kuo Tie berada diambang pintu kematian, Alat setengah Dewa itu membantu Kuo Tie melarikan diri, setelah kembali ke Aliansi Tanah Suci Beladiri, Kuo Tie memiliki kekuatan yang membuatnya duduk pada peringkat ketiga.


Kuo Tie pada awalnya bahkan tidak masuk pada jajaran sepuluh besar, dia hanya Dewa Sejati berperingkat dua puluh tujuh. Bisa dilihat betapa jauhnya perbedaan kekuatan lama Kuo Tie dan yang sekarang. Itu semua berkat Alat setengah Dewa!


"Bagaimana kabar tim dua? Mereka melakukan penyerangan ke Sundaland bukan? Sudah seratus tahun mereka tidak ada kabar terbaru." Kuo Tie bertanya pada Hui Ya.


Tiga puluh Dewa Sejati dibagi menjadi tiga, tim satu untuk menjaga Tanah Suci Beladiri, tim dua melakukan perjalanan menuju Benua misterius bernama Sundaland, lalu tim tiga yang dipimpin oleh Kuo Tie ke Lima Benua.


Mereka lebih memfokuskan untuk menguasai daerah Sundaland karena Benua itu sangat misterius, semenjak tim dua dikirim. Mereka belum ada kabar tentang keberhasilan dalam merampas wilayah tersebut, tetapi jika dilihat dari Giok Kehidupan, mereka semua masih sehat dan kuat.


Kaisar sempat mengirim satu tim kecil yang berisikan tiga Kultivator Alam Dewa untuk menyelidiki Benua Sundaland, tetapi itu berakhir sama seperti tim dua. Menghilang tanpa kabar. Bisa dilihat betapa misteriusnya Benua Sundaland ini.


"Untuk saat ini, lebih baik kau memfokuskan diri dalam merebut Lima Benua ini." Hui Ya mengacuhkan pertanyaan Kuo Tie, dia melanjutkan serangannya untuk menghancurkan Pelindung Lima Benua.


Kuo Tie menatap nyalang pada Hui Ya, "Teruslah bersikap seperti itu, maka detik berikutnya kepalamu akan terpisah dari tubuhmu," desis Kuo Tie.


Hui Ya tertawa kecil penuh provokasi, "Lakukanlah." Hui Ya mengangkat dagunya memperlihatkan leher putihnya.


Kuo Tie menggertakkan giginya ketika melihat tindakan provokasi Hui Ya, sebanyak apapun nyalinya dengan bantuan Alat Setengah Dewa, jika dia membunuh Dewa Sejati yang berada di peringkat keempat, sudah dipastikan seluruh Dewa Sejati akan bersatu menghukumnya. Namun, ketika dia mengingat identitas Alat Setengah Dewa yang didapatkannya, Kuo Tie bergerak maju.


Scrash...


Leher Hui Ya tertebas hanya menyisakan setengah tersambung, saat ini kepala Hui Ya menggantung di tubuhnya.


Ketika semua orang mengira Hui Ya akan mati, sebuah fenomena aneh terjadi, banyak helaian otot serta tendon menarik kembali kepala Hui Ya yang menggantung. Dalam waktu hitungan detik kepala Hui Ya terpasang sekali lagi seolah tidak pernah terputus.


"Bagus, dengan begini aku tidak akan ragu menyerangmu saat kau melakukan tindakan." Hui Ya menyipitkan matanya penuh dengan tatapan tajam.


Hui Ya memiliki garis darah unik, dimana selagi bagian tubuhnya masih bersatu, dia akan beregenerasi dengan sangat cepat. Inilah hal yang merepotkan dari Hui Ya, menyerangnya hanya sia-sia, Hui Ya harus langsung dibunuh secara instan.


Kuo Tie menghiraukan Hui Ya, biarpun dia tidak perduli dengan wanita tersebut, tapi Kuo Tie masih harus waspada sedikit. Hui Ya sangat merepotkan, belum lagi dengan perlindungan dari para Dewa Sejati lainnya, Kuo Tie harus menunggu dengan sabar.


"Tunggu saat itu tiba, aku akan memusnahkanmu dari dunia ini selamanya," batin Kuo Tie.


Setelah membuat hatinya menenang, Kuo Tie melanjutkan serangannya untuk memecahkan Formasi di hadapannya, mereka tidak bisa membuang waktu lagi. Dalam menjajah seluruh wilayah, hanya menyisakan Sundaland dan Lima Benua yang terlindungi ini.


Bukan hanya Kultivator biasa, bahkan Dewa Sejati menghilang di Benua Sundaland tersebut, jika mereka terus seperti ini, rencana menyatukan seluruh Benua menjadi wilayah kekuasaan Tanah Suci Beladiri akan berjalan sangat lambat. Tapi sial! Formasi pelindung yang melindungi Lima Benua ini sangatlah kuat, bahkan setelah diserang oleh para Kultivator tertinggi di Benua Sundaland.


***


Pada saat bersamaan ketika Kuo Tie dan Hui Ya tengah menyerang formasi pelindung, sejauh jutaan kilometer dari Lima Benua, tengah berkumpul tiga orang di sebuah ruangan temaram.


Sesosok pria duduk di hadapan dua sepasang pria dan wanita berpakaian merah gelap.


"Informasi apa yang kalian dapatkan mengenai Sundaland?" Pria itu bertanya.


***


"Komunitas Sang Juara?" Han Xiao mengernyit.


"Ya, merekalah yang melindungi Benua Sundaland. Sedangkan Sundaland itu sendiri adalah Benua yang ditinggalkan oleh Zi Yao, dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan kalian, tetapi rencana cadangan itu tidak diperlukan karena di Benua Angin Selatan kalian telah meningkat sesuai dengan harapan Zi Yao. Jadi tidak perlulah kalian mengelilingi seluruh Bintang Cahaya Biru." Xian Chin menjelaskan lebih jauh lagi mengenai Sundaland.


Bentang Benua itu sangat luas, jika dibandingkan dengan Lima Benua, itu akan menjadi dua puluh kali lipat Lima Benua. Sundaland mencakup seperempat dari Bintang Cahaya Biru.


"Mereka berada dibawah kuasamu kan?" Han Xiao bertanya.


"Bisa dibilang seperti itu." Xian Chin mengangkat bahunya.


"Bisa dibilang seperti itu?" Han Xiao mengulangi perkataan Xian Chin, ada yang ganjil, kenapa Xian Chin mengatakan hal itu?


"Mereka berada dibawah kuasaku, tapi tidak dibawah kendaliku." Xian Chin menjelaskan.


"Tidak dibawah kendalimu, itu berarti penghuni Benua Sundaland bukanlah Makhluk yang kau ciptakan?" Ne Zha angkat suara.


"Tepat!" Xian Chin tersenyum. "Sundaland sendiri diciptakan oleh Zi Yao, karena itulah tidak berada dibawah kendaliku."


"Ini menjawab kenapa mereka memiliki formasi misterius itu." Ne Zha sudah melakukan pemindaian terhadap Sundaland, Benua itu memiliki formasi yang sangat luar biasa, jika dibandingkan, formasi yang Han Xiao dan dirinya tinggalkan untuk Lima Benua, formasi di lima Benua hanyalah mainan anak-anak.


***


Bacotan Pengetik :


Ayoooo gengs support terus Dua Penguasa!!!