Dua Penguasa II

Dua Penguasa II
Bab506. Tugas selesai


"Kau hanya memiliki satu pilihan, mati atau menjadi budakku." Han Xiao berhenti tepat satu meter dari Tetua Besar Klan Dewa.


"Tetua Besar! Jangan dengarkan dia, lakukan serangan kita bisa meloloskan diri dan mencari Ayah!" Shen Gu berteriak lantang.


Tetua Besar Klan Dewa tidak dikekang oleh apapun, dia bisa pergi dengan mudah. Namun, saat ini seperti ada rantai tak kasat mata yang menggenggam kehidupannya, jika dia pergi Tetua Besar yakin hal buruk akan menimpa dirinya. Inilah yang membuatnya tetap tinggal.


Deg!


Shen Gu yang berteriak tiba-tiba merasakan hantaman mengerikan pada kepalanya, dalam sekejap pandangan Shen Gu menjadi kosong, sorot matanya menjadi seperti mayat hidup.


Han Xiao mengarahkan pandangannya pada Tetua Besar sekali lagi.


"Klan Dewa sangat menghargai hidup mereka, kalian akan melakukan apapun untuk bertahan hidup bukan? Hingga bahkan menyembelih makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya untuk pengorbanan menambah umur kalian yang pendek itu?" Nada bicara Han Xiao masih santai dan riang seolah di hadapannya bukanlah sosok agung dari Klan Dewa.


Memang benar, Klan Dewa memiliki umur yang pendek jika dibandingkan dengan Ras lainnya, ini seperti kutukan bagi Klan Dewa. Jika mereka ingin memperpanjang umur mereka harus melakukan pengorbanan darah dengan jumlah yang sangat besar. Namun, mereka diberikan kekuatan yang sangat besar dan dahsyat.


Sial bagi Tetua Besar Klan Dewa bertemu dengan Qin, gadis itu mempermainkan Takdirnya sedemikian rupa agar dia memiliki akhir yang buruk. Inilah mengerikannya Kultivator Dao Takdir!


"Bahkan jika aku harus ditundukkan, aku setidaknya harus melawan bukan?" Tetua Besar Klan Dewa melepaskan kekuatan penuhnya tanpa sedikitpun menahan, tidak seperti sebelumnya, kini dia sangat waspada.


BAM!


Ledakan menggema di kedalaman jiwa Tetua Besar Klan Dewa, tubuhnya bergetar ringan saat dia terhuyung nyaris tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


"Kau memang tidak mati, tapi ikatan Pengendalian Jiwa sudah tertanam dalam dirimu." Han Xiao tersenyum lebar.


Tetua Besar Klan Dewa segera menyelidiki Jiwanya, tetapi dia tidak menemukan apapun yang aneh dalam jiwanya. Namun, ketika dia sampai di Jiwa utamanya yang tengah duduk di atas Altar, Tetua Besar Klan Dewa melihat bahwa pada kening jiwanya terdapat sebuah tanda hitam seperti lambang Yin.


"Ini tanda jiwa yang kau gunakan untuk mengendalikan jiwaku?" Tetua Besar Klan Dewa dengan hati-hati menyentuh tanda Yin tersebut, dia berusaha untuk menghilangkannya tetapi terus menerus gagal. Seolah tanda Yin ini telah menyatu menjadi bagian dari dirinya.


Tetua Besar tidak menyerah, dia terus mengerahkan kekuatannya untuk menghapus tanda Yin tersebut. Hingga dia sendiri kini tidak mengetahui berapa lama waktu yang sudah dia habiskan untuk berusaha menghapus tanda Yin tersebut, tiba-tiba Tetua Besar teringat bahwa dirinya tengah berada di hadapan musuh. Segera dia kembali keluar dari Istana Takdirnya dan berhadapan langsung dengan Han Xiao yang kini tengah menatapnya dengan mata cerah.


Aura Han Xiao saat ini melonjak lebih mengerikan lagi ketika tujuh pulau melonjakkan kekuatan mereka pada satu pulau yang mewakili Kekuatan Jiwa, saat melihat pemandangan itu, rasa sakit luar biasa muncul di kedalaman Jiwa Tetua Besar Klan Dewa.


Melihat penderitaan Tetua Besar, Shen Gu menelan ludahnya dengan ngeri, apa yang mereka hampiri kali ini? Kemana perginya kekuatan agung yang dimiliki oleh Tetua Besar? Shen Gu tidak bisa menahan rasa penasarannya, bahkan di Tiga Alam Utama. Tetua Besar masihlah sangat mendominasi dan sanggup melawan puluhan Kaisar Abadi ketiga tahap menengah secara bersamaan. Namun, di Kesatuan Monster Darah seolah dia tengah diturunkan hingga sangat rendah. Bahkan tidak sanggup melawan tokoh kecil seperti Han Xiao ini.


"Percuma saja." Han Xiao tertawa riang.


"Kau tahu pilihanku." Tetua Besar Klan Dewa berkata dengan nada penuh kebencian.


"Aku berubah pikiran, kau dipenuhi oleh kebencian, aku tidak bisa menyimpan budak yang nanti akan melakukan pemberontakan." Han Xiao mengangkat Pedang Delapan Kejahatan.


Delapan Pulau yang melayang di atas kepala Han Xiao berputar dan langsung memasuki masing-masing mata dari Pedang Delapan Kejahatan membuat kedelapan mata menjadi merah darah dan memancarkan aura haus darah yang sangat mengerikan.


"Aku penasaran dengan kekuatan gabungan dari Delapan Kekuatan Kejahatan, kau menjadi kelinci percobaan terbaik." Han Xiao tertawa liar.


"Gelombang Kejahatan!" Han Xiao menebaskan Pedang secara horizontal.


Hembusan Cahaya Merah darah membentuk gelombang sabit keluar dari tebasan Pedang Delapan Kejahatan, kekuatan mengerikan yang terkandung dalam gelombang sabit itu berisi Kekacauan, Kehancuran, Kematian, Qi Mayat, Serangan Jiwa, Kegelapan, Keputusasaan dan Korosi yang sangat kuat bersatu dalam serangan tersebut.


Melihat serangan Han Xiao yang sangat kuat, Tetua Besar Klan Dewa menghela napas ringan, jika dia tidak disegel oleh Han Xiao, dia bisa menyambut serangan itu. Namun, kini dia tengah disegel hingga tidak bisa menggerakkan bahkan hanya ujung jarinya, tetapi dia tidak takut, dengan tubuhnya yang berasal dari Alam Kaisar Abadi ketiga tahap menengah, dia sangat kuat.


BAAAAAAANG!!!


Serangan itu jatuh telak pada tubuh Tetua Besar Klan Dewa, ledakan memekakkan telinga menyebar, gelombang yang dihasilkan dalam benturan itu terbentuk sangat kuat. Ruang terkoyak oleh serangan tersebut.


Ledakan besar itu segera mereda lalu menampilkan seorang pria yang seluruh punggungnya terluka parah hingga memperlihatkan tulang dan organ dalamnya. Namun, tangan serta kepalanya masih mulus tanpa sedikitpun luka. Di tangan pria itu terdapat seorang anak kecil berusia lima tahun yang gemetar ketakutan.


"Klan Dewa memiliki tubuh yang ulet, hampir mengimbangi Klan Monster, bagus aku mengetahui secara kasar kekuatan dari Gelombang Kejahatan." Han Xiao mengangguk puas saat melihat Tetua Besar Klan Dewa yang hanya terluka parah pada punggungnya.


"Aku akan mencoba beberapa tebasan lagi, dengan ini aku bisa mengetahui berapa serangan Klan Dewa bertahan." Han Xiao mengangkat Pedang Delapan Kejahatan.


Bam!


Suara ambruk terdengar, Han Xiao tersenyum semakin lebar.


"Aku menyerah." Tetua Besar Klan Dewa tertunduk. "Tolong luangkan hidup Pangeran, aku berjanji akan bersumpah setia padamu hingga aku mati."


"Baiklah." Han Xiao menjawab santai.


"Semudah itu?" Tetua Besar Klan Dewa terpaku melihat Han Xiao yang menjawab mudah, tiba-tiba dia merasakan sakit yang lebih intens dari kedalaman jiwanya. Saat dia mengecek Jiwa utamanya, Tetua Besar melihat bahwa Tanda Yin di keningnya menjadi warna merah darah.


"Tugas telah selesai, kita akan pergi melihat Ne Zha, ini sudah melewati waktu yang dia rencanakan." Han Xiao melambaikan tangannya dan memindahkan Tetua Besar serta Shen Gu terpindah ke Menara Mimpi Buruk.