Dua Penguasa II

Dua Penguasa II
Bab509. Kecewa


"Jian apa yang kau lakukan?" Han Xiao bertanya dengan heran.


Ruan Jian tersenyum pahit, jelas bahwa dia juga tidak ingin melakukan ini, tetapi dia memiliki hal yang harus dia lakukan.


"Maafkan aku Han, kau akan segera mengetahuinya, aku menunggumu di Alam Dewa." Jian memeluk Han Xiao lalu mengecupnya ringan sebelum melepaskannya.


Ruan Jian menarik Shen Gu kecil dan juga mengambil Tubuh Jiwa Shen Dao menggunakan kekuatannya dengan sangat mudah, pada detik berikutnya Ruan Jian berubah kembali menjadi Pedang Sembilan Hukuman sebelum menebas membelah ruang. Ketika Ruang telah terkoyak, Ruan Jian membawa pergi Shen Dao serta Shen Gu dari tempat itu.


Han Xiao yang melihat Ruan Jian memasuki Portal Teleportasi bergegas untuk mengejarnya. Namun, bahkan dengan kecepatannya dia tidak berhasil mengejar Ruan Jian karena koyakan ruang itu segera menghilang.


Hening.


Tempat itu menjadi sangat hening setelah kepergian mendadak Ruan Jian yang membawa Shen Dao dan Shen Gu.


Tatapan Han Xiao terpaku pada tempat di mana Ruan Jian menghilang, sekali lagi dia harus merasakan sakit karena ditinggal oleh Ruan Jian. Namun, entah mengapa tidak ada hal rasa sedikitpun dia membencinya. Ekspresi Ruan Jian sebelumnya ketika meminta maaf padanya, Han Xiao sungguh tidak berdaya melihat ekspresi yang dipenuhi oleh beban pada wajah Ruan Jian.


"Apa maksud janji Ruan Jian?!" Han Xiao menatap nyalang pada Shen Fa.


Shen Fa langsung bergidik ngeri, seluruh tubuhnya mendadak lemas ketika tekanan menakutkan Han Xiao jatuh padanya, apa-apaan aura pemuda ini? Sebelumnya tidak semengerikan ini, dia semakin yakin dengan Jalan Takdir dari Qin, Han Xiao masihlah menyimpan banyak kartu truf nya!


"Aku tidak tahu tuan, hanya para Pemimpin Klan yang mengetahui tentang Pedang Sembilan Hukuman." Shen Fa dengan susah payah menjawab pertanyaan Han Xiao.


Han Xiao mendengus dingin, dia menyentuh dahi Shen Fa, kekuatan Jiwa melonjak dari tangan Han Xiao memasuki kepala Shen Fa, dalam beberapa detik kemudian Han Xiao menarik tangannya.


Shen Fa berkeringat deras, Han Xiao telah melakukan pencarian jiwa, hal ini tentu melukai jiwanya karena Han Xiao bahkan secara paksa membuka ingatan yang terkunci Han Xiao juga dengan teknik yang tidak diketahui oleh Shen Fa menyatukan ingatan yang sebelumnya kabur.


"Salah satu jiwa Ruan Jian berada di Klan Dewa?" Ekspresi riang Han Xiao telah lama hilang, kini digantikan oleh wajah dingin yang sangat mengerikan.


"Han tenanglah." Pada saat ini, Xian Chin dan Bing Xing maju dan merangkul tangan Han Xiao untuk menenangkan pemuda tersebut.


Han Xiao menarik napas dalam-dalam sebelum menatap pada Xian Chin.


"Ini yang kau katakan aku akan kecewa jika bertemu dengannya?" Han Xiao teringat saat pertama kali membicarakan tentang Ruan Jian dengan Xian Chin.


Melihat Han Xiao yang kini sudah menebak dengan benar, Xian Chin mengangguk ringan, "Benar, Ruan Jian adalah orang itu, orang yang telah membuatmu kecewa berulang kali. Dia dibawa kemari dan jiwanya dipisah menjadi sembilan oleh Zi Yao sebagai hukuman, setelah jutaan tahun dan akhirnya mengakui perasaannya yang egois, Zi Yao menciptakan Pedang Sembilan Hukuman. Namun, masih ada rintangan yang harus dilewati Ruan Jian sebelum benar-benar dibebaskan dari hukumannya. Jiwa Ruan Jian yang terbagi menjadi sembilan terpisah di berbagai Alam Semesta."


"Ruan Jian yang ada di Benua Angin Selatan, Jian di Menara Tianxia lalu Ruan Jian saat ini. Mereka adalah potongan jiwa, saat ini potongan terakhir berada di tangan Klan Dewa. Ruan Jian akan melakukan apapun untuk mendapatkan Jiwanya terlebih dahulu dan terlepas dari hukuman. Sebelum dia diijinkan untuk terus berada di sisimu." Xian Chin menjelaskan secara panjang lebar.


"Dia benar-benar orang itu." Ne Zha yang berada di dekat Han Xiao menghela napas panjang.


"Bang, maksudmu gadis itu? Arita? Jian'jiejie memang sangat mirip dengannya, tapi aku tidak bisa mengaitkan mereka karena kita berada di dunia yang berbeda." Feng Jin menceplos ringan.


Ne Zha melotot pada Feng Jin karena menceplos seenak hati.


"Ya, itu dia." Xian Chin menjawab.


"Emosi apapun yang ada dalam dirimu, kendalikan Han. Dia berjuang sendiri selama ini untukmu." Xian Chin menatap Han Xiao, dia tidak ingin Han Xiao menjadi benci pada Ruan Jian karena membantu Shen Dao dan Shen Gu melarikan diri.


Han Xiao tertawa hambar, "Justru aku benci pada diriku sendiri karena tidak bisa membantunya, dia harus berjuang sendiri. Aku tidak bisa membayangkan bahaya apa yang dia alami untuk mengumpulkan sembilan jiwanya."


"Bahkan saat dia egois, aku tidak bisa membencinya, sekarang dia sudah menghilangkan egoisnya lalu berjuang untuk berada di sampingku. Ini bagaikan pecut bagiku." Han Xiao menatap nanar pada tempat Ruan Jian menghilang.


"Kau memang sangat menghargai hubungan." Xian Chin menghela napas. "Tapi pada saat bersamaan itu membuatmu jadi orang bodoh."


"Terserah apa katamu." Han Xiao menutup matanya.


"Kita selesaikan urusan di sini, bukankah sudah saatnya menuju Tiga Alam Utama?" Ne Zha menepuk pundak Han Xiao.


Han Xiao tersenyum kecil saat matanya masih tertutup, ketika matanya terbuka iris biru gelap itu menjadi seperti kristal ketika bersinar.


"Benar, aku ingin melakukan pembantaian pada Klan Dewa." Nada bicara Han Xiao sangat santai, tetapi itu dipenuhi oleh niat membunuh yang sangat tinggi.


Sekali lagi Han Xiao memejamkan matanya, teringat pada saat dia masih berada di dunia lamanya dulu. Bumi, dia mengejar seorang gadis yang sangat berkesan baginya, segala hal Han Xiao lakukan tetapi berujung kecewa. Namun, entah bagaimana Han Xiao tidak bisa membencinya, justru Han Xiao semakin merasakan hal baru yang belum pernah dia rasakan, yaitu jatuh cinta. Benar, gadis itu adalah cinta pertama Han Xiao, berulang kali Han Xiao dikecewakan tetapi masih terus berjuang, ketika Han Xiao mengingat kelakuan bodohnya dia tertawa kecil, tetapi tidak ada penyesalan. Alasan dia mengejar Ruan Jian sedemikian rupa adalah karena bukan hanya secara fisik sama, tetapi juga mereka berdua memiliki kepribadian serta kelembutan yang sama, awalnya Han Xiao hanya mengira dia adalah reinkarnasi dari gadis itu seperti bagaimana Leyra bereinkarnasi sebagai Ren Yanyu yang kemudian mengganti namanya menjadi Feng Jin.


Tidak pernah Han Xiao sangka bahwa orang yang dia kira reinkarnasi itu sebenarnya adalah jiwa gadis itu sendiri yang telah dibagi menjadi sembilan lalu berjuang untuk membebaskan diri dari hukumannya dan berjuang untuk berada disisinya!