
"Aku sudah mengira, matamu sangat tajam Ne Zha," suara lembut bergema dari Pedang Sembilan Hukuman.
Ne Zha tersenyum tipis saat dia menatap lekat pada Pedang Sembilan Hukuman, Ne Zha bahkan menghiraukan keberadaan Shen Dao.
"Sembilan Jiwamu telah terkumpul?" Ne Zha bertanya ringan saat melihat Pedang Sembilan Hukuman menyatu menjadi satu.
Pedang Sembilan Hukuman bersinar sangat terang, ketika sinar menyusut itu membentuk manusia, lebih tepatnya adalah seorang wanita yang mengenakan jubah putih dan topi jerami dibalur oleh kain putih walaupun wajahnya tertutup dia pastilah sangat cantik.
Benar saja, ketika wany itu membuka kain yang menutupi wajahnya, segera saja keindahan luar biasa terpancar, kecantikannya sangat luar biasa, dia seperti patung yang dipahat oleh pencipta keindahan itu sendiri. Pembawaannya sangat lembut, tatapan matanya yang berair tajam tetapi berisi kelembutan tiada taranya. Siapapun yang melihatnya akan terbawa oleh suasana lembut yang menguar dari wanita tersebut.
"Hanya satu Jiwa lagi, terimakasih sudah bertanya," jawab wanita itu diiringi senyum lembut kepada Ne Zha, sesaat kemudian, pandangan wanita itu beralih ke sebuah arah. Senyumnya muncul semakin indah dan lembut ketika melihat ke arah tersebut, matanya yang berair menjadi penuh kabut seolah menjadi bendungan yang menahan limpahan Air.
Dari arah wanita itu menatap, muncul sebuah lingkaran emas besar yang merobek ruang, itu adalah Portal Teleportasi! Seketika itu juga tatapan wanita itu jatuh pada seorang pria berambut biru gelap yang baru saja melangkah keluar dari Portal Teleportasi.
Terlihat tubuh pria itu juga bergetar ringan, secara sontak pria itu menatap ke arah gadis tersebut. Kedua tatapan mereka saling bertemu, keduanya terdiam membeku tidak memutuskan sedikitpun pandangan mereka seolah jika bergerak seinci saja, mereka akan menghilang.
"Ruan Jian." Pria itu berkata lirih.
"Han Xiao." Wanita itu juga berkata lirih, nadanya mengandung banyak perasaan yang tidak terungkapkan.
Ya, wanita itu tak lain adalah Ruan Jian yang sudah pergi dua kali meninggalkan Han Xiao dan juga salah satu Jenius Benua Angin Selatan yang berasal dari Sekte Musim Semi Kosong, dia gugur dalam perang melawan Benua Api Barat, tetapi muncul sebagai Jian dalam Menara Tianxia yang lalu kemudian dibunuh oleh Ne Zha.
Swoosh...
Tubuh Han Xiao berkedip menghilang lalu muncul di hadapan Ruan Jian dan memeluk erat gadis tersebut, begitu juga dengan Ruan Jian. Wanita itu balas memeluk Han Xiao dengan erat, matanya yang sebelumnya menjadi bendungan kini hancur mengalirkan Air mata, isak tangis lembut bisa terdengar dari Ruan Jian yang kini membenamkan wajahnya di dada Han Xiao.
"Maaf membuatmu khawatir," gumam Ruan Jian.
Han Xiao memejamkan matanya tidak membalas Ruan Jian, dia hanya mempererat pelukannya pada Ruan Jian.
Lokasi itu menjadi sangat hening, tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Bahkan Ruang Angkasa itu sendiri menjadi diam karena aura yang terpancarkan dari Han Xiao dan Ruan Jian.
Pelukan itu terjadi sangat lama sebelum mereka saling melonggarkan pelukan mereka lalu saling menatap, mata biru gelap Han Xiao bertemu dengan mata hitam lembut Ruan Jian, tanpa bersuara mereka berdua bisa saling mengerti karena jalinan pada hati mereka.
Han Xiao menatap Ne Zha, "Maafkan aku Zha telah menyerangmu hari itu." Han Xiao berkata dengan nada canggung.
Ne Zha terkekeh ringan, "Aku memakluminya, otakmu sempit."
Han Xiao tertawa canggung, kini tatapan Han Xiao kembali pada Ruan Jian. Wanita ini masih sama seperti saat pertama kali Han Xiao bertemu di hutan, kelembutannya membawa siapapun yang melihatnya terhanyut dalam kelembutan. Pada saat itu Han Xiao sedang mengamuk dibawah tekanan Energi Negatif, tetapi dia langsung tersadar saat bertemu dengan Ruan Jian. Han Xiao mencari mangsa lain untuk melampiaskan Energi Negatifnya.
"Kau masih sama seperti dulu." Han Xiao berbisik pada Ruan Jian.
Ruan Jian tersenyum lembut, "Kau juga, masih sama, nakal seperti dulu."
Han Xiao melingkarkan tangannya pada pinggang Ruan Jian, melihat gerakan Han Xiao, Ruan Jian tersenyum dan menggerakkan tangannya untuk melingkar pada tengkuk Han Xiao, hal itu memangkas jarak mereka. Kini tidak ada jarak antara mereka berdua, terdengar jelas hembusan napas masing-masing, Han Xiao menempelkan hidungnya pada hidung Ruan Jian, sebuah senyum smirk tercetak pada bibir Han Xiao.
"Kau membuatku menunggu sangat lama," ucap Han Xiao sebelum mendaratkan bibirnya pada bibir lembut Ruan Jian, mereka berdua berciuman dengan sangat penuh gairah hingga melupakan bahwa mereka di tengah-tengah banyak orang, dan juga saat ini krisis Kesatuan Monster Darah, Shen Dao masihlah ada.
Pertautan itu terlepas, mata Ruan Jian berkabut, sementara mata Han Xiao menyala terang.
"Jika tidak ada yang mengganggu, aku ingin melanjutkan ritual pertemuan kita lebih menyenangkan, tetapi saat ini ada musuh yang harus dilenyapkan." Mata Han Xiao berkelip pada Shen Dao.
"Abang Han kau ingin membiarkan Piqi Baozao saja? Tidak melepaskan yang lainnya? Anak kecil Shen dengan sombong mengatakan akan mengurungku dan memperlihatkan kalian disiksa dengan sangat kejam sebelum kematian kalian, dia mengatakan Ayahnya sangat kuat lalu juga memaksaku untuk menikah dengannya. Abang Han kau harus melakukan sesuatu kan?" Sebuah suara membuat perhatian Han Xiao teralih, itu adalah Xian Xuenai.
Dengan satu pikiran, Han Xiao mengeluarkan Shen Gu.
"Kau ingin memaksa Xian Xuenai dan menyiksa sebelum membunuh kami? Baiklah nak, aku akan memperlihatkan apa yang ingin kau tonton, hanya saja ini terbalik dan kau tidak memiliki pilihan selain mati," kata Han Xiao dengan dingin.
Swoosh...
Dalam satu lambaian tangan Han Xiao, Kong muncul di samping Piqi Baozao. Penampilan Kong saat ini mengagumkan karena dia menggunakan Armor perang emas yang mengesankan, aura Monster tingkat 25 memancar deras darinya. Kong telah menekan tingkatannya ketika pertama kali muncul di hadapan para Kaisar, saat ini dia tidak menahan apapun.
BAAAAAAANG!!!
Ledakan memekakkan telinga bergema saat Piqi Baozao dan Kong bekerja sama untuk menyerang Shen Dao, hanya Piqi Baozao sudah sangat merepotkan Shen Dao, lalu kini muncul Kong yang memiliki kekuatan setara dengan Piqi Baozao.
"Hehehe, ini belum cukup. Masih ada kejutan lainnya." Han Xiao tersenyum lalu melambaikan tangannya sebuah Tank raksasa muncul. Itu adalah Vasillias! Tidak berhenti disana, dari dalam Vasillias muncul ribuan sosok baja berbaris sangat rapi, terdapat banyak unit dari pasukan tersebut. Mereka adalah Pasukan Unit Jiqiren yang Han Xiao ciptakan bersama Ras Warisan Langit di Menara Tianxia!