Dua Penguasa II

Dua Penguasa II
Bab501. Jebakan


"Yang Mulia, di Kesatuan Monster Darah terdapat Xian Chin yang merupakan teman dari Zi Yao, serta kini muncul dua orang baru, mereka memiliki kekuatan mengerikan diluar nalar." Shen Yaozu merangkum secara singkat tentang keadaan Kesatuan Monster Darah saat ini.


"Zi Yao? Maksudmu wanita itu?" Tatapan Pemimpin Klan Dewa menjadi lebih dalam.


Shen Yaozu telah melaporkan keberadaan Zi Yao di Kesatuan Monster Darah, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh Klan Dewa, karena Kesatuan Monster Darah disegel, itu hanya bisa keluar tapi tidak bisa masuk. Setelah melakukan pengorbanan besar mereka bisa mengirim Shen Yaozu dan Mutiara Pemanggil Dewa dan itupun harus menunggu hingga milyaran tahun sebelum hari ini tiba.


"Sekuat apapun Kaisar Abadi pertama, itu tidak akan bisa bertahan dibawah serangan kami, tiga belas Kaisar Abadi memang akan menyulitkan Gu'er. Kau mengambil tindakan pencegahan," ucap Pemimpin Klan Dewa santai.


"Aku akan menambahkan hadiahmu karena mempercepat proses, karena aku sudah di sini. Aku akan memulai untuk menundukkan bocah yang mengendalikan Menara Tianxia, dengan begitu Kesatuan Monster Darah bisa bersatu dalam Domainku." Pemimpin Klan Dewa tidak mengambil hati dengan laporan Shen Yaozu, itu karena dia memiliki kekuatan absolut untuk menopang kesombongannya.


Pemimpin Klan Dewa melangkahkan kakinya, dalam sekejap dia menghilang dari ruangan tersebut, meninggalkan Shen Gu, Tetua Besar dan Shen Yaozu.


"Semuanya akan berjalan cepat, aku sebelumnya ingin bersenang-senang. Namun, karena Ayah berada di sini, urusan akan segera selesai dan kami akan segera pulang." Shen Gu berkata santai, dia juga melangkah pergi dari tempat itu.


"Tunjukan aku asal mula dari kedua orang ini." Tetua Agung menatap Shen Yaozu.


Shen Yaozu mengangguk dan segera menghilang menuju Alam Semesta Waktu.


***


"Tugas kita selesai, saatnya menonton pertunjukan." Xian Chin tertawa kecil saat melihat kedatangan dan kepergian Pemimpin Klan Dewa serta dua lainnya.


"Hehehe, aku harus lebih sering menggunakan kekuatan Kontrol Jiwa, ini sangat menyenangkan hahaha!" Han Xiao juga tertawa.


"Kau tertawa? Tadi kau berkeringat." Xian Chin tersenyum mengejek pada Han Xiao.


Han Xiao menatap Xian Chin, "Aku yakin titik buta kita tidak diketahui, tapi sulit untuk dikatakan fluktuasi titik buta tidak terdeteksi oleh Pemimpin Klan Dewa, bagaimanapun dia memiliki Kultivasi Alam Kaisar Abadi ketiga tahap akhir, kekuatannya tidak terukur. Bagaimanapun aku hanya Kaisar Abadi pertama tahap awal." Han Xiao tersenyum pahit.


Secara keseluruhan Han Xiao delapan tingkat lebih rendah dari Pemimpin Klan Dewa, ini adalah hal mengerikan, tingkatan Alam Kaisar Abadi dipisahkan bagai surga dan neraka pada setiap tingkatan.


"Kau sudah melakukan yang terbaik, sekarang kita akan melihat rencana yang akan dimulai oleh Ne Zha." Xian Chin merangkul Han Xiao memberikan dukungan pada pemuda tersebut.


"Aku percaya pada Ne Zha, rencana yang dia buat akan berjalan mulus, sedikit hambatan akan segera teratasi olehnya," ucap Han Xiao lalu dia melambaikan tangannya untuk membuka portal teleportasi.


Han Xiao dan Xian Chin melangkah masuk kedalam portal teleportasi lalu pergi menghilang dari ruang titik buta.


***


"Dia datang." Seorang gadis cantik yang terlihat nakal memicingkan matanya.


"Shen Yaozu benar, kau adalah gadis itu." Seorang pemuda menatap sosok gadis cantik yang terlihat nakal dengan jubah merah longgarnya.


"Hehehe, apakah aku harus memanggilmu Pangeran Gu?" Gadis itu tertawa dengan nada mengejek.


Ya, orang yang datang dengan membawa gelombang besar serta alunan suara seruling adalah Shen Gu, sedangkan gadis berjubah longgar dengan mata bermain-main serta sorot nakal adalah Xian Xuenai.


"Teknik pencarian milikmu sangat sengit juga ya?" Xian Xuenai tertawa kesal.


"Kau pernah mengacau di Alam Semesta Dewa, tidak mudah bagiku untuk melepaskanmu. Namun, jika kau bersedia menjadi istriku aku akan melupakan hal itu dan berbicara pada Ayah agar membiarkanmu dan kakakmu hidup." Mata Shen Gu menatap secara perlahan dari ujung kepala hingga kaki Xian Xuenai, tidak melewatkan satupun dari bagian Xian Xuenai.


Xian Xuenai yang sebelumnya memasang wajah bermain-main kini memasang wajah kesal, tatapannya menjadi tajam saat dia melihat Shen Gu.


"Kau bisa berkata seperti itu jika masih bisa bernapas." Nada Xian Xuenai berubah sangat dingin, aura yang keluar darinya mengerikan, laut yang tenang kini telah terjadi tsunami.


"Segel Waktu!" Xian Xuenai menjentikkan jarinya, seketika seekor naga emas terbang keluar dari jari Xian Xuenai dan langsung melilit Shen Gu tanpa sempat pemuda itu mengambil tindakan pencegahan.


Shen Gu segera merasakan dirinya terbatasi tidak bisa bergerak, tetapi tidak ada jejak kepanikan pada matanya, sinar berkelip pada mata Shen Gu. Naga emas yang melilitnya langsung menghilang dan Shen Gu kembali mendapatkan kendali tubuhnya.


"Kau pikir trik lamamu akan berhasil?" Shen Gu terkekeh.


"Trik lama? Kau bisa menyebut begitu." Xian Xuenai menjentikkan jarinya lagi.


Shen Gu kini langsung bersiap, tetapi dia tidak melihat apapun yang berubah dari Xian Xuenai, bahkan tidak fluktuasi aura serangan apapun.


"Kau ingin bermain trik?" Shen Gu menatap dalam. "Tapi permainan cukup sampai di sini, kau akan kubawa terlebih dahulu untuk melihat akhir dari Kesatuan Monster Darah dan orang-orang terdekatmu dibunuh jika kau tidak ingin mengikuti keinginanku."


Wajah Xian Xuenai menjadi lebih sengit saat mendengar perkataan dari Shen Gu, gadis itu melangkah perlahan mendekati Shen Gu.


"Kau tahu? Pada awalnya aku ingin mengikuti rencana Ne Zha untuk memusnahkan mu sekaligus. Namun, perkataanmu barusan membuatku berubah pikiran, ya ini sudah berakhir. Aku akan membuatmu melihat Ayah tersayangmu itu mati dengan mengerikan di hadapanmu yang tidak berdaya." Xian Xuenai terus melangkah mendekati Shen Gu.


Shen Gu yang melihat Xian Xuenai terus mendekat tiba-tiba merasakan aura kematian samar yang dipancarkan oleh Xian Xuenai, rasa bahaya yang belum pernah muncul dari dalam dirinya kini mencuat bagaikan duri yang sangat tajam dan penuh racun. Shen Gu meletakkan seruling bambu pada bibirnya, ketika itu juga dia menyadari perubahan besar pada dirinya.


Tangannya kini telah mengecil hingga seperti anak umur lima tahun, jubah yang dikenakannya juga menjadi sangat longgar. Belum lagi ada hal mengerikan yang dia rasakan, yaitu Kultivasinya! Dia kini berada di Alam Dewa!


"Naga Emas itu bukanlah Segel Waktu, melainkan pemutar balik Waktu, setelah itu melilit padamu, itu memulai pemunduran Waktu dalam dirimu, segalanya dari dirimu dikembalikan hingga saat kau berumur lima tahun, hanya pikiranmu yang masih tetap," terang Xian Xuenai seraya mengibaskan tangannya, sebuah rantai segera melilit Shen Gu kecil yang menatap penuh horor pada Xian Xuenai.