Dua Penguasa II

Dua Penguasa II
Bab508. Tidak terduga


Shen Dao yang berada dibawah tekanan Piqi Baozao dan Kong tidak bisa mengambil perlawanan dari serangan bergilir Unit Khusus Jiqiren, serangan mereka sangat terorganisir secara bergantian membuat Shen Dao dalam keadaan pasif.


Belum lagi serangan Vasillias yang menyamai pukulan dari Kong ataupun Piqi Baozao. Namun, hal yang paling membuat Shen Dao marah adalah serangan yang jatuh padanya bukanlah serangan membunuh, itu hanya melukainya sedikit demi sedikit seolah itu adalah siksaan untuk dirinya.


Di sisi lain Shen Gu, Shen Yaozu dan Tetua Besar yang baru saja dikeluarkan oleh Han Xiao melihat siksaan pada Shen Dao, mereka bertiga mengigil saat melihat Unit Khusus Jiqiren serta Vasillias.


"Kapal Perang itu sangat menakutkan dan kuat! Bahkan di Tiga Alam Utama, hanya Kapal Perang utama Klan yang sanggup menanganinya." Tetua Besar kini mengerti perkataan Qin, bagaimanapun caranya dia pasti akan mati. Ternyata ini adalah kenyataan! Masih banyak rahasia dari pemuda berambut biru gelap itu, belum lagi ketika dia melihat pemuda berambut hitam legam yang bertindak sangat santai itu. Dia merasakan hawa yang sangat berbahaya dari Ne Zha.


Mata Shen Dao tidak sengaja melihat Tetua Besar, segera saja sinar harapan berkelip pada matanya.


"Shen Fa kau di sini! Ayo cepat bantu aku memusnahkan mereka!" Kondisi mental Shen Dao sudah hancur, Pedang Sembilan Hukuman yang sangat dia andalkan kini telah berkhianat, melihat Shen Fa yang merupakan Tetua Besar dia memiliki secercah harapan untuk melarikan diri, hanya dengan melarikan diri dia bisa membalaskan dendam.


Shen Fa tersenyum pahit saat melihat Shen Dao yang menggantungkan harapan padanya.


"Ini akan menarik, Shen Fa. Serang dia." Han Xiao memberi perintah.


Shen Fa yang jiwanya berada dalam kendali Han Xiao menyerang Shen Dao tanpa ragu sedikitpun.


Shen Dao yang melihat Shen Fa melesat sangat senang, dia mengira bahwa Shen Fa akan membantunya. Namun, kenyataan sangat pahit, Shen Fa menarik Qi dan mengumpulkannya menjadi Bola Qi raksasa untuk menyerang Shen Dao.


BAAAAAAANG!


Tubuh Shen Dao terhantam dan hancur, kini tubuhnya terlihat delapan puluh persen tulang serta organ dalam, hanya bagian kepala yang masih utuh karena dilindungi oleh Istana Takdir. Shen Dao terlihat seperti Mayat hidup.


Shen Gu yang melihat pertempuran sebelah pihak itu meringis, dia menatap Xian Xuenai yang kini tersenyum penuh keangkuhan padanya. Dalam sekejap Shen Gu merasakan penyesalan terbesar dalam dirinya, jika dia tidak memiliki pikiran untuk memprovokasi Xian Xuenai Ayahnya tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini. Kematian mudah akan menjadi hal indah bagi Ayahnya dibandingkan disiksa dengan sangat mengerikan seperti ini.


"Nah anak kecil, kau senang melihat orang tersayangmu disiksa?" Xian Xuenai tertawa penuh provokasi.


"Kau!" Shen Gu ingin mengutuk tetapi suaranya tercekat di tenggorokan ketika melihat tatapan mengerikan dari Xian Chin.


"Apa anak kecil? Apa yang ingin kau katakan? Kau ingin siksaan ayahmu ditambah? Oh baiklah." Xian Xuenai menunjuk jarinya ke arah Shen Dao.


"Pemutar balik Waktu," ujar Xian Xuenai.


Tubuh Shen Dao yang terluka parah kembali menjadi kekar seperti sebelumnya, tetapi Xian Xuenai tidak mengembalikan apapun selain tubuh Shen Dao yang terluka. Ketika tubuh itu kembali utuh, Shen Dao senang, tetapi dia merasakan bahwa kekuatannya tidak kembali, yang dia rasakan adalah serangan yang kembali menghancurkan tubuhnya lagi.


Xian Xuenai kembali mengembalikan tubuh sehat Shen Dao, lalu Piqi Baozao, Kong, Shen Fa, Vasillias dan Unit Khusus Jiqiren akan segera menghancurkannya lagi.


Hal itu terus berulang selama bertahun-tahun hingga keadaan mental Shen Dao hancur, sekarang dia bahkan tidak memiliki semangat untuk hidup. Berkali-kali dia mencoba untuk bunuh diri. Namun, Xian Xuenai selalu menghalanginya.


"Ayah." Shen Gu meneteskan air mata darah melihat kondisi Ayahnya, dia sangat sedih dan marah karena tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Shen Dao.


"Kau! Bukankah kau adalah Pedang Sembilan Hukuman?! Kau adalah Artefak Ilahi milik Klan Dewa! Tidakkah kau ingin membantu ayahku melarikan diri?! Dengan kekuatanmu melarikan diri dari Kesatuan Monster Darah tidaklah sulit!" Shen Gu menatap Ruan Jian yang baru saja kembali dengan Han Xiao entah dari mana.


"Milik Klan Dewa?" Ruan Jian menggeleng ringan. "Orang terkuat kalian saja hanya bisa melepaskan setengah dari kekuatanku, ini tidak bisa dikatakan aku milik Klan Dewa."


Shen Gu tertegun, bukankah cerita lama itu mengatakan bahwa orang tua dari Klan Dewa yang merupakan Kakek Shen Gu sanggup melepaskan delapan puluh persen kekuatan Pedang Sembilan Hukuman? Kenapa Ruan Jian mengatakan hanya setengah?


"Kalian terlalu meremehkan diriku." Ruan Jian bersikap dingin, tetapi masih tersimpan kelembutan pada dirinya.


"Terimakasih atas Artefak Ilahi kalian hehe." Han Xiao melemparkan sebuah bola pada Ne Zha, itu adalah Mutiara Pemanggil Dewa!


Shen Gu semakin tertekan setelah melihat bahkan jejak kepemilikan kakeknya pada Mutiara Pemanggil Dewa telah dihapus.


Bahkan jika mereka berhasil pulang ke Klan, kakeknya akan menghukum Ayahnya Shen Dao sangat kejam, tidak mengatakan dirinya yang membuat segala hal berantakan. Sudah dipastikan dia akan mati!


Tubuh Shen Gu yang lemah semakin melemah, saat ini dia tidak bisa lagi menopang bahkan jiwanya untuk bangkit.


Shen Dao juga kini telah hancur dan hanya menyisakan tubuh jiwa yang nyaris kabur jika bukan karena Shen Fa yang menangkapnya.


Shen Fa membawa Shen Dao ke hadapan Han Xiao dan Ne Zha.


Shen Yaozu melihat tiga tokoh agung dari Klan Dewa yang sebelumnya datang kemari dengan keyakinan penuh akan kemenangan telah ditundukkan, dia menjadi sangat sedih. Walaupun jiwanya dikendalikan, dia masih memiliki kendali atas pikirannya jika Han Xiao tidak memberikan perintah padanya.


"Luar biasa bukan pertunjukannya anak kecil?" Xian Xuenai tertawa puas saat menatap wajah ketakutan Shen Gu.


Shen Gu tidak berani menjawab, dia takut salah kata yang akan membawa kehancuran pada dirinya dan Ayahnya.


Han Xiao mengulurkan tangannya, rantai jiwa keluar dari telunjuk Han Xiao yang akan bergegas merantai jiwa Shen Dao.


BANG!


Tiba-tiba Rantai Jiwa itu terpotong lalu hancur berantakan sebelum masuk kembali pada telunjuk Han Xiao, tatapan Han Xiao menjadi gelap saat melihat siapa yang menyerang Rantai Jiwa miliknya.


"Maafkan aku Han, tapi aku memiliki janji yang harus aku tepati. Dalam pertemuan berikutnya, aku akan selalu bersamamu. Aku selalu milikmu, tidak ada yang merubah itu. Maafkan aku sekali lagi." Orang yang menyerang Rantai Han Xiao tak lain adalah Ruan Jian!