Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 009


Dokter Randi terus memandangi Arumi, ia masih berfikir apa yang ada dalam diri Arumi sehingga ia bisa menyentuh Adrian tanpa menimbulkan Alerginya.


"Randi... itu mata haruska aku conkel" Ucap Adrian penuh penekanan yang membuat dokter Randi terjingkat kaget."


Randi hanya cengengesan dan menggarut kepalanya yang tidak gatal ketika ia mendapat teguran dari temannya sekaligus pemilik rumah sakit tempat ia bekerja.


Sementara Arumi hanya tersenyum canggung mendengar pembicaraan kedua lelaki tampan itu. sementara Bram hanya diam dan duduk santai disofa.


"Ran, kapan aku bisa pulang, ngga betah dirumah sakit." Ucap Adrian menatap Randi.


"Biar hari ini kamu bisa pulang, kalau kamu mau. Walaupun aku larang pulang kamu akan tetap ngotot pulang kerumah mewah kamu itu. " Jawab Randi.


"Itu tau." Ucapnya lagi lalu Adrian berali menatap Bran. "Bram siapkan semua aku akan kembali ke mansion"


"Baik..... "


"Tidak boleh, kamu tidak boleh pulang. Kamu harus tetap berada dirumah sakit ini sampai kamu sembuh." Ucap Arumi memotong perkataan Bram.


"Apa-apaan dia minta pulang badang ajah masih ada bintik-bintik merah masah minta pulang." Ucap Arumi dalam hati dengan perasaan kesel.


"Tapi.... "


"Tidak ada tapi-tapian kamu harus tetap disini titik tidak pakai koma" Ucap Arumi tidak mau dibantah dan langsung memotong perkataan Adrian.


"Wau baru kali ini ada berani membantah Tuan datar." Ucap Randi dalam hati.


"Baiklah, apapun keinginanmu. Asal kamu yang rawat aku ya." goda Adrian membuat pipi Arumi bersemuh merah karena malu.


"Iya kak, aku yang akan merawatmu." Cicit Arumi menunduk.


...****************...


pukul 17 : 00 semua karyawan bersiap pulang begitupun dengan Rizal. Rizal keluar dari ruangannya dan masuk kedalam Lift untuk menuju lantai satu. Rizal sudah berada diparkiran khusus karyawan.


Ia langsung masuk kedalam rumah dan mawar langsung menghampirinya dengan pasang senyuman manis.


"Ris, aku mau bicara sama kamu" Ucap Mawar masih memeluk lengan kekar Rizal


"Aku mandi dulu ya sayang baru kita bicara." Rizal mengusap kepalah mawar dengan sayang dan mengecup keningnya. Setelah mendapat anggukan dari mawar, ia langsung pergi menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


sementara Mawar kembali duduk disofa dan menyalahkan TV sambil menunggu Rizal selesai mandi.


"Nak Mawar, Ibu tadi dengar suaranya Rizal. Kok sekarang tidak ada." Tanya Bu Widyah pada Mawar yang masih menatap layar televisi didepannya.


"Rizal mandi Bu." Jawab Mawar tanpa menatap Bu Widya.


Bu Widya ikut duduk disofa singel dan ikut menonton bersama Mawar calon menantunya.


Dikamar Rizal sudah selesai mandi dan ia memakai baju santai karena ia hanya berada di dalam rumah.


"Maaf menunggu lama sayang." Ucap Rizal menghampiri Mawar dan ikut duduk disamping Mawar.


"Tidak apa-apa Mas." Jawab Mawar tersenyum.


"Sayang, kamu mau membicarakan apa sama Mas." Tanya Rizal pada Mawar.


"Mas aku cuma mau tanya, kapan kamu menceraikan Arumi. Karena Ayah dan Ibuku tidak mengizinkan aku menikah kalau Mas belum menceraikan Arumi secara Resmi."


"Secepatnya Sayang aku akan menceraikan Arumi."


"iya Riz kamu harus secepatnya menceraikan Arumi. Mama tidak mau kalau kamu kembali lagi sama si Mandul itu." Timpal Bu Widya.


"Mama tenang saja, Rizal tidak akan kembali lagi sama Arumi." Jawab Rizal yakin. Pada halnya tidak tahu apa yang terjadi masa depan. Bisa saja ia kembali mengejar cinta Arumi.