Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 001


Arumiiiii...." Teriak Bu Widya menggelegar..


"Iya ma" Jawab Arumi lari tergopo-gopo menghampiri mertuanya yang menatap tajam kearahnya.


"Arumi, apa saja kamu kerjakan, makanan tidak adab tersedia diatas meja." Bentak Bu Widya.


"Maaf Ma..." Ucap Arumi lirih dengan kepala menunduk.


"Maaf Maaf, cepat selesaikan masakanmu, nanti anakku kelaparan gara-gara kamu." Bentak Bu Widya mendorong Arumi sehingga Arumi jatuh kelantai.


"Dasar lemah, didorong begitu ajah langsung jatuh." Cibir Bu Widya lalu meninggalkan Arumi yang menangis dalam diam.


Bu Widya duduk disofa sambil menonton TV kesukaannya yang di Indosiar suara hati Istri.


Terdengar suara mobil diluar dengan cepat Arumi mau membukakan pintu untuk suaminya. Namun langkahnya dihentikan oleh Bu Widya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Bu Widya sinis.


"Mau membukakan pintu mas Rizal." Cicit Arumi.


"Tidak usah, biar aku saja yang membukakan pintu. Penampilanmu yang kayak gitu membuat Rizal enek lihatnya. Lihat penampilanmu seperti pembantu. Muka berminyak dan penuh jerawat mandul lagi." Hina Bu Arumi tak berperasaan.


"Tapi Ma...."


"Tidak ada tapi-tapian, kamu balik sana kedapur sebentar lagi kita akan makan malam." Ucap Bu Widya memotong perkataan Arumi.


Arumi kembali kedapur dengan perasaan kecewa.


Sedangkan Bu Widya berjalan kearah pintu untuk membukakan pintu Rizal.


Ceklek


"Udah pulang Nak.?" Tanya Bu Widya melihat Rizal keluar dari mobilnya bersama seorang perempuan cantik.


"Iya Ma, Ma Arumi mana kok mama yang bukakan pintu.?" Tanya Rizal.


"Mama suruh dia kedapur memasak untuk makan malam kita." Ucap Bu Widya enteng.


Bu Widya melirik perempuan Cantik berdiri disamping Rizal.


Rizal mengerti lirikan mamanya, ia pun memperkenalkan perempuan disampingnya.


Ucapan Rizal terpotong karena perempuan disampingnya menyerah perkataannya.


"Perkenalkan Tante namaku Mawar." Ucap Mawar ramah sambil mengulurkan tangannya kearah Bu Widya


"Iya, astaga mama sampai lupa." Ucap Bu Widya menepuk jidatnya.


"Ayo masuk, tidak enak ngobrol diluar." Ucap Bu Widya lagi mengajak Rizal dan Mawar untuk masuk kedalam rumah.


"Iya tante." Ucap Mawar sambil menggandeng tangan Rizal masuk kedalam dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata melihat mereka.


"Mas.... " Teriak Arumi menghampiri Rizal yang masih digandeng oleh perempuan itu sedangkan Rizal hanya cuek mendengar teriakan Arumi.


"Mas apa-apaan ini membawa perempuan lain kerumah bahkan bergandengan tangan." Ucap Arumi berusaha menahan emosinya.


"Dia Calon istriku dan sekarang dia mengandung anakku." Ucap Rizal enteng tanpa rasa bersalah.


Deg


Jantung Arumi seakan berhenti mendengar perkataan suaminya. Ia terduduk lemas dilantai dan air matanya menetes di pipinya. Sedangkan Mawar tersenyum miring tanpa sepengetahuan mereka.


"Kamu jahat mas." Ucap Arumi lirih.


"Mas ceraikan dia. Karena aku tak mau punya madu. Kamu sudah berjanji mau menikahi ku dan menceraikan istrimu yang upik abu itu. Karena hanya aku yang akan menjadi istri satu-satunya mas." Ucap Mawar yang membuat Arumi mendongakmenatap tajam Mawar yang merusak rumah tangganya.


"Dasar pelakor... " Ucap Arumi berdiri.


Plak..


Arumi menampar Mawar dengan keras sehingga pipi putih Mawar merah.


"Arumi apa yang kamu lakukan." Bentak Rizal langsung menghampiri Mawar yang memegang pipinya yang sakit karena bekas tamparan Arumi.


"Mas pipiku sakit." Rengek Mawar.


"Itu pantas dia dapatkan karena menjadi seorang pelakor." Ucap Arumi.


Plak.. Plak..


Rizal menampar Arumi dengan keras sehingga pipi Arumi menoleh keaamping dan bibirnya mengeluarkan darah.