
"Setelah proses lamaran selesai. Adrian langsung mengajak Arumi jalan-jalan sebelum mengantar Arumi pulang. Dan disinilah mereka berada di pasar malam. Arumi begitu senang bahkan ia hampir menaikki semua wahana.
" Kak kita naik komedi putar"
"Kamu ajah ya sayang."
"Tapi.... "
"Aku tidak bisa sayang. Naiklah aku tunggu kamu disini."
Arumi pun naik di komedi putar tanpa Adrian. Ketika Arumi naik di komedi putar. Adrian didekati oleh seorang gadis dan ****.
"Hai, kok sendirian ajah." Ujar gadis itu mendekat kearah Adrian. Sementara Adrian hanya melirik lalu kembali melihat komedi putar yang calon istrinya berada didalam.
"Hai kenalin namaku Cantika." Ujar Cantika mengulurkan tangannya didepan Adrian.
Merasa terganggu Adrian mencari tempat duduk yang dekat dari Wahana komedi putar. Ia selalu berusaha agar tidak ada seorang perempuan menyentuhnya karena ia takut elerginya kambu. Ia senang melihat Arumi tersenyum ketika ia ajak kepasar malam.
"Cowok, kok ditinggal aku kan belum tau namamu siapa." Ujar Cantika dengan gaya centilnya
Ketika Cantika mau mendekat kearah Adrian. Tiba-tiba datang dia orang pria bertubu besar dan berotok menghalangi jalannya untuk mendekati Adrian
"Jangan pernah mendekati tuanku atau kamu akan tau akibatnya" Ancam salah satu pengawal yang membuat Cantika bergidik ngeri lalu pergi dengan wajah kesal.
Adrian memeng menempatkan para pengawal jarak jauh. Apa lagi ditempat seperti ini ia butuh pengawal untuk berjaga-jaga Karena ia tidak bisa menyentuh seorang wanita selain calon istrinya Arumi sedangkan Mommynya saja tidak bisa ia sentuh.
"Maafkan kami Tuan terlambat datang, sehingga wanita itu hampir saja mendekati tuan." Ujar salah satu pengawal berasa bersalah.
"Hemm, kembalilah ke tempatmu. aku tidak mau calon istriku melihatmu." Titah Adrian pada pengawalnya.
"Kak... " Panggil Arumi yang membuat Adrian kaget. Namun ia dengan cepat merubah eksperi wajahnya agar Arumi tidak banyak bertanya.
"Itu tadi bertanya jalan sayang. Ayo ku antar kamu pulang. Ini sudah larut malam." Adrian mengalihkan pembicaraan agar Arumi tidak bertanya lagi tentang kedua pengawalnya dan ia juga harus menyembunyikan identitas pada Arumi agar Arumi tidak takut dan meninggalkannya.
"Baiklah kak. Ujar Arumi pasrah.
" Sayang bisa ngga panggilannya diganti. Aku ini calon suamimu bukan Kakakmu."
"Baiklah, aku panggil Hubby saja ya."
"Ya itu lebih baik ketimbang kamu memanggilku kaka seperti saja aku jalan bersama Adikku." Ujar Adrian panjang lebar yang membuat Arumi terkeke dan gemes pada Adrian. Tanpa sadar ia langsung mencubit pipi Adrian.
"Aaauuhh sayang kok dicubit..." Ujar Adrian manja
"Siapa suruh jadi orang gemesin." Arumi berlari sambil menjulurkan lidahnya kearah Adrian sedangkan Adrian berlari mengejar Arumi dan terjadilah kejar mengejar.
"Hap... " Adrian langsung memeluk Arumi dengan erat ketika ia berhasil menangkapnya.
"Ya ketangkap, istirahat dulu yuk cape lari, haus lagi." Arumi memberi kode pada Adrian kalau ia kehausan. Adrian yang peka mengerti apa yang diinginkan Arumi. Ia pun berlari menuju penjual membelikan Arumi minuman.
Tak lama Adrian kembali ditempat Arumi menunggu. Namun ia tidak melihat Calon istrinya. Ia mengedarkan pandangannya kesana kemari, namun ia tetap tidak melihatnya. Handphone Adrian berdering dan ia langsung merogo sakunya untuk melihat siapa yang menelponnya. Ia mengernyitkan Alisnya kenapa pengawalnya tibatiba menelponnya.
"ada apa?" Tanyanya dengan nada datar.
"Tuan, Calon istri tuan dibawah oleh beberapa orang dan kami sedang mengejarnya."
"Baik pantau terus aku akan segera menyusul." Ujar Adrian bergegas menaiki mobilnya dan langsung tancap gas untuk menyelamatkan Arumi dan ia berharap Arumi baik-baik saja.
"Kalau sampai kamu menyakiti Arumi, aku tidak akan membuatmu hidup tenang." Ujar Adrian geram.