
Keesokan harinya Rizal dan Mawar pergi ke butik untuk fitting baju pengantin.
"Mas cantik ga baju ini." Ucap Mawar memperlihatkan baju pengantin yang ia pakai. Baju itu tanpa lengan dan bagian punggungnya sedikit terbuka begitupun dibagian belahan dadanya.
"Apapun yang kamu pakai sayang semuanya cantik." Gombal Rizal yang membuat Mawar tersipu malu.
"Ah mas bisa saja, Ya udah aku ambil ini saja" Ucap Mawar yang diangguki Rizal.
"Mba bungkus baju ini sekalian dengan jasnya." Ucap Mawar pada pelayan tokoh itu.
"Baik bu."
Setelah membayar belanjaannya Mawar dan Rizal naik kedalam mobilnya menuju tempat perhiasan akan ia belli.
Sementara waktu yang sama dan tempat berbeda. Arumi sangat sibuk melihat laporan-laporan dari beberapa divisi. Ia harus memeriksanya dulu baru dikasihkan kepada Presdir untuk ditandatangani.
Waktu terus berjalan dan tak terasa waktu jam makan siang dan Arumi masih berkutak dengan laporan yang ada diatas mejah kerjanya.
"Umi, ayo kita pergi makan dekat restoran kantor saja." Ujak Adrian yang berdiri didepan mejah kerjanya Arumi.
Arumi tersenyum manis. Tunggu ya kak, aku bereskan dulu ini." Ucap Arumi yang diangguki Adrian.
Wau pakta terbaru seorang Adrian yang terkenal kejam bahkan tidak pandang bulu dibuat menunggu oleh seorang gadis. Untung bawahannya tidak ada yang lihat, Bisa turun pamornya Adrian. Adrian muka tembok dan tersentuh sekarang rela menunggu seorang gadis hanya untuk diajak makan bersama.
"Sudah sayang." Ucap Adrian mengulurkan tangannya dan dengan senang Arumi menerima uluran tangan Adrian.
"Gadis itu sangat beruntung bisa menjadi kesayangan Bos Adrian." Ucap Karyawan itu pada temannya yang berdiri disamping.
"Hus tidak usah membicarakan Bos Adrian mending kita kerja dari pada kita kena masalah." Ucap temannya yang memberi nasehat.
Arumi dan Adrian sudah berada di restoran dekat kantor.
"WA kak, makanan disini sangat enak." Puji Arumi masakan yang ada di restoran tempat mereka makan.
Adrian hanya tersenyum dan memegang tangan Arumi dengan mengelus elusnya. "Kalau kamu suka, aku akan selalu ajak kamu kesini.
" Bener ya kak."
"Wau ternyata ada si Mandul makan di restoran ini juga." Hina Mawar dan Arumi hanya diam. "Oh iya kebetulan kita ketemu disini aku berikan kamu undangan pernikahannku dengan Mas Rizal, jangan lupa datang ya Mandul. " Ucap Mawar lagi dengan menghina sedangkan Adrian sudah geram mau menembak kepala Mawar sampai bocor. Seandainya ia tidak ditahan oleh Arumi sudah pasti perempuan itu akan mendapatkan yang tidak terduga dari sosok Adrian.
"Kenapa diam, tidak Terima aku katain Mandul. kamu sudah lama menikah sama mas Rizal tapi kamu tetap tidak bisa memberikan keturunan sama Mas Rizal. Coba lihat aku, aku jelas-jelas tidak Mandul bahkan didalam perut aku ini ada anaknya Mas Rizal."
Arumi berdiri dan menatap Mawar dari atas sampai bawah dengan tatapan mengejek. "wau... Lo hamil itu karena tidur dengan suami orang, kamu itu disebut P..E..L..A..K..O..R.." ketika Mawar mau bicara, arumi kembali menyelah dan mengangkat tangannya.
"Kamu sangat bangga ya dengan kehamilanmu yang luar nikah kalau aku si udah malu." Ucap Arumi skamat.
Mawar begitu malu karena semua orang membicarakannya bahkan mencemoohnya. Tak lama Rizal datang menghampiri Mawar yang sedang menangis tersedu-seduh.