
TIGA BULAN KEMUDIAN
Adrian sudah rapi dengan kemeja warna putih. Ia mengambil handphonenya untuk menghubungi seseorang.
"Apa sudah siap semua."
"Sudah tuan."
Setelah mendapat jawaban dari anggotanya, Adrian mengambil kunci mobil dan dompetnya. Dan ia langsung masuk kedalam lift untuk menuju ke lantai satu. Ia berpapasan salah satu pelayan yang biasa membuat makanan untuknya.
"Bi tidak usah masak, karena malam ini aku akan makan diluar bi."
"Iya tuan."
Adrian kembali melanjutkan langkahnya menuju ke garasi, karena ia akan mengendarai mobil kesayangannya. Ia sudah keluar dari pekarangan rumahnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama ia sudah sampai dikediaman Arumi.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek
Arumi membuka pintu rumahnya. Adrian terpesona melihat kecantikan Arumi yang sangat alami. Tidak sia-sia ia menyewa penata Rias untuk Arumi.
"Kamu sangat cantik sayang" Bisik Adrian tepat telinga Arumi yang membuat Arumi merona dan menunduk malu.
"Kak, malu." Cicit Arumi.
"Tidak perlu malu sayang, sungguh kamu sangat cantik. aku mau mengurunhmu saja agar tidak ada yang melihat kecantikan mu." Gombal Adrian yang semakin membuat pipi Arumi memerah.
"Kak.. " Rengek Arumi.
"Kalau kita sudah menikah jangan panggil kaka lagi." Bisik Adrian langsung menarik pinggang Arumi sehingga membuat Arumi menempel kepadanya.
Adrian mengajak Arumi naik ke mobil.
"Kak kita mau kemana?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri sayang." Ujar Adrian tersenyum sambil mengenggam tangan Arumi dan sesekali mengecupnya sedangkan tangan yang satu memegang kemudi.
Tidak mendapat jawaban yang ia inginkan. Ia cemberut membuat Adrian gemes mau mencium bibir merah.
"Jangan mancung begitu sayang, aku tidak tahan serasa mau memakanmu." Goda Adrian yang membuat Arumi menunduk malu.
"Kak...'
" Tak lama Mobil yang dikendarai Adrian sudah sampai di sebuah Restoran bintang lima.
"Kita sudah samapai sayang." Ujar Adrian lembut. "Tutup mata dulu ya sayang."
Cup
"Kak... "
"Kamu menggodaku sayang."
Adrian mengambil kain untuk menutup mata Arumi. lalu menuntun Arumi turun dari mobil.
"Kak, kita mau kemana? Kenapa harus tutup mata si."
Adrian hanya diam tanpa menanggapi ucapan Arumi.
"Kaka, kaka dimana kenapa tangan Arumi dilepas."
Arumi terus meraba mencari keberadaan Adrian. Namun tak lama penutup mata dibuka oleh seseorang.
Setelah penutup matanya dibuka Arumi mengerjabkan matanya karena terkena silau lampu. Namun bukan itu yang jadi masalahnya seorang pria berlutut si hadapannya.
"Arumi, maukah kamu menjadi istriku ibu dari anak-anakku." Ujar Adrian berlutut dan sebuah cincin berlian yang ada di tangannya.
Sedangkan Arumi menangis haru. "Iya kak, aku mau." Jawab Arumi.
Prok Prok Prok
Semua orang bertepuk tangan dan menghampiri pasangan yang sedang dimabuk cinta.
"Selamat bro, akhirnya kamu menemukan cinta sejatimu." Ujar Jerry memberi selamat pada Adrian.
"Terimakasih, ini juga berkat bantuanmu."
"Selamat bro." Ujar Tama seperti biasa selalu bermuka datar.
"Iya tam, terimakasih" Jawab Adrian lalu ia menepuk pundak Tama dan berkata. "Semoga kamu juga mendapatkan cinta sejati sehingga wajahmu tidak terlalu datar.
" Kayak kamu tidak ajah." Cibir Tama.
"Tapi sekarang aku sudah mendapatkan calon istri yang cantik. Kalian berdua ajah masih jomblo." Ejek Adrian yang membuat kedua sahabatnya melongoh karena baru pertama kali Adrian bisa bercanda. Dan kedua sahabatnya bersyukur karena Akhirnya Adrian bisa mendapatkan orang yang ia cintai dan ia bisa sentuh tanpa menimbulkan elerginya.
"Biarpun aku jomblo, tapi aku selalu menikmati surga dunia. Tidak seperti dia masih perjaka." Ujar Jerry.
Sedangkan Arumi yang mendengar perkataan Jerry pipinya sudah memerah.
"Perjalanan aku hanya khusus untuk Istriku. Dan seperti kamu semua lobang kamu masuki. Tidak takut apa tertular penyakit. " Ejek Tama.
"Ah kalian bikin telinga Calon istriku ternoda." Ujar Adrian menatap tajam kedua sahabatnya yang membuat keduanya terdiam.