
Vania membulatkan kedua matanya saat mendengar ucapan Arsen. "A-apa aku boleh menemuinya?" Dia bertanya dengan tidak percaya.
Arsen mengangguk. "Yah, tapi kau tidak boleh mengatakan apapun. Cukup aku saja yang bicara."
Vania langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senyum lebar dan raut wajah berseri-seri.
Arsen terus memperhatikan raut wajah Vania yang terlihat sangat senang sekali saat dia mengatakan jika boleh bertemu dengan V...