
Hari ini adalah hari pertama Lalisa bekerja sebagai designer pemula di butik ternama milik tante dari suami Pricilia tersebut.
Kini Lalisa tengah di sibukkan oleh tugas dari ketua tim nya tersebut. Beruntung nya Lalisa sedikit demi sedikit memahami apa yang para seniornya perintah kan untuknya, karena dahulu sewaktu Lalisa kecil pun kedua orang tuanya pernah memberinya khursus bahasa Prancis, Rusia dan Jepang.
Dengan segera Lalisa pun mengerjakan keseluruhan dengan cekatan. Lalisa pun beberapa kali mendapat kan perlakuan yang kurang menyenangkan dari beberapa rekan nya tersebut, dan Lalisa pun mendengar mereka berbisik-bisik menggunjingkan nya karena dia designer pemula namun berhasil mendapatkan rekomendasi untuk menjadi tim design inti untuk peragaan busana di musim semi ini.
Ketua tim designer nya pun terlihat sangat menyukai kinerja dari Lalisa tersebut.
Ketua tim designernya tersebut tak lain dan tak bukan yang merupakan anak dari pemilik butik tersebut. Yaps, ketua tim inti tersebut biasa di sapa Garen. Sepupu satu-satunya George.
"Lalisa coba kamu jelaskan pendapat kamu mengenai desain gaun musim panas ini. Apa yang kurang dari design ini menurut kamu." Tanya Garen kepada Lalisa.
Lalisa pun nampak mengamati dengan sangat seksama. Kemudian ia pun memberikan pendapat demi pendapat dari mulai design dan motif hingga bahan yang digunakan.
"Brilian, saya telah menduga jika sebenarnya design milik Karina ini memiliki banyak ke kurangan. Kita rombak ulang untuk design yang akan kita gunakan untuk peragaan busana di musim panas mendatang. Setiap designer dari tim inti wajib membuat dan mengajukan 3 design baju musim panas. Saya sendiri yang akan menentukan dan memilih design yang layak untuk design peragaan busana musim panas kedepan." Ucap Garen.
"Serahkan masing-masing dari design kalian maksimal bulan depan di tanggal yang sama dengan hari ini. Masing-masing dari design yang terpilih seperti biasa akan di peragakan oleh model internasional yang sedang trend. Jadi saya harap diantara kalian tidak ada yang mengecewakan saya." Ucapnya mengakhiri pembicaraan kali ini.
Tak terasa jam pulang kerja pun datang. Seluruh karyawan pun pada akhirnya pulang bersamaan. Lalisa pun memutuskan untuk segera pindah menuju ke apartemen nya agar lebih leluasa jika tinggal sendirian tanpa menumpang.
Hari pun berganti, pagi pun datang. Lalisa yang tampak buru-buru berangkat kerja tanpa sengaja bertumbukan dengan Jimmy Liem yang sama-sama akan menuju lift apartemen tersebut.
"Tuan Jim??" Ucap Lalisa dengan terkejut.
"Oh hai Lisa, kenapa kamu ada disini??" Ucap Jimmy pura-pura tidak mengetahui segalanya.
"Panjang ceritanya tuan. Kapan-kapan saya ceritakan jika kita bertemu kembali." Ucapnya.
"Baiklah, saya tinggal di apartemen no 23. Jika butuh apa-apa datanglah ke apartemen milik saya." Tawar Jimmy ke pada Lalisa.
Lalisa yang mendengar jika Jimmy Liem tinggal di apartemen 23 pun melongo seketika. Bagaimana mungkin dunia sesempit ini.
"Astaga tuan, saya baru pindah kemarin sore ke apartemen no 24."Tutur Lalisa.
"Oh yaa?? Mungkin kita itu berjodoh dan di takdirkan oleh Tuhan untuk bersama. Hahaha." Seloroh Jimmy.
"Mungkin tuan. Yasudah tuan saya turun terlebih di lantai ini." Ucap Lalisa setelah tiba di lantai dasar.
"Sama saya juga turun di lantai dasar. Ayo biar saya antar." Tawar Jimmy.
Lalisa pun akhirnya menerima tawaran dari Jimmy tersebut di karena dirinya seperti nya akan sedikit terlambat jika masih menunggu mencari taksi yang lewat.
Mobil pun melaju dengan cepatnya. Tak berapa lama akhirnya sampai di depan butik tempat Lalisa bekerja.
Lalisa pun nampak sangat terkejut mendengar sang papa sakit keras. Akhir nya dengan berat hati Lalisa pun mengikuti mama dan kakaknya pulang kembali Indonesia untuk menemui sang papa.
Benar saja sang papa ternyata tergolek lemah di kamar tidurnya.
"Pa, bangunlah. Jika papa bangun maka hari ini pun Lalisa setuju untuk menikah dengan calon pilihan papa. Huhuhu." Tutur Lalisa sembari menangis tersedu-sedu.
Papa Lisa yang sebenarnya hanya pura-pura sakit pun kemudian duduk dengan terbatuk-batuk.
"Uhukk-uhukk.. Anakku, ternyata kamu sudah pulang. Jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini maka biar papa batalkan saja asalkan Lalisa masih tetap disini bersama papa. Uhukk-uhuk." Jawab papa Lisa dengan terbatuk-batuk untuk meyakinkan Lisa jika dirinya menderita sakit keras.
"Tidak pa. Lisa tidak masalah jika papa nikahkan besok sekalipun. Lisa pun menyerah hidup di luar seorang diri." Ucap Lalisa menyerah.
"Baiklah putriku, ma tolong beri kabar kepada tuan Liem untuk mempersiapkan pernikahan antara putra nya dengan putriku besok dan tidak bisa di ganti dengan hari yang lain lagi. Uhukk..Uhukk." Ucap papa Lisa sambil terbatuk-batuk namun di dalam hatinya sangat bergembira sekali.
Mama Lisa pun segera memberikan kabar baik kepada keluarga Liem tersebut. Hingga malam ini di antara kedua keluarga tersebut pun terlihat sangat sibuk dengan pernikahan dadakan tersebut.
Sedangkan Jimmy yang masih berada di dalam pesawat menuju ke Indonesia pun nampak tersenyum dengan sangat cerah.
Pagi ini Lalisa telah di make up oleh MUA terkenal di tanah air dengan di dampingi oleh Amira. Lalisa pun tampak melamun dengan memikirkan keputusan nya untuk menikah dengan calon yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
"Hufh, semoga saja calon suamiku ini sanggup membuat hatiku berdebar lagi dan mampu mencintai ku setulus hati dan selama-lamanya hingga akhir hayat kita." Ucap Lalisa dalam hati sembari memohon kepada Allah.
"Ayo sayang, ijab kabul segera di mulai." Ucap sang mama mendapingi putrinya menuju meja dimana penghulu akan menikahkan putrinya tersebut.
Dengan langkah pasti dan pasrah dengan kuasaNya, Lalisa pun menjatuhkan pilihan nya untuk mengabulka permintaan papa dan berbakti untuk kedua orang tua nya tersebut.
Disaat mempelai pria mengucapkan ikrar saya terima nikahnya, Lalisa pun nampak sangat terkejut mendengar suara yang tak asing tersebut hingga ia pun memberanikan diri untuk melihat wajah calonnya tersebut.
"Astaga, kenapa tuan Jim yang menjadi suamiku?? Apakah tuan Jim adalah Jimmy teman masa kecil ku yang di jodohkan dengan ku tersebut?" Gumam Lalisa dengan wajah terkejut dan bernafas lega.
"Syukurlah jika tuan Kim adalah Jimmy kecil. Itu artinya Jimmy kecil telah tumbuh dengan sangat baik sehingga berhasil menjadi dirinya yang sekarang ini." Gumam Lalisa.
Ijab kabul pun telah sah. Kedua nya pun resmi menjadi suami istri.
Jimmy pun mencium kening Lalisa dengan penuh haru. Sedangkan Lalisa akhirnya pun dapat menerima pernikahan yang di atur oleh orang tua nya dengan bahagia.
Yudha atau yang kini berubah nama menjadi Abellard yang masih menjalani serangkaian operasi wajah pun menjadi sangat terluka mendengar pujaan hatinya tersebut telah menikah. Namun ia pun berusaha sekuat tenaga untuk menerima takdir jika di antara kedua ternyata memang tidaklah berjodoh.
......-Tamat -......