
Yudha yang melihat dirinya menjadi hot gossip bersama lawan main nya Aqilla pun menjadi was-was. Walaupun ia sudah sering diterpa gossip berdekatan dengan lawan mainnya di sinetron pun kali ini ia merasakan ada kejanggalan dengan seputar gossip tersebut.
"Harus aku klarifikasi kali ini. Biar Lalisa tidak semakin menjauh dariku karena gossip ini. Itu kan bukan ciuman sungguhan. Kenapa di edit menjadi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sebuah ciuman yang sangat panas. Seperti aku yang terlihat sangat menikmati ciuman itu. Sial." Gumam Yudha seorang diri.
Kemudian ia pun segera mengklarifikasi hubungan nya bersama Aqilla melalui instagramnya. Namun yang terjadi ialah ia tidak bisa masuk ke dalam akun nya sendiri.
Dengan tergesa-gesa ia pun segera menghampiri managernya tersebut.
"Kenan! Kenapa aku tidak bisa mengakses seluruh medsosku? Pasti ini ulah kamu kan? Aku hanya ingin membuat klarifikasi saja tentang hubungan aku dan Aqilla yang murni hanya untuk pekerjaan." Teriak Yudha.
"Maaf kan aku Yud. Mulai sekarang akses medsos mu dikendalikan sementara oleh pihak management kita. Sudahlah kamu jangan terlalu panik. Semakin sering kamu di beritakan, maka pamor kamu di dunia hiburan akan semakin bersinar pesat. Ini saja jadwal kamu semakin padat banyak tawaran menjadi tamu undangan di berbagai media televisi." Sahut Kenan sang manager.
"Tapi Ken, enggak berita begitu juga kan yang harus ditulis. Aku kan juga harus menjaga perasaan Lalisa. Aku sudah berjanji pada Lalisa untuk menunggunya menyelesaikan kontraknya satu tahun lagi." Jawab Yudha dengan raut muka sedih.
"Lalisa saja berani mengambil resiko memutuskan kamu demi karirnya. Kenapa kamu tidak? Bukankah Lalisa pun sama egoisnya. Aku pun sudah mendengar jika Lalisa sudah di jodohkan orang tuanya dan akan menikah tahun depan. Lalu apalagi yang akan kamu tunggu dari Lalisa?" Tanya Kenan menggebu-gebu.
"Kita sudah berjanji. Yang akan menikahi Lalisa tahun depan adalah aku. Bukan orang lain." Seru Yudha dengan raut muka marahnya.
"Terserah kamu sajalah. Bersiaplah hengkang dari dunia hiburan jika kamu tetap ingin merebut Lisa dari calon suaminya. Kamu tahu sendiri sudah tahu kan dengan kekuasaan keluarga Lalisa." Ucap Kenan memperingatkan.
"Aku tidak peduli sekalipun aku harus hengkang dari dunia hiburan." Jawabnya masa bodoh.
Tidak ada yang mengetahui juga jika Yudha memiliki perusahaan yang sama besarnya dengan Jimmy. Hanya saja perusahaan Yudha telah di titipkan untuk di kelola sahabat nya yang berada di Prancis tersebut.
Ayahnya maupun keluarga nya yang lainnya pun turut tidak ada yang mengetahui big company yang dimiliki oleh Yudha tersebut.
"Astaga, kenapa semua jadwal mendadak berubah menjadi sangat padat? Kenapa seolah-olah aku dibuat sibukkan oleh banyaknya kontrak yang aku lakukan selama satu tahun kedepan? Siapa dalang dibalik ini semua yang memberikan aku banyak pekerjaan hingga mempersingkat waktu istirahat ku." Seru Yudha dalam hati sambil mengeratkan kepalan tangan nya.
"Segera pesan kan aku tiket menuju Korea. Aku ingin segera mengakhiri seluruh pekerjaanku disini secara sepihak. Jemput aku dan buat siasat supaya pelarianku kali ini tidak di ketahui oleh siapa pun." Kata Yudha di dalam telepon tersebut.
Setelah itu Yudha pun mengakhiri panggilannya. Dan segera keluar menampilkan ekspresi muka yang senormal mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan dari lawan nya.
*
*
*
Mama dan Papa Lalisa pun dengan suka cita menyambut kabar baik dari sang dokter perihal pernyataan jika putri satu-satunya mereka telah pulih.
Segera sang mama dan Amira pun membantu mengemasi seluruh barang milik Lalisa untuk di bawa pulang ke rumah kedua orang tua nya.
"Lis, perlu aku kabari boss kita atau tidak jika kamu sudah diperbolehkan untuk pulang?" Tanya Amira.
"Jangan Lis. Jangan ganggu tuan Jim. Nanti kalau dia keseringan bertemu dengan ku selama di luar jadwal shoot yang ada gossip semakin melebar aneh-aneh enggak ada habisnya. Kasihan calon istri tuan Jim jika melihat dan mendengar gossip tersebut." Tutur Lalisa.
"Iya Mir, benar kata Lalisa. Hati wanita mana yang sanggup melihat calon suaminya terlibat skandal dengan rekan kerjanya? Sudah kita langsung pulang kerumah saja." Sahut sang mama.
"Sudah jangan banyak berdebat. Administrasi telah selesai di urus. Segera kalian menuju ke mobil. Ingat jangan tampil terlalu mencolok untuk menghindari para wartawan. Ikuti aku dari belakang." Ucap Papa Luke yang telah mengurus segala hal dan termasuk jalan untuk menghindar dari para paparazi.
Mama, Lalisa dan Amira pun segera mengikuti langkah sang Papa yang telah di dampingi bodyguard dengan tampilan yang tidak mencolok.
Mereka pun akhirnya tiba di basement mobil rumah sakit dan masuk ke dalam mobil dengan aman. Segera mobil melaju dengan cepat meninggalkan area rumah sakit menuju ke kediaman orang tua Lalisa.
Mobil pun sampai di depan rumah kedua orang tua Lalisa. Dengan tergesa Lalisa dan Amira segera menuju lift rumahnya agar segera sampai di lantai 3 letak kamar tidur Lalisa. Lalisa ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur kesayangan nya tersebut.
Mama Lisa kemudian segera meminta tolong kepada bibi yang berkerja dirumahnya untuk menyiapkan makanan kesukaan Lalisa. Hati mama Lisa sudah terlihat lega melihat anak gadisnya satu-satunya telah sembuh dari sakitnya tersebut.
"Bibi tolong makan siang kali ini segera persiapkan menu steak wagyu, dimsum dan pancake kesukaan Lalisa dengan segera ya bibi." Tutur mama Lisa memberikan instruksi.
"Baik nyonya." Sahut bibi tersebut. Kemudian dengan segera dan cekatan pun bibi menyiapkan menu tersebut bersama kepala koki yang direkrut oleh orang tua Lalisa.
"Papa hari ini tidak usah kembali kekantor. Tunda demi putri kita." Titah sang mama.
"Baiklah ma. Papa keruang kerja dulu. kalau butuh sesuatu segera temui papa di ruang kerja saja ya." Sahut Papa Luke sembari mencium kening sang istri dengan penuh kelembutan.
"ih sudah ah pa. Jangan mancing-mancing gitu. Malu di liat orang. Belum juga siang sudah bermesraan." Kata mama Lisa.
"Memangnya mama terpancing? Kalau iya ayo kita ke kamar dahulu. Selaikan urusan kita ini didalam kamar. Kan mama juga yang menyuruh papa untuk tidak kembali ke kantor hari ini." Sahut papa dengan cepat menarik sang mama menuju kamar mereka.
"Tuh kan beneran papa jadinya pasti kayak begini nih kalau di ladenin. Nanti kalau Lalisa melihat kita seperti ini yang ada kita yang malu pa." Kilah sang mama.
"Sudah mama diam dan menurut saja dengan papa." Jawab sang papa sambil mencium bibir istrinya tersebut dan menggendong nya dengan cepat menuju kamar mereka.