CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Permintaan Mama Lisa


Sore itu ketika Jimmy hendak turun dari mobil bersama asisten nya. Ketika baru menginjakkan kaki nya beberapa langkah di depan lobby rumah sakit, banyak mata langsung menyorot wajahnya penuh puja hingga semua histeris meneriaki Jimmy bahkan memeluk hingga mencubit serta memaksa berfoto.


Hal tersebut membuat Jimmy dan asisten Chris sangatlah terkejut dengan banyaknya orang yang mengerumuni nya tersebut.


Asisten Chris pun sampai kewalahan membantu sang tuan dari banyaknya fans yang mengerumuni nya tersebut.


Hingga tak berselang lama para petugas satpam datang berbondong-bondong untuk mengamankan jalan nya tuan Jim tersebut.


Ketika sampai di depan pintu kamar Lalisa dirawat akhirnya Jimmy dan sang asisten bisa bernafas lega. Pintu pun ia ketuk dari luar.


"Tokk.. Tokk..Tokk.. Permisi."


Mendengar suara pintu di ketuk pun mama Lisa segera membukakan pintu dan ketika melihat tamu yang datang tersebut tampaklah binar kebahagiaan terpancar di wajah.


"Ayo masuk kalian berdua." Seru mama Lisa dengan wajah berbinar.


"Baik Tante." Seru Jimmy dan asisten secara serempak.


Kemudian mereka berdua pun di persilahkan duduk di sofa yang tersedia di ruangan tersebut.


"Tante, ini sedikit bingkisan untuk Tante dan semuanya." Seru Jimmy memberikan bingkisan besar yang diterima langsung oleh mama Lisa.


"Ya ampun, tidak usah repot-repot membelikan parcel sebanyak ini. Kayak mau lebaran saja kamu belikan sebesar ini." Jawab mama Lisa.


"Ma.. Jangan bersikap berlebihan di depan tuan Jim." Kata Lisa dengan lembut


"Huh, Lisa itu kok gitu amat lihat mama nya lagi seneng. Jarang lho mama ketemu sama Idol baru yang di gandrungi banyak kalangan dalam sekejap. Benar kan nak Jim?" Tanya mama Lisa.


Mendengar penuturan dari mama Lisa tersebut Jimmy pun hanya meringis bergidik ngeri mengingat fans fanatiknya yang berbondong-bondong mencubitnya, hingga tangannya ada beberapa goresan kuku dari para fansnya.


"Tante. Tuan dan saya masih trauma di depan didatangi secara dadakab oleh fans nya tuan Jim yang membludak. Begitu mereka berdekatan dengan tuan Jim ada yang mencoba mencium, mencubit pipi, bergelayut di tangan bahkan tangan tuan Jim saja sampai tergores kuku-kuku fans tersebut Tante." Tutur asisten Jim sembari bergidik ngeri membayangkan yang terjadi barusan.


Amira dan Lalisa pun terkekeh mendengar dan melihat betapa syok tuan nya dan sang asisten tersebut.


"Iya begitulah menjadi publik figur yang di idolakan banyak orang tuan. Maka dari itu Lalisa pun jarang saya izinkan bepergian mendadak seorang diri tanpa penyamaran. Yang ada seperti tuan tadi di buru oleh para fans." Terang Amira.


"Ya Tuhan, iya ini mah lecetnya parah nak. Saya panggilkan perawatan buat mengobati luka goresan kuku itu ya? Biar tidak infeksi." Tawar mama Lisa.


"Jangan Tante. Biar saya obati sendiri setelah sampai di rumah." Sahut Jimmy dengan cepat karena tidak ingin menimbulkan banyak kehebohan jika bertemu dengan orang baru lagi.


"Baiklah nak. Ehem boleh mama meminta sesuatu?" Tanya mama Lisa berbasa-basi.


"Iya silahkan Tante. Selagi saya mampu dan bisa." Jawab Jimmy dengan ramah.


"Bolehkah kita melakukan live IG sebentar saja nak? Tante ingin memamerkan kedekatan Tante ke teman-teman arisan Tante. Hehehe.." Mama Lisa berusaha memohon tanpa mengindahkan pelototan mata dari Lisa yang malu dengan permintaan mama nya tersebut.