CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Bisikan Pricil


Pagi harinya Lalisa telah berkutat di dapur membantu para asisten milik keluarga George tersebut untuk memasak.


Sedangkan Pricil pun terlihat turun dari anak tangga dan ikut bergabung bersama dengan Lalisa. Lalisa yang melihat tubuh Pricil penuh dengan tanda kemerahan pun menjadi mendelik ke arah sahabat nya tersebut.


"Astaga, Pricil, apa kamu tidak malu memperlihatkan bekas cupangan kamu yang ada di mana-mana itu di depan kami semua?" Ucap Lalisa seraya berbisik.


"Sebenarnya aku malu. Tapi mau bagaimana lagi jika aku ingin menutup bekas cupangan suamiku ini, dengan muka cemberut suami ku lantas membuat cupangan lagi yang lebih merah dan banyak. Suamiku tidak mengizinkanku untuk menutup bekas hisapan nya ini. Kalau aku membantah yang ada nanti selama beberapa hari kedepan aku tidak bisa berjalan dengan benar karena hentakan demi hentakan milik nya suamiku yang tidak lekas usai. Hingga milikku terasa sangat nyeri dan tidak sanggup untuk berjalan." Jawab Pricil dengan berbisik.


Lalisa yang mendengar cerita Pricil pun menjadi melongo.


"Suami kamu itu hypersex ya Pricil? Astaga, kenapa kamu mau?" Bisik Lalisa dengan muka terlihat geregetan.


"Karena aku pun menyukai permainan yang suamiku buat ketika di ranjang Lis. Aku pun sangat puas. Karena kami berdua memiliki Li bi do yang sama-sama tinggi. Menikah lah atau kalau kamu tidak ingin menikah, cobalah dengan lelaki gigolo yang ada di club' malam yang dekat dari sini. Kamu pasti akan merasakan indah nya surga dunia yang belum pernah kamu rasakan tersebut." Tutur Pricil memberikan bisikan demi bisikan agar Lalisa pun terpancing.


"Ehem, siapa yang mau ke club malam dan menyewa gigolo??" Ucap George dengan muka garang melirik sang istri.


"Tidak ada sayang. Kami hanya mengobrol ringan. Sayang ih telinganya mulai bermasalah." Ucap Pricil mencoba mengalihkan obrolan nya bersama Lalisa.


"Ah yasudah. Ayo kita makan bersama dulu. Setelah ini aku mau menyusui baby Ken dulu." Sahut Pricil sembari segera mengambilkan sarapan untuk suaminya dan mempersilahkan Lalisa untuk memilih makanan yang ia inginkan.


Tak berapa lama Pricil pun telah selesai sarapan dan lekas menuju kamar putranya. Namun tangannya pun di cekal oleh suaminya tersebut dan dituntun suaminya tersebut menuju ke dalam kamar mereka.


"Sayang, kenapa kamu mengunci pintunya? Apa suamiku yang sangat tampan ini tidak berangkat ke kantor hari ini?" Ucap Pricil sembari membuka satu persatu kancing kemeja yang di pakai suaminya tersebut.


"Aku ingin kamu menyusuiku seperti kamu menyusui baby ken. Tidurlah terlentang disana dan lepaslah semua baju yang kamu pakai ini ya istri cantikku." Ucap George memberikan arahan kepada istrinya tersebut.


Pricil pun merebahkan tubuhnya yang telah Bu gil tersebut di atas ranjang mereka.


Terlihat George mengambil sesuatu di dalam laci meja tidur nya yang tidak lain adalah vibrator.


Dengan segera George pun menancapkan vibrator nya tersebut di lembah milik istrinya sedangkan dirinya benar-benar menyusu di kedua mochi milik istrinya itu mirip seperti bayi.


Pricil pun tidak kuat lagi untuk tidak men de sah dengan hisapan yang suaminya berikan serta getaran vibrator yang membuat miliknya berkedut sangat hebat.


"Akhh sayang. Milikku telah berkedut." Ucap Pricil sembari mencengkeram rambut milik suaminya tersebut.