CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Mama dan Papa ABG


Siang pun berganti malam. Keadaan Lalisa ada sedikit kemajuan, kini demamnya pun telah turun walaupun tubuhnya masih terasa lemas.


Lalisa pun kini di suapi bubur oleh Mr Jim. Awalnya Lalisa menolak, namun dengan banyak paksaan dan alasan dari Mr Jim untuk berhasil menyuapi nya tersebut akhirnya dengan berat hati Lalisa pun menerima suapan demi suapan dari tangan sang CEO nya tersebut.


Amira yang melihat hal tersebut di buat melongo. Bagaimana tidak, jika CEO dari perusahaan skin care yang telah mendunia dengan sigap nya ikut menunggu hingga turut memaksa untuk menyuapi Lalisa.


Diam-diam pun Amira memfoto aktivitas suap menyuap antara sang CEO dengan model tersebut sembari senyum-senyum sendiri.


"Waahh, ada gossip besar nih." Dalam hati Amira.


"Sudah tuan, saya sudah kenyang." Pinta Lalisa.


"Ini masih kurang dua suap lagi. Ayo makan lagi, dan jangan panggil aku tuan jika sedang tidak berada di dalam perusahaan. Orang tua kamu sudah kamu kabari jika kamu di rawat di rumah sakit?" Tanya Jimmy.


"Sudah tuan. Sudah saya kabari tadi kedua orang tua Lisa." Sahut Amira menjawab.


"Baguslah kalau begitu saya bisa pulang dengan tenang." Sahut Jimmy.


"Iya tuan, ini sudah malam. Orang tua saya pun sedang dalam perjalanan menuju kemari. Jadi tuan bisa pulang beristirahat dirumah." Sahut Lalisa.


"Kamu mengusirku?" Tanya Jimmy dengan raut muka tidak senang.


"Bukan tuan. Hanya saja aku merasa tidak enak jika tuan dan asisten Jimmy sedari tadi menemaniku. Disini sudah ada Amira dan kedua orang tua ku akan segera sampai. Istirahat lah dirumah tuan." Tutur Lalisa.


"Baiklah, aku pamit pulang dulu. Kamu beristirahat lah dengan baik. Biar lekas sembuh." Ucap Jimmy kemudian.


"Iya tuan, siap laksanakan. Hati-hati dijalan." Jawab Lisa dengan tersenyum ramah ke arah Jimmy.


Segera tuan Jimmy bersama sang asisten keluar dari kamar rawat inap tersebut.


"Awasi terus Yudha, jangan sampai kecolongan dia bisa menengok Lisa dirumah sakit. Buat dia sibuk dengan syutingnya pagi siang dan malam." Perintah sang CEO kepada asisten nya.


"Baik tuan, segera saya laksanakan." Ucap asisten Chris.


"Ayo langkah kakimu di percepat sedikit pa." Seru mama Lisa.


"Ini juga kan sudah cepat ma. Ini juga sudah sampai di depan kamar Lisa kan." Jawab sang papa.


Pintu pun segera di buka sang mama. Dengan cepat pun sang mama segera memeluk anak gadis satu-satunya itu.


"Ma, lepas.. Sesak nafas tau ma. Ini terlalu erat mama meluknya." Kata Lisa.


"Habis mama sangat khawatir dengan keadaan kamu. Bagaimana bisa kamu di rawat disini? Kamu sakit apa kata dokter disini?" Ucap sang mama.


"Kata dokternya aku kena chikungunya ma." Jawab Lisa dengan pelan.


"Astaga, bagaimana bisa apartemen yang kamu tempati ada nyamuknya Lisa?" Tanya sang mama kemudian.


"Mungkin nyamuknya ada di sekitar tempat pemotretan tau sewaktu di jalan Tante. Enggak mungkin juga apartemen semewah itu ada nyamuk yang menggigit Lalisa hingga terkena chikungunya." Jelas Amira.


"Hahaha.. Benar kata Amira ma. Mama sih mikirnya kurang luas. Panik terus kerjaan nya." Ucap sang papa.


"Oh jadi papa sekarang udah berani meledek mama berpikiran sempit begitu?" Seru mama Lisa dengan wajah memerah.


"Mana ada papa bilang begitu ma, kan yang belilang begitu ya mama sendiri barusan. Benarkan Lisa?" Seru sang papa mencari pembelaan.


"Sudahlah pa, ma. Jangan berdebat lagi. Ini kan lagi dirumah sakit bukan di rumah mama dan papa sendiri." Ucap Lalisa menengahi pertengkaran kedua orang tua nya.


"Yasudah papa pulang dulu sana. Mama mau tidur disini menemani anak mama." Kata sang mama dengan nada ketus.


"Papa pulang sendiri ini??! Mama kok begitu sih sudah tua masih main ngambek-ngambekan segala kayak masih ABG saja. Yasudah kalau begitu papa pulang sekarang. Lekas sembuh ya putriku sayang." Ucap sang papa kemudian berlalu menuju pintu keluar tanpa menengok ke arah sang mama. Tak lama kemudian terdengar pintu kamar tertutup dengan keras.


"Astaga, punya suami tempramen nya masih aja mirip ABG." Ucap sang mama yang kemudian di ketawain oleh Lisa dan Amira