Buru-buru Nikah

Buru-buru Nikah
Bab 25. Lepasin istri Gue!


...🍀🍀🍀...


"Ghe, lo kenapa?" tanya Ria cemas melihat Ghea tiba-tiba jatuh terduduk di atas lantai dan menangis. Tepat setelah lampu kembali menyala.


"Ghe, bukannya tadi lo sama Juna? Apa Juna yang buat lo nangis?" tanya Mona seraya memegang tangan Ghea, membantu temannya untuk berdiri.


Gadis itu kenapa? Sontak semua orang jadi beratensi padanya, si Dewi SMA Pancasila itu menangis tersedu-sedu. Kenapa?


#Flashback


Saat semua orang sedang sibuk dengan pesta dansa yang alakadar dan tidak melewati batas itu. Ghea dan Juna menjadi salah satu peserta pesta dansa itu. Ghea memakai baju biru Cinderella, cocok sekali dengan stelan jas Juna yang juga berwarna biru. Ya, itu karena sebelumnya Ghea mengajak Juna untuk memakai baju Couple. Mereka bak pasangan dari negeri dongeng, Cinderella dan pangerannya.


"Ghe, ada yang mau aku ngomongin sama kamu." ucap Juna tiba-tiba di sela-sela dansa mereka. Di bawah cahaya lampu yang temaram, kadang menyala dan kadang tidak.


"Ya Jun, ada apa?" tanya Ghea tampak bersemangat seperti biasanya. Pasti pria itu mau memujinya cantik, pikirnya dalam hati.


"Ghe, aku minta maaf...aku nggak bisa jalanin hubungan ini lagi." kata Juna yang membuat raut wajah cantik Ghea memucat. Namun tangannya masih memegang tangan Juna.


"J-jun kamu jangan bercanda, ini nggak lucu." kata Ghea dengan satu sudut bibir yang tertarik ke atas.


"Aku nggak bercanda, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita berdua."


"Juna...kamu kenapa sih? Kenapa tiba-tiba kamu kayak gini?" gadis itu mengerutkan keningnya, matanya memicing menatap Juna.


"Sebenarnya aku udah punya pacar Ghe, sebelum sama kamu...aku udah terikat sama seseorang." ungkap Juna setengah jujur. Mana mungkin ia mengatakan tentang pernikahannya dan Naya, jadi dia hanya bisa bilang pacaran.


"Jun...kamu jangan bercanda! Aku...aku..."


"Maaf Ghe, maafin aku--tapi aku sebenarnya mencintai dia. Maaf, kita putus...aku nggak bisa kehilangan dia."


Setelah mengatakan itu tiba-tiba lampu padam, Juna pun meninggalkan Ghea seorang diri ditengah-tengah pesta dansanya. Juna seperti mengejar seseorang, namun Ghea tidak dapat melihat siapa orang itu.


#End flashback


Gadis itu, Gheana Safira sakit hati dengan keputusan Juna yang tiba-tiba memutuskan cintanya. Siapa pacar Juna? Siapa yang Juna cintai sampai pria itu melepaskan dirinya.


Ghea tidak menggubris ucapan teman-temannya, ia berlari pergi meninggalkan pesta dengan hati yang kacau. Kedua teman baiknya menyusulnya, bak dayang yang selalu mengikuti Ghea kemana-mana.


****


Setelah kejadian ciuman itu, Juna mengatakan cintanya pada Naya di balkon hotel mewah itu. Naya sepenuhnya tidak percaya, ia mengira pria itu sedang dirasuki hantu penghuni hotel atau lainnya.


"Kanaya Wulandari, gue serius."


Gadis itu masih mengatupkan kedua tangannya, seraya merapalkan doa-doa dan mengusap wajah Juna dengan telapak tangannya sesekali.


"Gue kagak kesurupan!" sanggah Juna seraya memegang kedua tangan Naya agar berhenti menyapu wajahnya.


"Bohong! Mana mungkin kamu nggak kesurupan? Mana mungkin kamu dalam keadaan sadar, cium aku...waktu itu kamu cium aku dalam keadaan mabuk juga. Ini pasti setannya udah melekat di tubuh kamu, makanya kata aku juga...kamu harus rajin solat." omel gadis itu dengan bibir yang mencebik.


Astaga! Juna menepuk jidatnya sendiri, bagaimana bisa dia mengira bahwa ucapannya tak serius, padahal wajahnya sudah meyakinkan. Ia rasa begitu.


"Terserah deh lo mau bilang gue kesurupan apa gimana, gue serius. Gue udah putus sama Ghea karena gue pengen jalanin hubungan kita dengan serius. Oke, Kanaya Wulandari?" Juna menatap gadis itu dengan dalam. Tidak bisa dipungkiri bahwa Naya berdebar karena tatapan dari iris mata berwarna hitam pekat itu.


'Apa kamu bisa dipercaya Jun?' batin Naya bingung.


"Nay, ternyata kamu disini? Aku udah nyari kamu dari tadi." ucap seseorang yang tiba-tiba saja memegang tangan Naya. Tatapan tajam pun mengarah dari Juna pada Gara.


"Gargar?" Naya menolak ke arah Gara. "Kamu ngenalin aku?"


"Iya dong, mau penampilan kamu kayak gimana pun. Aku tetap ngenalin kamu, Nay." ucap Gara seraya tersenyum pada Naya.


"Lepasin istri gue!" sentak Juna seraya mendorong Gara menjauh dari Naya. Tangan Gara pun terlepas dari Naya.


Kedua pria itu saling menatap dengan dalam, jangan lupakan ada kilat kemarahan saat mereka saling beradu mata. Naya berada ditengah-tengah mereka.


...****...