
Pagi itu, Retia tidak dibangunkan oleh Kokok ayam atau bahkan alarm jam. Retia terbangun oleh suara berisik dan teriakan bersamaan dengan suara dengkuran yang cukup keras di sampingnya. Retia bangun, mendapati pemilik suara dengkuran itu adalah Hans yang tidur dengan sangat pulas.
..."Sejak kapan, beruang ini ada di sini?"...
Retia keluar dari tenda, kemudian berjalan menuju tempat yang terlihat sangat sibuk: pinggiran sungai.
..."Sedang apa mereka?"...
Retia bingung, di depan sana, ada Khan yang menyelam ke dalam sungai. Beberapa detika kemudian Khan kembali muncul bersama dengan sisik juga bagian lain dari tubuh Leviathan yang mengambang di sampingnya.
Marthinus dan Ron kemudian menjatuhkan diri mereka ke air, untuk menyeret bagian-bagian yang melayang ke daratan, barulah pria lainnya bertugas untuk menumpuk material itu sesuai dengan jenisnya.
Sementara itu, Jordan dan Chord terlihat duduk di depan perkamen sambil menulis dan menggambar sesuatu. Wajah mereka terlihat kacau, masam, dan khawatir. Bahkan sistem juga mengatakan seperti demikian.
Retia menghampiri mereka, dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"
"Kami harus.. membuat sesuatu yang bisa menampung semua orang dan mampu berjalan dengan cepat ke Kota Kansas. Jadi, tolong jangan ganggu!!" Chord memegang pundak Retia dan berteriak. Sekarang setelah berhadapan langsung dengan mereka berdua, Retia bisa melihat kantung mata yang menghitam dan mulut terangkat sedikit menggigil.
..."Mereka berdua tadi malam tidak tidur?"...
Melihat wajah mereka berdua, Retia segera menyingkir ke sebuah batu. Duduk di sana dan memilih untuk membuka kotak hadiah dari misi sebelumnya.
"Buka kotak hadiah!"
[ Membuka kotak hadiah... ]
[ Kotak Hadiah berhasil dibuka ]
[ Mendapatkan kemampuan: Tangan Dewi Makan> Bahkan tanpa melihat, Pengguna bisa mengetahui jenis bahan yang dirinya sentuh dengan mudah. ]
[ Mendapatkan kemampuan: Kreativitas Dewi Makan> Semua yang pernah Pengguna lihat akan bisa ditiru reflikanya dengan kemampuan Tangan Dewi Makan. Tingkatan hasil tergantung kemampuan Pengguna. ]
"Bagaimana cara menggunakannya?"
Retia menggerakkan tangannya, mencoba membayangkan sesuatu seperti Leviathan.
"Oh, berhasil!"
Layar hologram muncul menggambarkan semacam proyeksi tiga dimensi dari Leviathan. Sangat jelas dan detail. Di bawahnya, terdapat sebuah kata yang berbunyi: Tempel.
Retia sudah mencoba untuk menekannya, tetapi yang ada malah tangannya tembus. Retia kemudian beralih mencoba dengan cara mengatakannya, tetapi sebuah layar pemberitahuan membuat Retia semakin penasaran.
[ Target dan alat tidak dapat ditemukan, harap menyediakan target dan alat sebelum menggunakan kemampuan. ]
..."Target dan alat, apa maksudnya itu?"...
Retia tak berpikir lama, Khan sudah kembali naik ke daratan dan membantu Ron dan Marthin memindahkan kepingan material tubuh Leviathan. Jika mereka selesai maka waktu makan juga akan segera tiba.
Retia mengambil batu yang tajam dan batu yang cukup besar. Sekedar mengetes apakah kemampuan ini sama seperti yang ia bayangkan.
Retia kembali membayangkan sesuatu, hanya saja kali ini membayangkan hal yang simpel seperti kincir angin.
Layar hologram tiga dimensi kembali muncul memperlihatkan struktur rangka dari kincir angin.
"Tempel!"
Rupanya benar, secara mengejutkan. Lengan Retia bergerak sendiri dan mulai mengukir bentuk kincir angin dengan menggunakan batu tajam di batu yang besar. Sedikit berbeda dari yang terlihat di layar hologram, tetapi intinya cukup sama. Jika hasil menggunakan batu saja menjadi seperti ini, jika menggunakan pena dan kertas pasti hasilnya akan sangat bagus. Kemampuan ini juga berguna untuk memikirkan dan menggambarkan tentang Dekorasi hidangan.
Retia menghampiri Chord dan Jordan kembali. Di atas perkamen, Retia bisa melihat desain gagal mereka yang cukup aneh. Bentuk ular dengan roda, bentuk naga dengan sebuah tempat tinggal di dalam perutnya, dan bentuk seekor kura-kura yang membawa rumah di punggungnya.
"Apa... ada yang bisa aku bantu?" tanya Retia. Sedikit meragu karena sebelumnya pernah diusir.
"Bukankah sudah aku bilang untuk tidak menggangu!" Chord menggeram, matanya melotot hampir lepas.
"Cih, seorang Koki harusnya memasak saja di dapur, kenapa suka sekali mengganggu urusan orang lain, sih!? Kamu—
"Cukup!" Hans memotong.
"Saya harap Anda tidak melampiaskan rasa kesal Anda kepada orang yang tidak punya salah," sambungnya.
Chord, menggigit bibirnya, sedari awal keberangkatan. Chord sudah tidak menyukai Retia yang sangat dekat dengan Tuan Khan dan Mid Guardian: Hans. Hingga tanpa sadar ia melepaskan rasa kesalnya ketika mendapat kesempatan dan alasan bahwa Retia menggangu pekerjaannya.
"Ada apa ini?" Khan datang bersama dengan pria lainnya.
Jordan angkat bicara dan menjelaskan bahwa Retia menggangu pekerjaan mereka. Termasuk juga pertengkaran antara Nona Retia dan Nona Chordne. Namun, reaksi Khan jauh berbeda dari yang diharapkan, itu cuma datar dan datar. Tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.
"Terus apa? Sesama manusia memang sudah biasa untuk saling bertengkar satu sama lain, aku tidak peduli. Daripada itu bagaimana hasil desain Physical Form kalian? Pemuja material harusnya bisa memanfaatkan minat dan bakat mereka dengan baik bukan?"
"In-ini...."
Jordan menyerahkan perkamen dengan tangan yang gemetar hebat.
"Hmm."
"Menarik dan sangat tidak berkelas, desain khas anak umur lima tahun, dalam arti lain... ini adalah sampah!"
"Ah... ma-maafkan kami, Tuan!"
"Haah, Nona Retia!"
"Ya, Tuan!"
"Aku dengar kamu ingin membantu? Bisakah kamu menciptakannya? Untuk bisa sampai ke Kansas sebelum siang, kita harus menciptakan sesuatu yang bisa menampung semua orang dan berjalan dengan kecepatan tinggi. Apa kamu bisa memberikan padaku sebuah desain yang seperti itu?"
"Akan Saya coba."
"Bagus, Jordan berikan perkamen dan pena kepada Nona Retia."
"Ba-baik!"
"Si-silahkan duduk di sini, Nona Retia."
"Ya."
Retia mulai membayangkan sebuah kapal dan kapal selam, kemudian menempelkannya di perkamen. Tak sampai di sana, Retia juga membayangkan tentang pesawat dan helikopter untuk transportasi udara, kereta dan mobil untuk jalur darat.
"Saya sudah selesai, Tuan."
"Secepat itu? Biar aku lihat." Khan mengambil perkamen dari Retia. Namun, tiada reaksi apapun darinya. Jika saja tidak ada sistem, Retia mungkin berpikir bahwa Khan tidak menyukainya. Sistem mengatakan kalau Khan terkagum, terpesona, dan sedang berpikir keras.
Khan berpikir sejenak sambil terus menatap desain di perkamen. Setelah menarik napas panjang, Khan melemparkan perkamen dan mulai mengeluarkan sebuah palu yang sangat besar dengan ukiran emas dan perak di setiap sisinya.
Melihat hal itu Ron dan Hans saling pandang dan mengangguk.
Khan melemparkan palunya ke langit, awan mendung yang sangat hitam muncul mengelilingi tempat palu itu dilemparkan.
"Nona Retia, tutup telinga dan mata Anda." Hans meminta, Retia langsung menurutinya.
Puluhan halilintar yang membara, turun dan menyambar tumpukan sisik dan kulit Leviathan.
Palu besar itu turun kembali dan Khan langsung menyambutnya. Khan kemudian melesat ke arah sambaran hujan halilintar dan meloncat tinggi dengan posisi siap untuk menghempaskan palu besarnya.
"Sekarang!!" Ron berteriak.
....