Aku Keturunan Dewi Makan?

Aku Keturunan Dewi Makan?
Bab 10 : French Friest


Retia pergi ke rak bumbu, mengambil dua toples secara acak dan memeriksanya. Layar hologram benar-benar muncul di ke dua toples tersebut.


[Garam]


Rank: D


Kesegaran: 97%


Berat: 300 gram.


[Merica]


Rank: C


Kesegaran: 98%


Berat: 270 gram.


Retia meletakkan merica dan garam di sudut meja, kemudian kembali memotong kentang dengan mengikuti garis-garis halus yang ada di sana. Kemampuan yang terlihat simpel, tetapi sangat membantu untuk memasak, khususnya ketika mencoba memasak resep baru.


"Boleh minta tolong ambilkan air bersih?" pinta Retia pada Sylvi dan Mary.


"Ah!? Ba-baik, akan Saya ambilkan," jawab Mary yang langsung pergi.


"Apa ada yang bisa dibantu lagi, Nona?" tanya Sylvi yang merasa dirinya tidak berguna.


"Oh? Kalau begitu, tolong ambilkan panci, spatula sendok saring, kain bersih, dan wadah yang ada penutupnya kalau ada."


"Baik!"


Retia memasukkan kentangnya ke dalam mangkuk dan membasuhnya pada wastafel. Retia masih agak bingung dengan Kitchen Set ini. Retia yakin bahwa di sini tidak ada listrik dengan bukti bahwa tidak ada kabel-kabel yang melintang di atas kota, tetapi lampu-lampu tetap ada. Entah karena ada sumber energi lain di dunia ini atau mereka menanamkan kabelnya di bawah tanah.


[ Kebersihan: 100% ]


"Si*l, kemampuan ini sangat keren!" teriak Retia di dalam hati.


Mary datang membawa air bersih, yang kemudian langsung dimasukkan oleh Retia ke dalam panci untuk dididihkan. Melihat itu membuat Mary sedikit jengkel dan merasa telah dibodohi. Air yang Mary ambil adalah air bersih yang sudah direbus untuk minum, jika saja ia tahu air itu untuk merebus kentang, air di wastafel saja harusnya sudah cukup.


Retia memasukkan satu sendok teh garam ke dalam air hangat yang sudah mendidih kemudian memasukkan kentang yang sudah ditiriskan. Hologram petunjuk waktu muncul dalam hitungan mundur tiga menit dan hologram yang menunjukan suhu air.


[ Hitung mundur selesai ]


Setelah hitungannya selesai Retia langsung mengangkat kentang menggunakan sendok saring kemudian ditiriskan.


Kentang yang sudah ditiriskan kemudian dimasukkan ke dalam kulkas untuk di dinginkan. Sambil menunggu, Retia mengisi panci dengan minyak goreng dan menyiapkan tepung maizena.


"Apa di sini ada blender?" tanya Retia tanpa berharap apapun. Hanya untuk mewarnai suasana.


"Ada, mau yang bagaimana?" jawab Mary yang langsung membuka lemari penyimpanan yang letaknya paling pojok. Retia terdiam seketika, bukan cuma peralatan sederhana bahkan sampai blender pun juga ada. Nenek Retia rupanya lebih luar biasa daripada yang diceritakan Hans.


"Untuk menghaluskan bumbu saja," jawab Retia.


Mary kemudian mengambil blender kecil jenis single-serve kemudian memberikannya pada Retia yang telah selesai menyiapkan bumbu, bawah merah dan putih, juga cabe merah untuk membuat sambal cocol.


"Apa Anda ingin membuat sambal?" tanya Sylvia.


"Iya, apa kamu bisa membuatnya?"


Sylvia menggangguk.


"Oke, kalau begitu tolong, ya."


Retia pergi mengambil kentang di kulkas. Kentang yang sudah dingin kemudian dikeringkan dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan kain atau serbet bersih.


Baru setelah keringlah kentang dimasukkan ke wadah bertudung berisi tepung maizena. Wadah itu kemudian dikocok agar tepungnya dapat merata.


Ketika minyak goreng sudah mendidih, kentang langsung Retia masukkan ke dalamnya. Digoreng hingga berwarna agak keemasan. Bertepatan dengan itu sambal buatan Sylvi juga sudah selesai.


Layar hologram muncul di hadapan Retia ketika menyatuka semua itu di dalam satu wadah. Hologram itu berisikan ucapan selamat dan informasi tentang kentang goreng yang baru ia buat.


[ Hidangan French Friest telah rampung dengan sempurna ]


[ Selamat karena telah berhasil membuat hidangan pertama Anda ]


[ French Friest Klasik ]


Rank: D


Kesegaran: 93%


Nilai Rasa: 71%


Nilai aroma: 68%


Nilai Dekorasi: 41%


Bahan: Kentang, tepung maizena.


"Mari makan!" ajak Retia yang langsung disambut oleh senyum hangat oleh Sylvi dan Mary.


Mereka pergi ke meja makan. Karena Retia menghabiskan seluruh kentang di kulkas, Sylvi memanggil penghuni rumah lainnya untuk makan bersama sementara Mary kembali ke dapur untuk mengambil bumbu penyedap yang biasanya mereka gunakan.


Sylvi kembali dengan membawa dua Maid lain beserta tukang kebun dan Rold yang baru pulang dari rumah tukang jagal.


"Wah, apa ini? sepertinya enak!" kata Pak Erwin tukang kebun berumur empat puluh satu tahun. Dia dan Rold langsung duduk di bangku, hendak langsung mengambil kentang, tetapi ditepis oleh Sylvi.


"Tuan Erwin, sebelumnya apa yang anda lakukan di taman belakang?" tanya Silvy. Matanya menatap sinis pada Pak Erwin yang sebelumnya berurusan dengan pupuk. Pemilik tangan kotor.


"Anda juga, Tuan Rold. Sebelumnya apa yang Anda lakukan di rumah tukang jagal?" Kini giliran Rold yang kena. Rold sebelumnya harus membantu tukang jagal memindahkan bangkai beruang dan Tyranwing hasil buruan Hans. Pemilik tangan kotor ke dua.


Pak Erwin dan Tuan Rold pergi menuju wastafel untuk mencuci tangannya, diikuti oleh dua Maid lain yang sadar diri sebelum kena Omelan Sylvi.


Mereka kemudian bersama-sama menyantap kentang goreng itu. Namun, Quest Retia belum juga selesai karena Mary belum memakan kentang itu. Tidak berselang lama, Mary datang membawa bumbu penyedap yang baru dari gudang karena yang ada di dapur sudah hampir habis.


"Apa itu?" tanya Retia.


"Oh, ini? ini bumbu penyedap rasa buatan ras Elf, rasanya enak!" jawab Mary yang kini duduk di bangkunya dan mulai menaburkan bumbu itu ke atas kentang goreng.


Hologram kembali muncul di hadapan Retia.


[ French Friest Klasik telah berubah menjadi French Friest Elves ]


[ French Friest Elves ]


Rank : B


Kesegaran : 91%


Nilai Rasa : 87%


Nilai Aroma : 83%


Nilai Bentuk : 76%


Nilai Dekorasi : 41%


Bahan : Kentang, tepung maizena, bumbu oravle.


"Apa? Bumbu macam apa itu? Kentangnya menjadi jauh lebih enak?" batin Retia. Ia kemudian mengambil botol bumbu tersebut untuk memeriksa informasinya.


[ Bumbu Oravle ]


Rank : A+


Kesegaran : 86%


Berat : 389 gram.


Bahan : ( Tidak teridentifikasi karena ada terlalu banyak bahan di dalamnya )


"Menakjubkan, suatu hari nanti aku harus pergi ke kediaman Elf untuk mencari tahu tentang rahasia pembuatan bumbu ini." Retia membatin.


[ Quest: Hidangkan kentang pada dua Maid muda selesai ]


"Oh? Akhirnya."


[ Menghitung pencapaian... ]


[ Mengirim hadiah... ]


[ Hadiah Diterima! ]


[ Apakah Anda ingin membuka kotak Hadiah? ]


Belum sempat Retia mengiyakan. Hans masuk ke dapur dan membuat semua orang terdiam.


Sebelumnya Hans mendapati para pekerjanya tidak ada di tempatnya. ia kemudian mencari dan akhirnya masuk ke dapur.


Melihat suasan canggung itu, Retia langsung bergerak. Hans diminta oleh Retia untuk mencoba masakannya. Hans yang tidak terlalu mengerti apa yang terjadi, hanya bisa pasrah dan ikut memakan kentang goreng tersebut.


"Bagaimana rasanya?" tanya Retia. Gugup dan cemas. Walaupun yang lain memuji kentang gorengnya, Retia masih tidak percaya diri karena hidangan yang ia buat hanyalah Rank: D. Tertolong oleh bumbu penyedap produksi ras Elf yang berada di Rank: A+.


"Enak," kata Hans.


Retia tersenyum senang, disambut oleh wajah orang-orang yang bahagia karena masakannya.