
Satu tahun kemudian
Carlos bersama pekerja yang lain tengah makan siang bersama, dan disamping Carlos duduk seorang perempuan yang tidak lain adalah Shifa yang sejak lama sudah menyimpan perasaan kepada Carlos dan Carlos menyadari itu namun ia masa bodoh karena Carlos hanya fokus kepada pekerjaannya untuk merubah nasibnya.
“Lu mau nambah ga? Gw ambilin ya” – Ujar Shifa yang hendak berdiri namun ditahan oleh Carlos.
“Ga usah makasih” – Jawab Carlos singkat
Pekerja lain yang sudah mengerti kelakuan Shifa terhadap Carlos hanya berdiam diri tidak mau berkomentar.
Saat jam pulang Carlos baru saja ingin melangkahkan kakinya melewati pagar perusahaan itu tiba-tiba ada suara yang memanggil, segera Carlos menoleh dan melihatnya.
“Los” – Sapa Nathan sahabat karibnya.
Carlos terkejut melihat kedatangan Nathan yang tiba-tiba seperti ini, biasanya jika ingin bertemu Nathan selalu mengabarinya terlebih dahulu.
“Ngapain lu kesini?” – Perlahan Carlos mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Nathan.
“Lu mau kemana? Masuk ke mobil gw ayo” – segera Nathan menarik tangan Carlos dan membawanya ke mobil.
Awalnya Carlos menolak namun karena paksaan Akhirnya Carlos mengikuti dan masuk kedalam mobil.
Nathan langsung memutari mobilnya dan masuk ke kursi pengemudi. Setelah itu Nathan langsung melajukan mobilnya.
“Langsung aja lu mau bilang apa?” – Ujar Carlos sambil memijat punggungnya akibat lelah bekerja.
“Lusa gw ulang tahun dan gw mau undang lu” – Ucap Nathan sambil tersenyum.
“Gw ga punya baju bagus, pasti tamu lu orang kaya semua. Ga ada uang juga buat hadiah lu” – Jelas Carlos kemudian memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.
“Udah diem, gw anterin lu pulang nanti lu bakal tau sesuatu” – Dari wajah Nathan terlihat seperti ada yang disembunyikan. Namun Carlos masa bodoh.
Nathan mengentikan mobilnya tepat didepan rumah Carlos dan ketika mereka turun Nathan memberikan Carlos satu kotak yang tidak tau apa isinya namun dari bungkusannya seperti mewah.
“Gw pulang dulu, awas lu ga datang” – Nathan kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Carlos.
Carlos tidak bisa berkata apa-apa karena Nathan telah pergi, Carlos pun masuk kedalam rumah dan melihat isi didalam kotak itu, ternyata sepasang jas hitam dengan celananya dengan sepatu yang mengkilat.
“Gila tuh orang” – gerutu Carlos
.............
Carlos memperhatikan sekitar dengan wajah datar, perasaannya tidak nyaman melihat keramaian tempat ini dan Carlos tidak tau harus kemana mencari Nathan.
Dengan setelan jas yang diberikan Nathan dengan tangan kanan membawa kotak hadiah, Carlos berjalan disamping kolam renang sambil mencari Nathan.
Tiba-tiba sepasang matanya tertuju kepada perempuan yang mengenakan gaun putih dengan rambut yang diurai rapi, wajahnya seperti tidak asing. Mirip dengan perempuan yang Carlos temui setahun yang lalu di sebuah Universitas.
Perasaannya seperti ada kesenangan sendiri dan seperti tidak ingin lepas kedua matanya terus memperhatikan perempuan itu. Tak disengaja perempuan itu menoleh dan mendapati Carlos yang sedang memperhatikannya.
“Hai...” – sapa perempuan itu
Mendengar itu Carlos langsung menoleh dan mencoba menjaga sikapnya.
“Hai” – Jawabannya singkat
“Sepertinya lu lagi kebingungan ya? Ada yang bisa gw bantu?” – Tanya perempuan itu sambil memberikan senyuman yang manis membuat hati Carlos berdegup kencang.
“Gw...gw lagi cari Nathan” – jawab Carlos sedikit terbata-bata.
“oh dia tadi dipanggil sama ayahnya, tungguin aja disini nanti datang kok” – Tatapa perempuan itu sangat cantik bagi Carlos sampai tidak sadar Carlos melamunkannya.
“Hey?! Ada apa? Em...kita belum kenalan, gw Nayra” – Ujar Nayra sambil mengulurkan tangannya.
“eh sorry, iya gw Carlos” – Lamunannya pun buyar kemudian Carlos membalas jabatan Nayra setelah itu menarik kembali.
Keduanya kemudian kehabisan kata-kata dan mendadak hening, sampai akhirnya Nathan datang memecahkan keheningan mereka.
"Disini ternyata gw udah nungguin lu dari tadi" - Ucapn Nathan sambil menepuk pundak Carlos.
"Gw juga nyariin lu!" - balas Carlos dengan tatapan sinis.
"Eh ada Nayra, lu ga digodainkan sama anak ini?" - Goda Nathan sengaja membuat Carlos kesal.
"Apaan sih!" - Gerutu Carlos
"Ga kok cuma ngobrol biasa aja" - Jawab Nayra dengan suara lembutnya. "Gw permisi dulu ya, mau gabung sama temen-temen gw" - Kemudian Nayra pun pergi meninggalkan mereka.
"Nat lu apaan sih, bikin malu gw!" - Omel Carlos sambil berjalan ke bangku dan langsung duduk.
Nathan hanya tertawa sambil menyusul Carlos dan ikut duduk didepannya.
"Gw kasih tau ya, dia itu masih jomblo jadi kalo lu mai deketin nanti gw bantu" - Goda Nathan lagi.
"Ngomong apa lu? gw ga suka sama siapapun apalagi orang yang ga gw kenal!" - Tegas Carlos.
Mengingat ini hari ulang tahun Nathan, langsung saja Carlos memberikan hadianya namun dengan wajah yang masih kesal.
"Happy birthday buat lu, maaf hadiah gw ga seberapa" - ucap Carlos sambil menyodorkan hadiah yang dia bawa dari rumah.
"Wih thanks ya, lu ga perlu repot-repot bawa hadiah. Lu datang aja udah cukup" - Nathan menerima kado itu kemudian mengajak Carlos untuk makan bersama.
Saat tengah menikmati makanan itu, Carlos dari kejauhan bisa melihat Nayra yang sedang makan bersama teman-temannya. Carlos sendiri bingung kenapa dirinya suka memperhatikan perempuan yang baru ia kenal.
Carlos menggeleng kepala untuk menyadarkan pikirannya kemudian melanjutkan makannya bersama Nathan.
Bersambung...