
Joe dan Nufail saat ini berada di ruangan Nufail.
"Joe, gimana loe udah kerjakan tugas loe?." Nufail bersandar di sofa.
"Beres, Bos. Tinggal bos yang urus selanjutnya." Joe mengacungkan jempolnya dan ia duduk di samping Nufail.
"Bagus-Bagus... Loe selalu bisa di andalkan... Gue akan kasih bonus akhir bulan nanti." Nufail menepuk pundak Joe.
"Alhamdulillah... Rezeki anak soleh. Thank's bos." Joe menyalami tangan Nufail.
"Udah dech loe jangan terlalu lebay." Nufail melepas tangan Joe.
"Kan ane terharu bos, lagi pula lebay karena bosnya juga kadang lebay. Hahahaha..."
"Ck, Gue kagak jadi ngasih bonus loe."
"Yah, Bos. Jangan dong, Bos ngga kasihan sama ane... ane kan mau nyenengin pacar-pacar ane bos."
"Dasar casanova kismin... Loe harus tobat sebelum ajal menjemput mu."
"Belum ada yang pas, Bos."
"Terserah loe, yang penting gue udah ngasih tau... Oia, anterin gue ketempat wanita gila itu. Gue pengen beri di pelajaran yang seumur hidup tidak bisa di lupakan." Nufail tersenyum devil.
"Wah! Si Singa udah mulai menongolkan gigi taringnya." Joe merasa merinding.
"Udah jangan banyak drama, ayo. Jangan lupa bawa bekal kita dari istriku tercinta."
"Ya ampun, Bos. Itu kan jengkol bukan daging naga, makanan bos yang paling benci." Ucapan Joe membuat Nufail berhenti melangkah dan menoleh kearah Joe.
"Yang benar, tapi rasanya enak. Ngibul aja loe."
"Buat apa ane Ngibul bos, coba bos tanya mbah google pasti tau."
Nufail langsung mencari artikel mengenai jengkol dan benar kata Joe, yang dia makan adalah makanan Nufail ngga suka, karena dulu waktu ia kecil salah satu ARTnya makan jengkol dan mulutnya bau. Membuat Nufail ifil dan memerintahkan semua ART tidak ada yang makan. Padahal Nufail belum tau bentuk dan rasanya jengkol itu gimana, yang dia tau hanya menyebabkan bau mulut.
"Aneh, tapi kok rasanya enak ya. Lagian kenapa Alsava itu daging naga. Gue pikir itu naga atau torpedo dari hewan, kaya kambing, sapi atau apa gitu."
"Hahaha... Bos ane itu pintar segala hal, tapi masalah kaya gini. Tiba-tiba jadi down, apa karena kebanyakan makan jengkol ya. Hahahaha..."
"Joe, udah beberapa kali Loe ngeledekin gue. Pengen gaji dan bonus loe kagak keluar." Nufail langsung masuk lift.
"Duh! Sory, Bos. Gue hilaf." Joe mengikuti Nufail
"Udah bosan gue dengar permintaan loe, ya udah. Sekarang berangkat, jangan banyak omong."
"Tapi gaji dan bonus ane keluarkan, Bos. Please..." Joe memasang wajah imut.
"Dih! Najong, gue lihat muka loe. Bikin gue pengen muntah, udah sana jangan dekat-dekat jijik gue lihatnya." Nufail menoyor kepala joe.
"Tapi bos janji dulu, gaji dan bonus ane keluar."
"Iya-iya, sana jangan dekat-dekat."
"Baiklah, Bos."
Skip
Nufail dan Joe menempuh 1 jam ketempat Mami Siska disekap.
"Sudah sampai, Bos." Joe membukakan pintu untuk Nufail.
"Oke, terimakasih."
"Dasar wanita ja**ng, kau sudah menipu ku dan anak ku." Mami Siska menjambak rambut Eliana.
"Hahaha... Itu karena Mami dan Abbas begitu bodohnya mempercayai ku dan membuang Alsava, dan lihatlah Alsava malah mendapatkan Nufail dan mertua yang jauh berbeda dengan Mami dan Abbas. Mereka memanjakan dan sangat menyayangi Alsava, membuat gue iri. Dia mendapatkan tambang emas yang hartanya berlimpah ruah dan ngga akan habis 7 keturunan." Eliana melepaskan tangan Mami Siska dari rambutnya.
"Itu gara-gara kamu juga, udah menghasut kami. Untuk berbuat jahat kepada Alsava." Geram Mami Siska.
Nufail dan Joe datang melihat Mami Siska dan Eliana berantem tersenyum senang.
"Joe, lebih baik kita menonton mereka. Kayanya seru nih." Nufail menghadang Joe, karena tadinya Joe mau memisahkan.
"Benar, Bos. Dua Ja**ng saling teriak, Hahahaha... Mereka ngga sadar apa kelakuannya sama, sungguh anehnya mereka." Joe tertawa.
"Iya mereka memang orang aneh dan gila, bukan miliknya masih aja memaksa."
"Mereka bukan aneh dan gila, Bos. Tapi be** dan to**l, Hahahaha..."
"Bukan-bukan mereka itu sampah yang harus di basmi, sebelum menyebarkan virus."
"Benar itu, Bos. Kita apakan mereka, kalau Eliana di pastikan akan mati. Karena dia menyebabkan penyakit HIV, kalau wanita gila mau di apakan dia Bos?."
"Buat dia semakin gila, malah lebih gila dari kemarin Hahahaha..."
"Itu mah hukuman kecil bos."
"Iya, sih. Tapi ngga apa-apa, karena dia menghasut ba**ngan menceraikan Alsava. Akhirnya gue yang dapat, jadi anggap aja gue berterimakasih sama dia."
"Oke lah kalau begitu, ane mah terserah bos aja."
Mami Siska dan Eliana masih aja berantem, mereka saling jambak.
"Aku nyesel punya mantu seperti kau, lihat aja anak kamu akan kena akibatnya." Mami Siska menarik dengan kasar rambut Eliana, hingga rambut Eliana rontok.
"Dasar wanita gila, rambut gue jadi rontok begini." Eliana menampar Mami Siska, hingga terjatuh di lantai.
Mami Siska memegangi pipinya yang di tampar Eliana, lalu ia berdiri dan langsung mendorong Eliana hingga kepalanya terbentur meja dan mengeluarkan darah segar.
Eliana melihat darah di keningnya, lalu pingsan.
"Hahaha... rasakan, sekalian aja kamu mati." Mami Siska tertawa senang.
.
.
.
.
.
.
Hadew 🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️!!! Mereka ngga sadar apa sifatnya sebelas dua belas...
Apakah Eliana akan selamat?Bagaimana caranya Joe dan Nufail akan membuat Mami Siska menjadi gila malah lebih gila dari penyakit gila Mami Siska yang kemarin?. Tunggu aja kelanjutannya...
Tetap dukungannya Like, vote dan komentarnya ya....
See you... 😘😘😘