Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Ketahuan


Abbas datang menjenguk Satria.


"Assalamualaikum anak Daddy yang ganteng..." Abbas mencium anaknya Satria.


"Wa'alaikumsalam Daddy..." Bi Inem meniru suara anak kecil.


"Bi, gimana kabarnya?semuanya aman?Mami ngga mencelakai Satria?." Abbas duduk di Sofa.


"Tidak, tuan. Alhamdulillah, sejauh ini baik-baik saja. Malah saya tidak pernah melihat nyonya kesini, tuan."


"Baguslah, kalau gitu. Tapi Mami kemana, ya?."


"Saya kurang tau, tuan."


"Bibi pasti sudah tau kalau Satria bukan anak kandung ku, aku mohon bibi tetap jaga rahasia ini. Jangan sampai Satria tau, aku ngga mau mental Satria terganggu." Abbas menunduk sedih.


"Tenang aja, tuan. Saya akan menjaga rahasia ini, tapi saya bingung kemana Nyonya Eliana?Dia apa tidak merindukan anaknya tuan?."


"Bi, jangan sebut wanita ja**ng itu. Dia sama sekali tidak peduli sama anaknya, dia lebih peduli hawa ***** bersama laki-laki. Dan aku juga ngga akan biarkan Satria bertemu dengan wanita ja**ng, bisa merusak mental Satria. Kalau ibu kandungnya adalah seorang pe**cu*. Bilang aja ibu kandungnya udah mati, ketika Satria melahirkan." Geram Abbas.


"Baik, tuan."


"Oia, Bi. Saya mau ke kantor dulu, tetap jaga Satria 24 jam dan jangan biarkan Mami dan wanita ja**ng mendekati Satria." Abbas memperingati Bi Inem.


"Iya, tuan. Saya mengerti, saya akan selalu menjaga Satria."


"Bagus, kalau gitu." Sebelum Abbas pergi, Abbas mencium kening Satria.


"Ganteng Daddy berangkat dulu, ya. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." Jawab Bi Inem.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Papi Mario begitu terpukul, selama ini dia di bohongi oleh Mami Siska. Karena Papi Mario baru mendapat kabar dari Nufail, kalau Abbas bukan anak kandungnya


"Dasar wanita ja**ng, beraninya dia menipu ku." Papi Mario melempar berkas.


Ddrrtt... Ddrrtt...


Nufail: "Assalamualaikum Pi..."


"Wa'alaikumsalam nak..." Papi Mario menjawab dengan tenang dan berwibawa.


Nufail : "Papi ngga apa-apa kan?."


"Tenang, Papi ngga apa-apa. Cuma Papi kecewa dan Papi merasa pria yang bodoh." Papi Mario menarik rambutnya dengan tangan kirinya.


Nufail : "Papi bukan pria yang bodoh, tapi Papi kurang pintar. Hahahaha."


"Ish... Ini menantu kurang ajar, Papi adukan ke Alsava baru tau rasa kamu."


"Makin kurang ajar nih bocah. Lihat nanti Papi akan bawa Alsava pergi dari mu."


Nufail: " Hahaha... Iya-iya, Aku minta maaf."


"Hahaha... Oia, thank's ya. Udah memberi informasi ke Papi, yah. Walau Papi sempat marah sama kamu, ngga sopan menyelidiki kehidupan Papi. Tapi ngga apalah, Papi akhirnya tau keburukan sifat Siska dan Papi sangat menyesal kenapa Papi begitu percaya dengan Siska dan juga memilih dia menjadi pendamping Papi, bukannya Umi mu yang Papi pilih."


Nufail: "Udah Papi jangan bersedih, aku sudah mengurus semuanya. Nanti Papi tinggal tandatangan dan datang pengadilan."


"Iya, tapi Papi sudah terlanjur sayang sama Abbas."


Nufail : "Itu terserah Papi, tapi aku sedang memberi perhitungan sama Mami Siska."


"Buat dia bertaubat, nak. Jangan kau siksa dia, ingat istrimu sedang hamil. Tak baik menyiksa orang."


Nufail : "Alah, bilang aja masih ada perasaan sama Mami Siska."


"Ck, sebenarnya hati Papi cuma untuk Umi Mu. Tapi sayangnya Papi memilih Siska dan Umi Mu menikah dengan Adam."


Nufail : "Sungguh cinta yang rumit, tapi sekarang Umi dan Papi sama-sama single. Aku ikhlas Papi mendekati Umi lagi, malah aku senang Papi bisa menjadi Abi ku."


"Hahaha... Papi belum duda, Udah lah jangan ngaco. Lagian ya, Umi mu dan Papi itu bukan anak muda lagi untuk menikah. Apa kata dunia nanti, Oma dan Opa nikah. Malu dong."


Nufail : "Alah, sok-sok an menolak. Padahal hatinya kagak, mumpung masih ada umur dan peluang. Jangan mikirin kata orang, emang mereka ngasih kita makan?."


"Iya-iya, lihat aja nanti kalau Papi udah menjadi Abi mu. Papi akan membuat mu tak bisa lagi mengejek dan bersikap kurang ajar seperti ini lagi."


Nufail : "Oke, dengan senang hati aku menunggunya. Ya udah, aku ada meeting. Ingat jangan melauw terlalu lama. Bye... Assalamualaikum." Nufail menutup telp


"Dasar nih anak, aku jadi terhibur." Papi Mario tersenyum, merasa hatinya menjadi plong.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan Lupa like, Vote dan komentarnya ya... See you....😘😘😘😘