Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Kehidupan Baru


Indonesia.


Eliana tanpa senang, karena sebentar lagi ia dan Abbas akan menikah.


"Yank, aku pengen nanti pernikahan kita di adakan secara mewah. Melebihi pernikahan kamu dengan Alsava dulu." Eliana bergelayutan manja di tangan Abbas.


"Iya, tapi bagaimana dengan kandungan kamu. Aku ngga mau nanti kamu malah kecapean, aku ngga mau calon anak kita kenapa-napa." Abbas membujuk Eliana.


"Ish! kamu mah. Aku kan cuma orang pada tau kalau istri Abbas Ferdinand sekarang adalah aku bukan Alsava lagi." Eliana kesel dan melepas tangan Abbas, lalu pergi dangan wajah cemberut.


"Kita kan bisa jumpa pers nanti, Yank." Abbas mengikuti Eliana.


"Pokoknya aku ngga mau tau pernikahan kita harus di adakan mewah meriah." Eliana tetap pada pendiriannya.


"Oke-oke, aku akan menuruti keinginan kamu sayang. Udah jangan cemberut aja, kasihan nanti debaynya." Abbas mengelus perut Eliana.


"Terimakasih, Yank." Eliana mencium pipi Abbas.


"Kamu merayuku." Bisik Abbas.


"Iya, aku lagi pengen nih. Yank." Eliana sudah duduk di atas pangkuan Abbas.


"Dengan senang hati." Abbas langsung melumatkan bibir Eliana dan tangannya sudah traveling kedua gunung. Suasana kamar menjadi panas dan desahan.


Abbas dan Eliana mulai melakukan olahraga ranjang hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu jam 5 sore.


"Yank, tiap hari kamu makin bikin aku gairah di bandingkan Alsava. Terimakasih sudah mengandung anakku." Abbas mencium kening Eliana dan tumbang di samping wanita sebentar lagi menjadi istrinya.


Tak lama kemudian, Abbas bergegas masuk ke kamar mandi. Ia menatap dirinya di cermin.


"Kenapa setelah pisah dari Alsava hatiku merasa hampa dan aku seperti tidak bahagia dengan keputusan ku menceraikan Alsava." Abbas memegang dadanya yang sakit seakan sesak.


"Apa keputusan ku tepat menceraikan Alsava." Tambah pikiran Abbas.


Eliana yang tempat tidur kebangun.


"Abbas kau bodoh sekali, aku senang banget akhirnya aku jadi orang kaya raya dan ngga akan yang bisa menghina ku lagi. Hahahaha... Alsava kau begitu lemah dan gampang banget di bohongi. Tapi memang kau pantas pergi jauh dari kehidupan Abbas, yang pantas cuma aku Eliana Santiago." Batin Eliana, ia tersenyum di ranjang.


Pintu kamar mandi kebuka, Abbas keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilitan pinggangnya.


"Kamu sudah bangun, Yank." Abbas menggosok rambut yang basah dengan handuk kecil.


"Iya, Yank." Eliana merasa terpanah, karena bentuk tubuh Abbas yang ideal dan sexy.


"Ya, udah. Kamu mandi sana aku sudah menyiapkan aroma terapi, biar kamu relax." Abbas duduk di tepian ranjang.


"Terimakasih, Yank." Eliana mengecup bibir Abbas, lalu masuk kekamar mandi.


"Ini kehidupan baru ku, bersama istri dan anak-anak ku. Moga kita selalu bersama." Abbas menatap punggung Eliana, hingga Eliana masuk kedalam kamar mandi.


"Senangnya, udah dapat suami yang ganteng, kaya dan perhatian lagi. Ini namanya rezeki nomplok, hehehehehe... " Eliana senang sampai-sampai ia menari.


"Aku harus jaga extra Abbas biar tidak di rebut wanita gatel. Dan ia juga harus move on dari Alsava." Eliana memberi semangat buat dirinya.


Abbas dan Eliana cuma nikah siri, karena waktu itu Abbas masih mencintai Alsava. Eliana hanya buat mainan, tapi ketika Eliana hamil. Cintanya kepada Alsava mulai pudar dan sekarang mencintai Eliana. Bahkan ia menceraikan Alsava, wanita yang dulu susah ia dapatkan. Tapi sekarang di buang begitu saja dan melupakan perjuangannya mendapatkan cinta Alsava.


.


.


.


.


.


.


.


.


.